Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut

Persatuan Dokter Paru: Terpapar Asap Rokok Menurunkan Imunitas Lawan Covid-19

- Apahabar.com Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:35 WIB

Persatuan Dokter Paru: Terpapar Asap Rokok Menurunkan Imunitas Lawan Covid-19

Ilustrasi - Kampanye berhenti merokok. Foto-Shutterstock via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Persatuan Dokter Paru Indonesia mengungkapkan, terpapar asap rokok dari perokok terbukti dapat menurunkan sistem imunitas khususnya kekebalan tubuh termasuk untuk melawan penularan virus corona (Covid-19).

Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr Agus Dwi Susanto menyebutkan perokok aktif ataupun perokok pasif yang terpapar asap rokok lebih berisiko tertular Covid-19 karena sistem imunnya lebih lemah dari orang yang bebas dari asap rokok.

“Asap rokok terbukti menurunkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh terutama sistem saluran napas. Imunitas penting untuk cegah infeksi,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/8).

Dia menjelaskan penyebab tingginya risiko tersebut karena asap rokok terbukti mengganggu proses migrasi sel imunitas ketika terjadi infeksi di dalam tubuh. Sehingga fungsi sel imunitas juga menurun dalam membentengi tubuh dari virus.

Agus juga menjelaskan tiga hal lain yang menyebabkan perokok berisiko lebih tinggi tertular Covid-19. Yang pertama, seorang perokok memiliki reseptor ACE-2 lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Reseptor ACE-2 adalah reseptor yang sama yang dimiliki oleh virus SARS CoV 2 sehingga menjadi tempat untuk penularan.

“Studi itu sudah terbukti berdasarkan data pemeriksaan patologi seorang perokok,” kata Agus.

Selain itu, perokok juga lebih banyak terserang oleh berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung dan lainnya.

Sementara Covid-19 menjadi lebih berbahaya ketika menulari orang yang memiliki penyakit komorbid tersebut.

Yang terakhir, kata Agus, kebiasaan merokok bagi perokok di masa pandemi ini sangat berisiko menjadi transmisi virus dari tangan ke mulut atau saluran pernapasan.

Dengan perokok yang menjadi membuka masker ketika merokok, atau perokok yang sering memegang rokok dengan tangan lalu mengarahkannya ke mulut secara berulang-ulang bisa meningkatkan transmisi virus.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Menakjubkan, Alasan di Balik Kemampuan Berbicara dalam Hati
Vivo

Gaya

Jelang Akhir Tahun, Vivo Segera Rilis Y51
apahabar.com

Gaya

Ramadan, Mercure Hotel Banjarmasin Suguhkan Patin Bakar Sambal Tempoyak
apahabar.com

Gaya

Tips Mengatasi Haus Saat Sedang Puasa
apahabar.com

Gaya

Obati Pasien Covid-19, China Tak Pakai Hydroxychloroquine
apahabar.com

Gaya

Inovatif, Dua Siswi MAN 4 Balangan Ciptakan ‘Jemuran Takut Hujan‘

Gaya

Program Naikkan Berat Badan, 5 Buah Ini Bisa Membantu
Sony

Gaya

Sony Ajukan Paten Konsol GPU Ganda, untuk PS5 Pro?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com