Setahun Jokowi-Ma’ruf, Map Merah Penuhi Jalanan Banjarmasin Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya

Polda Kalteng Beberkan Alasan Penangkapan Tokoh Adat Kinipan

- Apahabar.com Kamis, 27 Agustus 2020 - 22:22 WIB

Polda Kalteng Beberkan Alasan Penangkapan Tokoh Adat Kinipan

Foto-Ilustrasi

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Kepolisian daerah (Polda) Kalteng, terpaksa menangkap oknum tokoh adat Kinipan, Effendi Buhing. Penangkapan itu sempat viral di media sosial.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungakapkan Effendi ditangkap karena laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) Kabupaten Lamandau, Kalteng.

Penangkapan itu dengan dasar laporan polisi nomor: LP/L/173/VIII/RES.1.8/2020/SPKT, tanggal 09 Agustus 2020.

Kemudian surat perintah penyidikan no: Sp.Sidik/33/VIII/RES.1.9/2020/Ditreskrimum, tanggal 10 Agustus 2020.

Lokasi kejadian di blok J047 Affdeling Charlie Tanjung Beringin Estate Desa Batu Tambun, Kecamatan Batang, Kawa Kabupaten Lamandau.

“Barang bukti satu unit chain saw merek steel milik PT SML,” kata Hendra dalam rilisnya, Kamis (27/8).

Dari uraian kejadian, pada 23 Juni 2020 pukul 14.00 WIB di Blok J047 Affdeling Charlie Tanjung Beringin Estate, Desa Batu Tambun, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Asmani dan Herman yang merupakan karyawan PT SML sedang beristirahat usai pemotong kayu dengan menggunakan satu unit chain saw.

Kemudian Riswan, Teki, Embang dan Semar datang dengan membawa masing-masing satu mandau yang diikat di bagian pinggang, serta menggunakan ikat kepala merah, yang menandakan persiapan untuk perang.

Riswan dan kawan-kawannya melakukan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan satu unit chain saw yang digunakan Asmani dan Herman untuk memotong kayu.

Dengan alasan bahwa Asmani dan Herman (Karyawan PT SML) bekerja di wilayah Desa Kinipan, maka Riswan dan kawan-kawannya merampas satu unit chain saw tersebut dan sampai saat ini belum dikembalikan.

Kasus ini merupakan tindak pidana perampasan/365 KUHP dilakukan oleh Riswan dan tiga kawannya.

Tersangka kasus perampasan yaitu Teki, Semar dan Embang juga merupakan tersangka kasus pengancaman dan senjata tajam yang sedang disidik oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kalteng.

Dari hasil pemeriksaan terhadap empat orang tersebut, bahwa orang yang menyuruh melakukan perampasan adalah Effendi Buhing, yang mengaku tokoh adat Kinipan.

Sedangkan laporan polisi tentang pembakaran pos pantau api milik PT SML terungkap, atas nama Efendi Buhing yaitu diduga orang yang menyuruh melakukan pencurian dan pembakaran.

“Ada saksi yang mengatakan yang bersangkutan ada di TKP dan tindak pidana pengancaman yang sudah ditahap satu berkas perkaranya,” ujarnya.

Saat ini pemeriksaan awal masih dilakukan kepada Effendi Buhing, walau sampai saat ini yang bersangkutan tidak kooperatif kepada penyidik.

“Tidak benar kalau kepolisian tidak sesuai prosedur. Kami profesional dan tetap memberikan hak jawab kepada semua karena pada prinsipnya semua sama didepan hukum,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Reporter: Ahc23 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Hukum

VIDEO: Perampokan Alfamart Teluk Tiram, Polisi Dalami Kemungkinan Adanya Tersangka Lain
apahabar.com

Hukum

Ditangkap, Penyebar Hoax Ijazah Palsu Jokowi Terancam 3 Tahun Bui
apahabar.com

Hukum

Dua Pria di Barabai Terciduk Angkut Ratusan Liter BBM Bersubsidi
apahabar.com

Hukum

Gara-gara Karpet, Perut Rifai Bocor Dibacok
apahabar.com

Hukum

Penjambret Terekam CCTV di Bundaran Amaco Tertangkap, Rekannya Masih Kabur
apahabar.com

Hukum

Satu Lagi Artis Positif Narkoba
apahabar.com

Hukum

Baru Nikah, Pasutri di Banjarmasin Tiga Kali Curi Motor
apahabar.com

Hukum

Hari Ini, KPK Panggil 8 Saksi Kasus Proyek Dinas PUPR Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com