Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Peneliti Unair: Obat Covid-19 Sembuhkan Pasien hingga 90 Persen

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:47 WIB

Peneliti Unair: Obat Covid-19 Sembuhkan Pasien hingga 90 Persen

Ilustrasi Obat Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh Unair TNI AD, Polri, dan BIN. Foto-Dok.Jawa Pos

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (Unair), Purwati mengatakan obat penawar Covid-19 yang berhasil ditemukan memiliki efektivitas tingkat kesembuhan tinggi.

Menurutnya Purwati, Pemberian obat dalam kurun waktu 1-3 hari, mampu membunuh virus setidaknya 90 persen.

“Efikasi obat tadi sudah kami paparkan. Untuk perbaikan klinis dalam 1 sampai 3 hari itu 90 persen,” kata Purwati di Mabes TNI AD, Jakarta, Sabtu (15/8).

Data itu didapat melalui pemeriksaan PCR. Dalam sejumlah kondisi, efektivitas obat ini bahkan bisa mencapai 98,9 persen. Artinya virus yang berada di dalam tubuh, hampir seluruhnya bisa mati dalam waktu singkat.

Purwati menyampaikan, obat tersebut telah melalui uji klinis tahap I, II, dan III. Untuk uji klinis tahap IV dilakukan setelah obat dipasarkan secara masal.

“Jadi untuk memperoleh izin edar itu jenisnya sampai III,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Purwati memastikan obat penawar Covid-19 itu tidak berbahaya untuk dikonsumsi, tetapi tetap memiliki efek samping bagi pasien.

“Setiap sesuatu obat pasti ada efek sampingnya. Setidaknya uji toksisitas dari kombinasi obat yang kita lakukan, maka di situ efek samping ditemukan tidak terlalu toksit,” ujarnya.

Bahkan, dosis obat ini lebih rendah dibanding tiga obat tunggal yang dikombinasikan oleh Unair. Kemudian hasil rekam jantung, liver, dan ginjal pasien selama 7 hari masih aman.

“Alhamdulilah terjadi perbaikan dari fungsi liver. Jadi relatif aman untuk digunakan,” jelas Purwati.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hore! Listrik Gratis Diperpanjang Hingga September
apahabar.com

Nasional

Mabes Polri Bantah Isu Penusuk Syekh Ali Jaber Dibebaskan
apahabar.com

Nasional

Belajar dari Bali, Pelindo III Kalimantan Ingin Kembangkan Fasilitas Penunjang Pariwisata
apahabar.com

Nasional

KPK Lelang 3 Bidang Tanah Milik Eks Presiden PKS dan Fathanah
apahabar.com

Nasional

Jokowi Terima Surat Kepercayaan dari 14 Dubes LBBP
apahabar.com

Nasional

Lawan Covid-19. G20 Luncurkan Inisiatif Percepat Akses Alat Kesehatan
apahabar.com

Nasional

CH-4 Rainbow, Drone Tempur Bakal Diakuisisi Indonesia untuk Jagal Para Pemberontak Macam OPM
apahabar.com

Nasional

Nikah Massal, Tradisi Baru DKI Saat Pergantian Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com