Jadwal Liga Inggris Sheffield United vs Man City Malam Ini, Live Streaming Mola TV, Guardiola Tanpa Aguero! Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III dan IV Diproyeksikan Membaik Tapi Negatif

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 16:30 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III dan IV Diproyeksikan Membaik Tapi Negatif

Ilustrasi pasar tradisional. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah memproyeksikan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV tahun ini akan membaik, tapi masih mengalami pertumbuhan negatif akibat Covid-19.

“Kuartal III ini kita yakini masih negatif. Triwulan IV juga kita perkirakan masih negatif. Membaik tapi tetap negatif,” katanya di Jakarta, Senin (31/8).

Piter menyatakan perekonomian Indonesia berpotensi tumbuh negatif di kuartal III dan IV karena sumber permasalahannya adalah masih adanya wabah Covid-19.

“Negatif itu sebenarnya disebabkan oleh wabah jadi selama wabahnya masih ada meskipun kita otak-atik ekonominya percuma. Ya tetap akan negatif,” ujarnya.

Menurut Piter, berbagai pemberian stimulus dan bantuan oleh pemerintah selama ini adalah bertujuan agar perekonomian tidak mati dan bukan supaya kembali normal.

Ia menuturkan konsumsi dan investasi akan tetap turun selama wabah masih berlangsung sehingga bantuan dari pemerintah tidak akan mampu membuat perekonomian tumbuh positif.

“Kalau mendorong perekonomian sampai positif itu tidak mungkin, jadi tujuannya adalah menyelamatkan masyarakat agar tetap bisa bertahan hidup,” katanya.

Ia mencontohkan orang bergaji Rp4 juta per bulan terkena PHK kemudian mendapat bantuan Rp600 ribu dari pemerintah maka tingkat konsumsi masyarakat tersebut tidak setinggi seperti saat masih bekerja.

“Dengan Rp600 ribu kita berharap konsumsi naik seperti waktu dia gajinya Rp4 juta kan tidak mungkin. Jadi konsumsinya tetap turun tapi tetap melakukan konsumsi dan tetap hidup,” ujarnya.

Meski demikian, Piter menyatakan pemerintah masih harus melakukan ekspansi terhadap berbagai insentif, stimulus, dan bantuan sosial (bansos) terutama untuk masyarakat yang benar-benar terdampak.

“Mungkin sekarang masih ada keluhan yang dibantu siapa, yang kena PHK siapa. Artinya bantuan itu belum menyentuh semua yang membutuhkan,” tegasnya.

Oleh sebab itu ia menyarankan agar pemerintah dapat terus memperbaiki data terkait penerima manfaat agar bantuan mampu tersalurkan secara cepat dan tepat.

“Kalau mau ditambah ya perlu ditambah agar semua yang terdampak mendapat bantuan,” ujarnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Intip Dua Kapal Baru Pengangkut BBM Pertamina International Shipping
apahabar.com

Ekbis

BPS: Kupang Paling Tinggi Inflasi, Banda Aceh Terendah
apahabar.com

Ekbis

Mau Jadi Pengusaha Tangguh di Masa Pandemi? Intip Kiat Jitu Ketum Hipmi
apahabar.com

Ekbis

Bursa Saham Global Naik, IHSG Awal Pekan Ikut Menguat
Relaksasi Kredit Dampak Covid-19, OJK: Debitur Mampu Jangan Ambil Kesempatan

Ekbis

Relaksasi Kredit Dampak Covid-19, OJK: Debitur Mampu Jangan Ambil Kesempatan
apahabar.com

Ekbis

Gubernur BI: Harga Minyak Dunia Anjlok Positif Bagi Ekonomi Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Kotabaru (Masih) Menanti Dana Bagi Hasil Migas di Blok Sebuku
apahabar.com

Ekbis

Kekhawatiran Pasar Meningkat, Rupiah Akhir Pekan Ikut Melemah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com