VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Persatuan Dokter Paru: Terpapar Asap Rokok Menurunkan Imunitas Lawan Covid-19

- Apahabar.com Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:35 WIB

Persatuan Dokter Paru: Terpapar Asap Rokok Menurunkan Imunitas Lawan Covid-19

Ilustrasi - Kampanye berhenti merokok. Foto-Shutterstock via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Persatuan Dokter Paru Indonesia mengungkapkan, terpapar asap rokok dari perokok terbukti dapat menurunkan sistem imunitas khususnya kekebalan tubuh termasuk untuk melawan penularan virus corona (Covid-19).

Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr Agus Dwi Susanto menyebutkan perokok aktif ataupun perokok pasif yang terpapar asap rokok lebih berisiko tertular Covid-19 karena sistem imunnya lebih lemah dari orang yang bebas dari asap rokok.

“Asap rokok terbukti menurunkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh terutama sistem saluran napas. Imunitas penting untuk cegah infeksi,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/8).

Dia menjelaskan penyebab tingginya risiko tersebut karena asap rokok terbukti mengganggu proses migrasi sel imunitas ketika terjadi infeksi di dalam tubuh. Sehingga fungsi sel imunitas juga menurun dalam membentengi tubuh dari virus.

Agus juga menjelaskan tiga hal lain yang menyebabkan perokok berisiko lebih tinggi tertular Covid-19. Yang pertama, seorang perokok memiliki reseptor ACE-2 lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Reseptor ACE-2 adalah reseptor yang sama yang dimiliki oleh virus SARS CoV 2 sehingga menjadi tempat untuk penularan.

“Studi itu sudah terbukti berdasarkan data pemeriksaan patologi seorang perokok,” kata Agus.

Selain itu, perokok juga lebih banyak terserang oleh berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung dan lainnya.

Sementara Covid-19 menjadi lebih berbahaya ketika menulari orang yang memiliki penyakit komorbid tersebut.

Yang terakhir, kata Agus, kebiasaan merokok bagi perokok di masa pandemi ini sangat berisiko menjadi transmisi virus dari tangan ke mulut atau saluran pernapasan.

Dengan perokok yang menjadi membuka masker ketika merokok, atau perokok yang sering memegang rokok dengan tangan lalu mengarahkannya ke mulut secara berulang-ulang bisa meningkatkan transmisi virus.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Hari Ini, Google Play Musik Resmi Dihentikan
apahabar.com

Gaya

Duh, Berita ‘Tak Sehat’ dan Medsos Pengaruhi Kelompok Rentan Bunuh Diri
apahabar.com

Gaya

Uya Kuya, Gisella Anastasia Hingga Ashanty Ikut Tren Koleksi Ikan Cupang
apahabar.com

Gaya

Sering Buang Air Kecil Ketika Malam, Tanda Hipertensi
apahabar.com

Gaya

Keseruan I Love Preloved Market, Hari Terakhir Bakal Ada Barang Dijual Rp5.000!
apahabar.com

Gaya

Eijkman: Waspadai Flu Babi G4 Jadi Pandemi
apahabar.com

Gaya

Makan Kimchi Diklaim Turunkan Risiko Tertular Covid-19, Benarkah?
apahabar.com

Gaya

Gaji Cuma Rp4 Juta, Apa Penting Beli Sepeda?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com