3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Prediksi Penularan Covid-19 hingga Akhir Agustus di Kalsel

- Apahabar.com Sabtu, 8 Agustus 2020 - 22:45 WIB

Prediksi Penularan Covid-19 hingga Akhir Agustus di Kalsel

Jumlah kasus sembuh tak mampu mengimbangi laju pertumbuhan kasus baru Covid-19 di Kalsel. Sejumlah pengamat memprediksi bahwa kasus Covid-19 belum akan melandai, setidaknya sampai akhir Agustus 2020. Foto: Dok. apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Penularan virus Corona di Kalimantan Selatan (Kalsel) diprediksi belum akan melandai hingga akhir Agustus.

“Dengan menggunakan matematika epidemiologi (Model SIRD) dan data kasus Covid-19 pada periode 16 Juni sampai 21 Juli 2020 mengisyaratkan bahwa penularan Covid-19 di Kalsel belum dapat dikendalikan dalam waktu dekat dan cenderung masih tinggi peningkatan kasusnya,” kata Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Dr Muhammad Ahsar Karim, Sabtu (8/8).

Model matematika epidemiologi disebut sangat berguna dalam mempelajari keterkaitan antarberbagai kasus epidemi, melakukan evaluasi terhadap upaya-upaya penanganan kasus tersebut, hingga menyusun perencanaan tindakan pencegahan dan pengendalian masalah-masalah kesehatan dalam suatu populasi.

Model SIRD dimodifikasi untuk kasus yang secara tegas memisahkan subpopulasi sembuh (Recovered) dan subpopulasi meninggal (Deaths).

Sejak terkonfirmasi perdana di Kalsel pada 22 Maret 2020, kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan yang signifikan hingga akhir Mei 2020, di mana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar berakhir di seluruh wilayah ini.

Berakhirnya pembatasan ini menjadi awal dimulainya pelaksanaan normal baru di Kalsel, yang disebut sebagai tatanan hidup baru di tengah wabah Covid-19.

Ahsar menjelaskan estimasi parameter pada Model SIRD menghasilkan laju penularan melalui kontak antara individu sehat dan individu terinfeksi sebesar 0,0379, laju kesembuhan dari infeksi sebesar 0,0190, dan laju kematian setelah terinfeksi Covid-19 sebesar 0,0016.

“Laju penularan Covid-19 sebesar 0,0379 berarti bahwa terdapat kemungkinan 379 orang terinfeksi per 10.000 orang dalam subpopulasi rentan,” jelas dosen Program Studi Matematika FMIPA ULM itu.

Adapun nilai laju penularan penyakit ini ditentukan melalui kontak efektif antara individu sehat dengan individu terinfeksi per satuan waktu dan peluang sukses infeksi yang berkaitan erat dengan karakter Covid-19.

Sementara itu Yuni Yulida, dosen Program Studi Matematika FMIPA ULM menambahkan peluang sukses infeksi virus tidak dapat diubah, sehingga laju penularan penyakit hanya dapat dikendalikan melalui mekanisme pengaturan kontak efektif.

Pengendalian kontak efektif yang dia maksud, di antaranya melalui penetapan dan penerapan langkah-langkah pencegahan di lingkungan kerja dan sosial, yang meliputi penerapan jaga jarak fisik, ketersediaan fasilitas cuci tangan, dan penerapan etika pernapasan seperti penggunaan masker.

Jika langkah-langkah pencegahan tersebut dapat dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, maka laju penularan Covid-19 di Kalsel dapat diturunkan.

Sedangkan laju kesembuhan dan kematian dari infeksi Covid-19, yang masing-masing sebesar 0,0190 dan 0,0016 berturut-turut berarti bahwa terdapat sekitar 19 orang yang sembuh dan 1 hingga 2 jiwa yang meninggal dari 1.000 orang yang terinfeksi Covid-19.

Yuni menjelaskan nilai laju kesembuhan dan laju kematian ini bergantung pada penanganan kasus terinfeksi Covid-19.

Hal ini berkaitan dengan upaya dan kemampuan sistem kesehatan yang ada (rumah sakit hingga peralatan medis) dalam melakukan identifikasi, isolasi, pengujian, pelacakan kontak, hingga melakukan karantina orang yang terinfeksi.

“Kemampuan yang semakin tinggi dan upaya yang semakin besar dari sistem kesehatan di Kalsel akan meningkatkan laju kesembuhan dan menurunkan laju kematian dari kasus terinfeksi Covid-19,” katanya.

Update 8 Agustus

Hari ini, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Kalsel dilaporkan terus meningkat.

Data terakhir pemerintah pada Sabtu (8/8) sore, sudah ada 4.021 orang yang dinyatakan negatif Covid-19.

Rilis Gugus Tugas Covid-19 Kalsel mendata penambahan pasien sembuh sebanyak 136 orang dari perawatan karantina khusus di beberapa tempat.

Pasien sembuh tadi yaitu 3 orang dari Bapelkes Banjarbaru, 4 orang dari Ambulung Banjarbaru, 2 orang dari Tanah Laut, 3 orang dari Banjar, 21 orang dari Barito Kuala, 2 orang dari Tapin, 7 orang dari HSS, 2 orang dari HST, 14 orang dari HSU, 18 orang dari Tanah Bumbu, 48 orang dari Banjarmasin dan 13 orang dari Banjarbaru.

Namun begitu, kasus konfirmasi positif tetap masih mengalami lonjakan setiap harinya.

Kurang dari 24 jam, petugas surveilans mendapatkan 82 kasus baru penularan Covid-19. Berasal dari Tanah Laut 22 orang, Banjar 1 orang, Tapin 6 orang, HST 36 orang, HSU 1 orang, Tanah Bumbu 10 orang dan Banjarmasin 6 orang.

Dengan ini, jumlah akumumlatif penularan Covid-19 menjadi 6.617 kasus. Pasien positif perawatan sebanyak 2.290 orang dan 1.061 orang diduga suspek Covid-19.

Sore ini juga dilaporkan bertambahnya kasus kematian pada 3 pasien Covid-19. Masing-masing 1 orang dari HST, Tanah Bumbu dan Banjarmasin. Sehingga, seluruhnya menjadi 306 kasus pasien meninggal dunia akibat Covid-19. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bupati Tapin Lantik 3 Kepala Dinas Baru
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin 2020, Ananda-Mushaffa Susul Paslon Lain Serahkan Akun ke KPU
apahabar.com

Kalsel

Imbauan IDI Cegah Penyebaran Corona di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Korban Bertumbangan, Warga Tuliskan Pesan ‘Menohok’ untuk Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Polisi Bongkar Pemicu Perempuan Muda di Bincau Martapura Gantung Diri
apahabar.com

Kalsel

Panen Padi Program SERASI Sukses di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Geger Mayat Wanita Hamil di HST, Diduga Istri Muda Pembakal
apahabar.com

Kalsel

Eks Karyawan Media Ramaikan Bursa Pilwali Banjarmasin 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com