Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Resmi, Polres Batola Berlakukan Uji Psikologi Pemohon SIM

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 16:53 WIB

Resmi, Polres Batola Berlakukan Uji Psikologi Pemohon SIM

Salah seorang pemohon SIM di Polres Barito Kuala memperlihatkan surat keterangan lulus uji psikologi. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Persyaratan administrasi pembuatan dan perpanjangan SIM di Polres Barito Kuala, resmi mengalami pembaruan sejak, Senin (3/8).

Terhitung mulai 1 Agustus 2020 di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan, diberlakukan syarat kesehatan rohani yang dibuktikan melalui surat keterangan lulus uji psikologi.

“Dasar pemberlakuan uji psikologi adalah UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Perkap Kapolri Nomor 09/2012 tentang SIM,” ungkap Kapolres Batola, AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif, melalui Kasatlantas AKP Faisal Amri Nasution, Senin.

“Dengan demikian, surat keterangan lulus uji psikologi melengkapi surat keterangan sehat. Persyaratan ini berlaku untuk SIM perpanjangan maupun baru semua golongan,” sambungnya.

Lokasi uji psikologi di Polres Batola berada di dekat ruang uji kesehatan.

Dalam penyelenggaraan ujian ini, mereka bekerja sama dengan Biro Psikologi Prasetya .

Selama hari pertama, cukup banyak pemohon SIM yang mengantre di ruang tes psikologi. Kebanyakan mengurus perpanjangan maupun pembuatan SIM A dan C baru.

“Pelaksanaan perdana uji psikologi cukup lancar. Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan petugas terkait agar siklus pengujian tidak banyak menghambat waktu pelayanan penerbitan SIM,” tegas Faisal.

Semua peserta uji psikologi diwajibkan menjawab 9 soal, di antaranya bertipe pilihan ganda.
Salah satu soal yang disodorkan adalah sikap ketika mendapat panggilan telepon selama berkendara.

“Kalau memang sudah ketetapan dari pusat, kami tidak masalah diwajibkan mengikuti tes psikologi,” papar Rahmadi, warga Kecamatan Barambai yang mengurus perpanjangan SIM C.

“Namun yang pasti biaya juga bertambah. Kalau sebelumnya cukup bayar biaya perpanjangan dan uji kesehatan, sekarang harus ditambah biaya uji psikologi,” sambungnya.

Terkait besaran biaya tes psikologi, ternyata bukan ruang lingkup kepolisian, melainkan ditetapkan lembaga masing-masing.

Demikian pula biaya tes kesehatan. Namun demikian, biaya yang dikenakan hampir seragam di semua kawasan.

“Tes psikologi sendiri bertujuan menilai beberapa aspek dari pengendara dalam meminimalisasi risiko berkendara,” tukas Faisal.

“Mengacu analisis dan evaluasi Korlantas Polri dalam rentang 2012 hingga 2019, faktor psikologi menyebabkan pengemudi tidak konsentrasi dan kurang disiplin,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

150 Personil Polda Kalsel Jalani Tes Rapid Sebelum Donorkan Darah
apahabar.com

Kalsel

Sungai Kusambi Mulai Meluap, Warga Maju Makmur Waswas
apahabar.com

Kalsel

Gudangnya Ludes Terbakar, Danlanal Kotabaru Santuni OPIN

Borneo

Rencana Kartu Nikah, DPRD Kalsel Bakal Panggil Kemenag Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Penumpang Banjarmasin yang Merokok di Pesawat Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Kabar dari Hulu, Ekspresi Kegelisahan Masyarakat Barabai tentang Meratus
apahabar.com

Kalsel

Dikeroyok, Satu Pria di Banjarmasin Sandang 5 Tusukan
apahabar.com

Kalsel

200 Guru di Kabupaten Banjar Ikut Pelatihan Kurikulum K13
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com