BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Petahana vs Kotak Kosong di Pilkada Banjarbaru, Pengamat: Kurang Menarik

- Apahabar.com Selasa, 4 Agustus 2020 - 16:45 WIB

Petahana vs Kotak Kosong di Pilkada Banjarbaru, Pengamat: Kurang Menarik

Foto- Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARBARU – Dalam sejarah perpolitikan Banjarbaru, baru Pilkada tahun ini satu pasangan calon bertarung sendiri.

Ya, hanya ada pasangan petahana, Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan, menyusul mundurnya duet Aditya Mufti Arifin-AR Iwansyah.

Sementara, calon perseorangan Edy Syaifudin-Astina gagal memenuhi syarat dukungan di KPU, akhir Juli tadi.

Langkah Nadjmi-Jaya untuk memimpin Kota Idaman di periode kedua bakal bebas hambatan. Lantaran secara otomatis hanya melawan kotak kosong.

Kondisi ini menurut pengamat politik lokal Pathurrahman Kurnain membuat Pilkada di Banjarbaru kurang menarik.

“Iya bisa dikatakan begitu, karena tidak ada kompetitornya,” ujar Patur kepada apahabar.com, Selasa (4/8) sore.

Menurut Direktur Global and Local Democracy (GLORY) Institute ini, Nadjmi-Jaya Setiawan sangat diuntungkan.

“Sebab kotak kosong tidak bisa berkampanye dan membangun strategi politik,” terangnya.

Terkait kondisi Nadjmi dinyatakan positif Covid-19, menurut Patur bukan jadi halangannya ikut kontestasi Pilkada yang bakal digelar Desember nanti.

Pasalnya, Covid-19 bisa sembuh dalam kurun waktu 14 hari. “Kalau untuk aturan pencalonan bagi orang sakit, bisa mengacu pada UU pemilu dan PKPU yang diatur secara teknis. Menurut saya masih sangat memungkinkan Nadjmi berlaga di Pilkada,” tegasnya.

Hanya saja, yang ia sesalkan, masyarakat tak akan disuguhi debat para calon kandidat sebagai uji kapasitas calon pemimpin kotanya.

“Secara mekanisme Pemilu nanti, kita tidak bisa menyaksikan debat kandidat, di mana mereka bisa saling diuji kapasitas, kapabilitas dan kompetensinya sebagai bacalon,” ungkapnya.

Apalagi, secara elektabilitas Nadjmi-Jaya masih tinggi. Berbeda jika hasil kotak kosong ternyata lebih unggul, barulah jadi masalah bagi mereka.

“Kalau menang tipis tidak masalah, kalau sampai kalah nah itu baru masalah bagi Nadjmi,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya Edy-Astina menerima dengan lapang dada keputusan KPU, usai pencalonannya lewat jalur independen gagal.

“Hasil keputusan rapat tim Banjarbaru bersinergi, kita menerima serta menghormati keputusan KPUD Banjarbaru,” ujar Edy Saifuddin kepada media ini beberapa waktu lalu.

Kami, lanjut Edy, memohon maaf kepada para pendukung (yaitu) masyarakat Banjarbaru karena kami gagal membawa visi misi dan cita cita bersama.

“Insya Allah jika memang masih ada izin Allah kami terus berupaya lewat jalur lain, agar cita-cita dan harapan masyarakat Banjarbaru yangg menginginkan perubahan bisa terwujud,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter : Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Rocky Gerung Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Hoax Ratna Sarumpaet
apahabar.com

Politik

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, DPD Demokrat Kalsel ‘Malah’ Fokus Pilkada 2020
apahabar.com

Politik

La Nyalla: Saya Bukan Timses, Hanya Ingin Tebus Dosa ke Jokowi
apahabar.com

Politik

Serahkan Berkas Menit Terakhir, Gusti Iskandar Incar Pilkada Banjar
apahabar.com

Politik

Haji Martinus-Jaya Sudah Daftar ke KPU Banjarbaru, Aditya-Wartono dan Gusti Iskandar-Iwansyah Kapan?

Politik

Pesan Syafruddin H Maming: Anak Muda Jangan Alergi Politik
apahabar.com

Politik

PAN Sarankan Pendiri Partai “Kangen-kangenan” Bersama Amien Rais
apahabar.com

Politik

Bawaslu Tapin Segera Rekrut Petugas Pengawas TPS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com