Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel

Perwali Atur Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Banjarmasin

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 17:07 WIB

Perwali Atur Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Banjarmasin

Ilustrasi pemakaman jenazah penderita Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 tentunya berbeda. Petugas memandikan hingga memakamkan wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

Hal ini diatur dalam Peraturan Wali (Perwali) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pedoman Perlaksanaan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19.

Di Bab VIII pasal 11 menyampaikan pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 harus dikelola dengan etis dan layak sesuai dengan agama, nilai, norma dan budaya.

“Artinya perlakukanlah jenazah Covid-19 sesuai dengan norma agama dan budaya setempat,” ujar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina ketika dijumpai apahabar.com di Balai Kota, Selasa (11/8).

Di-Perwali juga menjelaskan pemulasaraan jenazah dengan penyakit menular atau sepatutnya diduga meninggal karena penyakit menular harus dilakukan desinfeksi terlebih dahulu.

Nah itu dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi seperti dokter spesialis forensik, medikolegal dan teknisi forensik dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Pemulasaraan jenazah dilakukan kepada kriteria jenazah pasien suspek dari dalam Rumah Sakit (RS) sebelum keluar hasil swab. Pasien dari dalam rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai kasus probable/konfirmasi Covid-19.

Lalu jenazah dari luar dengan riwayat yang memenuhi kriteria probable/konfirmasi Covid-19, termasuk pasien rujukan dari rumah sakit lain.

Dalam hal kasus probable/konfirmasi Covid-19 pasien meninggal di luar RS tata laksana pemulasaraan jenazah sesuai protokol pemulasaraan kasus konfirmasi COVID-19.

Pemakaman Jenazah dilakukan segera mungkin dengan melibatkan pihak rumah sakit dan dinas pertamanan dan dapat dilakukan di pemakaman umum.

Selain itu, pemakaman dapat dihadiri oleh keluarga dekat dengan tetap memperhatikan physical distancing dengan jarak minimal 1 meter dengan tetap memperhatikan kewaspadaan standar.

Prinsip utama dalam memberikan pelayanan adalah seluruh petugas kesehatan wajib menjalankan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional dan didukung dengan sarana prasarana yang memadai.

“Pemakaman jenazah di Perwali lebih manusiawi saya kira,” ucapnya.

Ditambahkan, bagi Ibnu yang tidak kalah penting disiplin mengenakan protokol kesehatan seperti pakai masker ketika beraktivitas di luar rumah. Hal ini supaya memutus mata rantai Covid-19.

Karenanya, setiap SKPD, Camat, Lurah hingga Rukun Tertangga (RT) bakal diundang untuk menyamakan persepsi Perwali Nomor 60 tersebut. “Berapa hari ini kita sosialisasi dulu dan kemudian tindakan dilapangan sesuai aturan,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Aplikasi Lapor, Layanan Keluh Kesah Masyarakat ke Pemkab HST
apahabar.com

Kalsel

Kisah Inspiratif Prajurit Korem 101/Antasari ‘Taklukan’ Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Mayat Wanita Hamil Diduga Istri Muda Pembakal HST, Polisi Buka Penyelidikan
apahabar.com

Kalsel

Pembinaan Humanis, Polsek Banjarmasin Timur Ajak Makan Anak Jalanan
apahabar.com

Kalsel

Harjad HST, Koresponden apahabar.com Raih Penghargaan Wartawan Produktif
Hakim, Penjual Es Dawet Di Tapin yang Rindu Kampung Halaman

Kalsel

Hakim, Penjual Es Dawet di Tapin yang Rindu Kampung Halaman
apahabar.com

Kalsel

BEM Se-Kalsel Kembali Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di Banjarmasin, Desak Jokowi Terbitkan Perppu
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hari Ini Lebih Hangat Dibanding Kemarin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com