Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

Petahana vs Kotak Kosong di Pilkada Banjarbaru, Pengamat: Kurang Menarik

- Apahabar.com Selasa, 4 Agustus 2020 - 16:45 WIB

Petahana vs Kotak Kosong di Pilkada Banjarbaru, Pengamat: Kurang Menarik

Foto- Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARBARU – Dalam sejarah perpolitikan Banjarbaru, baru Pilkada tahun ini satu pasangan calon bertarung sendiri.

Ya, hanya ada pasangan petahana, Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan, menyusul mundurnya duet Aditya Mufti Arifin-AR Iwansyah.

Sementara, calon perseorangan Edy Syaifudin-Astina gagal memenuhi syarat dukungan di KPU, akhir Juli tadi.

Langkah Nadjmi-Jaya untuk memimpin Kota Idaman di periode kedua bakal bebas hambatan. Lantaran secara otomatis hanya melawan kotak kosong.

Kondisi ini menurut pengamat politik lokal Pathurrahman Kurnain membuat Pilkada di Banjarbaru kurang menarik.

“Iya bisa dikatakan begitu, karena tidak ada kompetitornya,” ujar Patur kepada apahabar.com, Selasa (4/8) sore.

Menurut Direktur Global and Local Democracy (GLORY) Institute ini, Nadjmi-Jaya Setiawan sangat diuntungkan.

“Sebab kotak kosong tidak bisa berkampanye dan membangun strategi politik,” terangnya.

Terkait kondisi Nadjmi dinyatakan positif Covid-19, menurut Patur bukan jadi halangannya ikut kontestasi Pilkada yang bakal digelar Desember nanti.

Pasalnya, Covid-19 bisa sembuh dalam kurun waktu 14 hari. “Kalau untuk aturan pencalonan bagi orang sakit, bisa mengacu pada UU pemilu dan PKPU yang diatur secara teknis. Menurut saya masih sangat memungkinkan Nadjmi berlaga di Pilkada,” tegasnya.

Hanya saja, yang ia sesalkan, masyarakat tak akan disuguhi debat para calon kandidat sebagai uji kapasitas calon pemimpin kotanya.

“Secara mekanisme Pemilu nanti, kita tidak bisa menyaksikan debat kandidat, di mana mereka bisa saling diuji kapasitas, kapabilitas dan kompetensinya sebagai bacalon,” ungkapnya.

Apalagi, secara elektabilitas Nadjmi-Jaya masih tinggi. Berbeda jika hasil kotak kosong ternyata lebih unggul, barulah jadi masalah bagi mereka.

“Kalau menang tipis tidak masalah, kalau sampai kalah nah itu baru masalah bagi Nadjmi,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya Edy-Astina menerima dengan lapang dada keputusan KPU, usai pencalonannya lewat jalur independen gagal.

“Hasil keputusan rapat tim Banjarbaru bersinergi, kita menerima serta menghormati keputusan KPUD Banjarbaru,” ujar Edy Saifuddin kepada media ini beberapa waktu lalu.

Kami, lanjut Edy, memohon maaf kepada para pendukung (yaitu) masyarakat Banjarbaru karena kami gagal membawa visi misi dan cita cita bersama.

“Insya Allah jika memang masih ada izin Allah kami terus berupaya lewat jalur lain, agar cita-cita dan harapan masyarakat Banjarbaru yangg menginginkan perubahan bisa terwujud,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Reporter : Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

PDIP Resmi Usung Menantu Jokowi, Bobby Nasution di Pilkada Medan
apahabar.com

Politik

Keluarga Besar Uno Dukung Jokowi
apahabar.com

Politik

17 DPAC Partai Demokrat Kapuas Terbentuk, Lindawati: Harus Solid
apahabar.com

Politik

11 Agustus, PDIP Kembali Umumkan 75 Calon Kepala Daerah

Politik

Mardani Pastikan Jalan Lingkungan Mulus Lagi di Tangan SHM-MAR
apahabar.com

Politik

Konsep Ulama Umara Maju Pilkada Banjar, Ideal kah?
apahabar.com

Politik

Diringi Salawat Nabi, Ben-Ujang Mantap Mendaftar ke KPU Kalteng
apahabar.com

Politik

Bebas Covid-19, Aditya Mufti Ariffin Siap Jalani Tes Kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com