Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam Skandal Sabu IRT Kotabaru, Ditangkap Gegara 0,36 Gram Nomor Urut Diundi, Cuma 1 Paslon Pilwali Banjarmasin Taat Prokes! Kronologi Lengkap Ambruknya Pilar Jembatan HKSN Banjarmasin Versi Pemerintah

Puluhan Juta Vaksin Covid-19 Akan Disuntikkan Januari 2021

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 16:36 WIB

Puluhan Juta Vaksin Covid-19 Akan Disuntikkan Januari 2021

Ketua Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19, Erick Thohir. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah menargetkan puluh juta vaksin Covid-19 akan disuntikkan ke masyarakat, Januari 2021.

Sejauh ini pemerintah masih melakukan uji klinis pertama vaksin Covid-19, 11 Agustus mendatang.

Vaksin itu hasil kolaborasi Bio Farma dengan Universitas Padjajaran dan Sinovac Research & Development Co.Ltd, China.

Namun masih dalam pengembangan uji klinik fase 3 vaksin tersebut, sebelum diedarkan secara massal.

Ketua Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19 Erick Thohir mengatakan mengatakan jika pelaksanaannya lancar dan tidak ada hambatan, pihaknya optimis bisa segera memproduksi vaksin dan menyuntikkan 30 hingga 40 juta vaksin di awal tahun 2021 ke masyarakat Indonesia.

“Kalau ini benar semua, Januari-Februari kita bisa menyuntikkan sampai kurang lebih 30-40 juta vaksin,” ujar Erick dalam Webinar, Jumat (7/8).

Baca juga :  Klaster Industri Berpotensi Tambah Kasus Covid-19 di Barito Kuala

Dalam penyuntikkan tersebut, pihaknya menggandeng Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI, Polri dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Pasalnya, kapasitas imunisasi vaksin di Indonesia hanya sanggup melakukan 40 juta penyuntikkan.

Di sisi lain, pemerintah membutuhkan vaksin Covid-19 untuk mengimunisasi 160 hingga 190 juta penduduk.

“Kalau dua kali suntik jadi 320 sampai 380 juta vaksin. Kapasitas kita 40 juta per tahun, tiba-tiba sekarang harus 320 sampai 380 juta setahun, sesuatu yang impossible kalau kerja sendiri-sendiri,” ujarnya.

Namun, hal tersebut harus dilakukan. Pasalnya ekonomi Indonesia akan semakin terpuruk jika wabah tidak segera diakhiri.

Baca juga :  Covid-19 di Tanbu: 1 Meninggal, 7 Sembuh, 4 Positif

Sebagai informasi, PT Bio Farma menyatakan siap memproduksi 250 juta vaksin hingga akhir tahun 2020.
Indonesia sendiri melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek/BRIN) sedang mengembangkan vaksin Merah Putih, namun masih dalam tahap awal.

Jika kasusnya demikian, maka masih diperlukan vaksin tambahan untuk mencukupi kebutuhan hingga 380 juta.

“Oleh karena itu selain vaksin Bio Farma, vaksin Merah Putih, juga kerja sama dengan Eropa, Amerika, karena prioritasnya kita jangan lihat vaksin ini dari warga negaranya dulu, yang pasti kita harus memastikan imunisasi untuk rakyat ini tercepat dan halal,” tandas Erick.(okz)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Amankan 40 Terduga Preman Bandung
apahabar.com

Nasional

Anak Krakatau ‘Berdehem’ 9 Kali
apahabar.com

Nasional

Erick Thoir: Pertemuan Jokowi-Prabowo Runtuhkan Sekat Perbedaan
apahabar.com

Nasional

RS Rujukan Covid-19 di Jabar Manfaatkan Robot Disinfektan
apahabar.com

Nasional

Nasib Meratus di Tahun Politik 2019, Terkungkung Oligarki
apahabar.com

Nasional

Perpustakaan Kota Yogyakarta Operasikan Layanan Silvia
apahabar.com

Nasional

Gayus Tambunan Dapat Remisi, Pegiat Antikorupsi Kecam Yasonna
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Nikmati Senja di Kaimana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com