Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Rencana Blokir Ponsel BM Hari Ini, Apa Benar?

- Apahabar.com Senin, 24 Agustus 2020 - 06:30 WIB

Rencana Blokir Ponsel BM Hari Ini, Apa Benar?

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Ada kabar jika aturan pemblokiran ponsel black market (BM) menggunakan IMEI dilakukan hari ini. Benar kah?

Tadinya aturan itu berlaku 18 April 2020 lalu. Namun molor dan belum efektif berjalan.

Penyebabnya, seperti dikutip dari kompas.com, karena mesin hardware Central Equipment Identity Register (CEIR) yang ada di Kementerian Perindustrian ( Kemenperin), belum beroperasi.

Mesin ini bertugas untuk memverifikasi data dari mesin Equipment Identity Registration (EIR) yang ada di sisi operator seluler, untuk selanjutnya dilakukan pemblokiran terhadap ponsel ilegal atau black market (BM).

Tempo hari, Kemenperin mengungkapkan bahwa mesin hardware CEIR mulai bisa dioptimalkan Senin, 24 Agustus atau hari ini.

Dengan begitu, apakah aturan blokir ponsel dimulai hari ini?

Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia ( ATSI) Marwan O Baasir mengatakan mesin hardware CEIR masih berada di tangan ATSI, dan belum diserahterimakan ke pemerintah. Itu dua hari yang lalu ia katakan.

“Karena CEIR yang beli operator, nanti baru akan kita serahkan ke pemerintah ketika seluruh proyek timeline dari CEIR ini selesai, jadi kami tidak mau menyerahkan di tengah jalan,” jelas Marwan dikutip dari KompasTekno.

Ia menambahkan bahwa operator patungan untuk pengadaan hardware CEIR.

ATSI, menurut Manwar, masih menunggu berita acara serah terima database yang masih ada di tangan pemerintah.

Database yang dimaksud adalah Tanda Pendaftaran Produk (TPP) Impor dan TPP Produksi ponsel-ponsel, yang akan diupload sebagai database di mesin EIR.

“Kurang lebih ada 300-400 juta data, ini lagi menunggu serah terima berita acara enggak keluar-keluar,” lanjut Marwan.

Data tersebut akan digabungkan dengan data yang telah dihimpun operator ke mesin CEIR yang terkoneksi ke semua mesin EIR dan pemerintah.

Marwan menyebut kurang lebih ada 670 juta data yang telah dihimpun operator.
Salah satu tujuan dari penggabungan data ini adalah untuk mempermudah operator seluler, apabila ada pengguna ponsel yang berganti dari perangkat lama ke perangkat baru, atau yang disebut sebagai skenario seamless pair-unpair.

Marwan menyebut, uji kelayakan tahap kedua untuk skenario seamless pair-unpair ini akan dilakukan akhir Agustus ini.

Sebelum hardware CEIR ter-install, Kemenperin sempat mengatakan akan menggunakan CEIR versi cloud.

Cloud tersebut dimiliki oleh Telkom dan berlokasi di Indonesia. Setelah hardware CEIR terinstal, data akan dimigrasikan dari cloud ke hardware.

“Jadi insyaallah akhir bulan ini selesai semua,” jelasnya.

Ia menyebutkan hari ini tidak mungkin dilakukan pemblokiran.

“Enggak mungkin lah tanggal 24 Agustus. Seharusnya kalau sesuai Permen (Peraturan Menteri) tanggal 31 Agustus, kami akan mencoba penuhi tanggal itu, tapi kalau pemerintah yang kemudian menjadi hambatan (terkait serah terima database yang belum dilakukan) ya mohon maaf, kita mundur semua,” jelas Marwan.

Ia menyadari bahwa aturan ini tidak bisa berjalan sempurna dengan cepat, mengingat masih sangat baru diimplementasikan di Indonesia.

Kendati demikian, ATSI tetap akan mendukung program ini. “Operator seluler berkomitmen membantu pemerintah, kita mendukung dan saat ini administrasi antar lembaga yang kita tunggu untuk diselesaikan,” imbuh Marwan.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo), Ismail mengatakan bahwa pihaknya sudah siap mengimplementasikan aturan IMEI.

Saat disinggung mengenai posisi database TPP Impor dan TPP Produksi, Ismail mengatakan bahwa data tersebut diimplementasikan ke sistem yang sementara masih dikelola operator seluler.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier menyebut database TPP Impor dan TPP Produksi telah diunggah ke CEIR.

“Teknis enkripsinya dikelola dengan Kominfo. Kemenperin sudah selesai meng-upload,” klaim Taufiek.

Taufiek pun mengklaim bahwa mesin CEIR di sisi pemerintah sudah siap.

Berbeda dengan Marwan, Taufiek menegaskan Kemenperin siap melaksanakan pemblokiran ponsel BM itu hari ini.

Namun Taufiek tidak merinci persiapan apa saja yang telah dilakukan Kemenperin.

“Siap sekali, dan pemerintah tidak main-main,” pungkas Taufiek.(kmp)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Ribuan Napi di Kalsel Terancam Gagal Nyoblos..!
apahabar.com

Nasional

Survei AJI, Upah Layak Jurnalis Ibu Kota Rp 8,7 juta
apahabar.com

Nasional

Usai Jalani Uji Kepatutan, Idham Azis Kutip Kalimat BJ Habibie
apahabar.com

Nasional

Sudah Puluhan Orangutan Dilepasliarkan ke Kawasan Konservasi
apahabar.com

Nasional

867 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh, 644 Masih Dirawat
apahabar.com

Nasional

Hadapi Karhutla, Kalsel Bentuk Satgas Doa hingga Salat Minta Hujan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Kemungkinan Masjid Istiqlal Dibuka Kembali Juli 2020
apahabar.com

Nasional

Cuncung Minta PLN Sosialisasikan Program Listrik Gratis Secara Masif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com