ga('send', 'pageview');
Dugaan Penyiksaan Bocah Sungai Bilu yang Dikira Diculik Makhlus Halus Rumah di Mantuil Banjarmasin Amblas ke Sungai, Pemilik Luka-Luka Pasien Sembuh Covid-19 Kalsel Meningkat Lagi, Simak Imbauan Paman Birin Ditutup Melemah, Saham Singapura Perpanjang Kerugian Angin Puting Beliung di Kapuas, Rumah Warga Jadi Korban

Permintaan Valas Turun, Rupiah Awal Pekan Menguat

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 12:15 WIB

Permintaan Valas Turun, Rupiah Awal Pekan Menguat

Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan bergerak menguat seiring menurunnya permintaan valas domestik.

Pada pukul 9.53 WIB, rupiah menguat 81 poin atau 0,56 persen menjadi Rp14.551 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.632 per dolar AS.

Analis Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan mata uang Garuda sejak pekan lalu memang menunjukkan tren penguatan.

“Rupiah terpengaruh oleh pelemahan dolar AS terhadap beberapa mata uang lainnya,” ujar Rully di Jakarta, Senin (31/8).

Dari global, lanjut Rully, salah satu faktornya yaitu sinyal bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, yang akan tetap menerapkan kebijakan moneter yang akomodatif.

“Sementara dari dalam negeri didorong oleh permintaan valas yang cenderung semakin menurun,” katanya.

Rully memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.600 per dolar AS hingga Rp14.690 per dolar AS.

Pada Jumat (28/8) lalu, rupiah ditutup menguat 28 poin atau 0,19 persen menjadi Rp14.632 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.660 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor


Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Turun, Ekonom Sebut “Tiongkok Effect”
Perdana, Pemerintah Terbitkan Obligasi Global Tenor 50 Tahun

Ekbis

Perdana, Pemerintah Terbitkan Obligasi Global Tenor 50 Tahun
apahabar.com

Ekbis

Inflasi Kalsel 0,27 Persen, Peran Pemda dan BI Dinilai Urgen!
apahabar.com

Ekbis

Asosiasi Gula Bersatu Kalsel Siap Tekan Harga Gula hingga Rp12.500 per Kilogram
apahabar.com

Ekbis

Indonesia Harap IA-CEPA Tingkatkan Investasi Australia
apahabar.com

Ekbis

Anti-Mainstream, Transaksi Pasar di Banjarmasin Gunakan Dirham dan Dinar
apahabar.com

Ekbis

Pepsi Hengkang, Gemar Minum Kopi Salah Satu Pemicunya
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Kalimantan Selatan Bakal Tak Sehat Jika Terus Bergantung Batu Bara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com