2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian WHO Tetapkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Simak Alasannya Hasil Liga Italia, Taklukkan Crotone 2-1, Fiorentina Kembali ke Jalur Kemenangan

Presiden Jokowi Beber Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021

- Apahabar.com Jumat, 14 Agustus 2020 - 16:12 WIB

Presiden Jokowi Beber Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pengantar RUU APBN tahun anggaran 2021 beserta nota keuangannya pada masa persidangan I DPR tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditarget berada pada kisaran 4,5-5,5 persen pada 2021.

“Asumsi indikator ekonomi makro yang kami pergunakan adalah sebagai berikut, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 4,5-5,5 persen,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidato penyampaian RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan pada rapat paripurna DPR-RI tahun sidang 2020-2021, di gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Presiden memastikan tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama.

“Inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen, untuk mendukung daya beli masyarakat,” tambah kepala negara.

Sedangkan, lanjut dia, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp14.600 per dolar AS.

“Selain itu, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun yang diperkirakan sekitar 7,29 persen. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan akan berkisar pada 45 dolar AS per barel,” ungkap Presiden.

Produksi (lifting) minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 705.000 barel dan 1.007.000 barel setara minyak per hari.

Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan mengusung tema kebijakan fiskal tahun 2021, yaitu “Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi”.

“Karena akan banyak ketidakpastian, RAPBN harus mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik,” tambah Presiden.

RAPBN 2021 juga ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pemulihan ekonomi nasional serta mendorong kondisi dan stabilitas sektor keuangan.

“Pelaksanaan reformasi fundamental juga harus dilakukan, reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan,” tegas Presiden.

Terdapat 329 anggota DPR yang menghadiri rapat paripurna pembukaan masa sidang I Tahun 2020-2021 dalam rangka penyampaian pidato Presiden RI mengenai RUU APBN 2021 di Gedung Paripurna, Kompleks Parlemen.

Rinciannya, 98 orang anggota DPR hadir fisik dan 231 orang secara virtual. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Gisel

Nasional

Gisel Berharap Kasus Video Syur Tak Ganggu Psikologis Gempita
apahabar.com

Nasional

Hadapi Corona, China Minta Solidaritas Negara Asia Tenggara
apahabar.com

Nasional

Pengamanan Objek Vital di Papua Barat Diperketat
apahabar.com

Nasional

Tanggulangi Covid-19, BPP Hipmi Bantu Ribuan Masker Sensi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bantu Istri Ajudan Pribadi Presiden Soekarno
apahabar.com

Nasional

PMI Masih Siagakan Ratusan Personel di Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Merapi
apahabar.com

Nasional

Polisi Ungkap Identitas Asli Lucinta Luna: Di KTP Dia Wanita…
apahabar.com

Nasional

MUI: Pilih Capres-Cawapres yang Cerdas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com