Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Presiden Atensi Kasus Stunting di Kalsel, Bang Dhin: Bentuk Tim Percepatan Penanganan

- Apahabar.com Kamis, 6 Agustus 2020 - 15:28 WIB

Presiden Atensi Kasus Stunting di Kalsel, Bang Dhin: Bentuk Tim Percepatan Penanganan

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) atensi sepuluh provinsi dengan kasus stunting tertinggi di Indonesia. Salah satunya adalah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Kalsel masuk dalam sepuluh besar angka stunting terbesar di Indonesia, sekali lagi menambah panjang rekor buruk Kalsel dalam berbagai hal,” kata Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin, Kamis (6/8).

Bang Dhin, biasa ia di sapa, menyebut predikat ini tentu bukan membanggakan. Tapi malah menjadi catatan baru bagi pemerintah pusat akan keseriusan pemerintah daerah menangani kasus stunting.

Seinggat Dhin, sebelum ini, Kalsel pula masuk dalam jajaran provinsi dengan IPM (indeks pembangunan manusia) yang buruk, begitu pula dengan IPP (indeks pembangunan pemuda) yang sempat terpuruk.

Selain soal SDM, Presiden Jokowi pernah masukan Kalsel dalam catatan-nya soal penanganan Covid-19.

Waktu itu Kalsel serta dua Provinsi lain, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan masuk tiga besar angka kasus tertinggi di Indonesia.

“Kembali ke masalah stunting. Hal ini harus dijadikan fokus pembenahan, sebab ini bukan hanya masalah masa kini, tapi stunting akan berakibat buruk pada gilirannya di masa mendatang,” sambung politisi PDI Perjuangan itu.

Sarannya, Kalsel segera membentuk tim percepatan penanganan stunting dengan serius yang melibatkan banyak pihak, dan optimalkan serta maksimalkan peran posyandu yang sudah ada sejak dulu.

Salah satu solusinya adalah dari dasar, yakni membenahi fasilitas posyandu lalu kembangkan kualitas SDM yang menjalankan posyandu. Mulai dari ketersediaan tenaga medis dan kegotong-royongan masyarakat dalam melaksanakan posyandu.
Tidak lupa, puskesmas juga menjadi benteng utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat, untuk itu sama-sama harus diperkuat.

“Bagi saya, sebagai Wakil Ketua DPRD kalsel. Asalkan program dan perencanaan jelas, maka tidak ada alasan untuk tidak menyiapkan anggaran yang cukup,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, persoalan ini sudah disentil oleh presiden.
“Kita sudah malu karena rangking Kalsel yang buruk, dan mestinya kita semakin malu kalau tidak berbuat apa-apa,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Debat Pilkada Tanbu: SHM-MAR Janji Selesaikan Sengketa Lahan
apahabar.com

Kalsel

Letkol Rahmat Trianto, Prajurit Berprestasi yang Multi Talenta
apahabar.com

Kalsel

Pedagang Takjil Ramadan Sepi Pembeli, Bupati Kotabaru Spontan Memborong
apahabar.com

Kalsel

DPRD Tanbu Gelar Paripurna Rekomendasi LKPJ 2019
apahabar.com

Kalsel

Menengok Persiapan Warga di Kaki Meratus HST Sambut HKSN
apahabar.com

Kalsel

Naker Kalsel yang Belum Terima Bantuan Langsung Tunai Harap Bersabar
apahabar.com

Kalsel

Resmikan Sekretariat di Banjarmasin Utara, Ini Harapkan PPNI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Ketika Sispala SMKPPN Paringin Bukber, Ini yang Mereka Lakukan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com