Enam Bulan Pandemi Corona di Kalsel, ICU dan Ruang Isolasi Makin Sesak Resmi, Sandiaga Uno Dukung Cuncung-Alpiya di Pilbup Tanbu 2020 Bendera RI Rasa Polandia di SKPD Kotabaru, Sore Hari Baru Diturunkan Pulang dari Banjarmasin, 1 Anggota DPRD Tabalong Positif Covid-19 Hasil Liga Inggris, Kalah 3-1 dari Liverpool, Pelatih Arsenal Arteta Langsung Berburu Gelandang Kreatif

Penyelidikan Kematian Petugas Covid-19 Kotabaru Resmi Dihentikan

- Apahabar.com Jumat, 28 Agustus 2020 - 17:46 WIB

Penyelidikan Kematian Petugas Covid-19 Kotabaru Resmi Dihentikan

Seorang petugas medis dari tim analis di RSUD Kotabaru ditemukan meninggal di kamar hotel. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Kasus kematian seorang petugas medis di Kotabaru berinisial HH resmi dihentikan.

Satuan Reserse Kriminal Umum (Satreskrimum) Polres Kotabaru memastikan tidak melanjutkan proses penyelidikan karena sejumlah hal.

“Pihak keluarga telah menerima, dan mengiklaskan kepergian korban,” ujar Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Syafruddin, melalui Kasatreskrim AKP Abdul Jalil, Jumat (28/8) sore.

Jalil bilang beberapa saat setelah korban ditemukan meninggal di kamar hotel pihaknya telah mendatangi pihak keluarga meminta dilakukan visum, dan autopsi terhadap jasad korban.

Hal itu untuk memastikan penyebab kematian pemuda yang dipercaya sebagai tim analis swab Covid-19 di RSUD Jaya Sumitra Kotabaru. Namun demikian, pihak keluarga menolak.

“Nah, dari kami juga telah membuatkan surat pernyataan bahwa pihak keluarga menolak korban dilakukan visum, dan autopsi,” ujar Jalil.

Berdasar keterangan yang berhasil dihimpun dari saksi AF, bahwa kamar korban sempat beberapa kali diketuk, namun korban sama sekali tidak merespons

Baca juga :  Bina Apel Satpol PP Banjarbaru, Simak yang Disampaikan Bernhard E Rondonuwu

Pertama, pada Selasa (25/8) sekitar pukul 23 00, AF mendatangi kamar korban untuk mengambil hasil lab swab pasien di RSUD Kotabaru.

Satu jam kemudian, pukul 00, AF kembali mendatangi kamar korban. Tujuannya, membayar hasil lab yang telah dikerjakan korban.

Malam itu, AF mengetuk pintu kamar korban. Namun, korban sama sekali tidak merespons

Saat itu, AF tidak memiliki rasa curiga, dan mengira korban kelelahan, dan tertidur pulas di dalam kamar.

Keesokan harinya, pukul 09 00 pagi, AF kembali mendatangi, dan mengetuk kamar korban. Namun, hasilnya sama. Tidak ada respons.

Selanjutnya, siang itu sekitar pukul 12 00 wita, AF baru merasa penasaran.

Sebab, nasi kotak yang telah disiapkan di depan pintu kamar hotel masih utuh. Tidak diambil korban.

Sekitar, pukul 15 30, atau menjelang asar, korban tidak juga terlihat ke luar dari kamar. Di depan pintu, nasi kotak juga bertambah. Numpuk menjadi dua kotak.

Baca juga :  Inovasi Kodim 1008/Tanjung, Motor Babinsa Bisa Semprot Disinfektan

Merasa ada keanehan, AF kembali berupaya mengetuk pintu korban sore itu. Akan tetapi, hasilnya juga sama. Korban tidak merespons.

Akhirnya, AF berinisiatif mengabarkan hal tersebut kepada rekanannya yang juga bermalam di hotel tersebut.

Tanpa berpikir panjang, akhirnya AF bersama rekannya meminta kepada petugas hotel untuk membukakan pintu kamar korban menggunakan kunci serep.

Setelah pintu kamar dibuka, ternyata mereka tidak bisa membuka ful pintu kamar korban. Sebab, pintu terhalang oleh badan korban.

Saat itu, posisi korban didapati terduduk, dan tersandar di pintu kamar hotel dan sudah meninggal dunia.

Menyaksikan temuan itu rekan-rekan korban lantas melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Nah, setelah menerima laporan, anggota kami datang ke lokasi, dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD, untuk divisum,” terang Jalil.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kodim 1001 Amuntai-Balangan Kedatangan 47 Prajurit Baru
apahabar.com

Kalsel

Kesaksian Pasien Pertama Covid-19 yang Sembuh di Ambulung

Kalsel

Duh, Penanganan Pasien Covid-19 Masih Jadi Satu di Puskesmas Tapin
apahabar.com

Kalsel

Ganti Sumber Pendapatan Daerah, Intip Siasat Pemprov Kalsel

Kalsel

Loncat ke Sungai, Duo Begal Sadis di Martapura Dihadiahi Timah Panas
apahabar.com

Kalsel

Sah, Gaji Guru Honorer Kalsel Naik Jadi Rp 2,3 Juta
apahabar.com

Kalsel

Ketua DPRD Banjar Tolak PSBB, Apa Alasannya?
apahabar.com

Kalsel

Anggota DPR RI, Syafruddin H Maming Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pondok Darul Hijrah IV di Tanbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com