Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Ribuan Pengendara Kena Tilang Ops Patuh Intan 2020 di Banjarmasin

- Apahabar.com Kamis, 6 Agustus 2020 - 17:13 WIB

Ribuan Pengendara Kena Tilang Ops Patuh Intan 2020 di Banjarmasin

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Rachmat Hendrawan (duduk-kiri) didampingi Kasat Lantas, AKP Gustaf Adolf Mamuaya. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banjarmasin menjaring ribuan kendaraan selama 14 hari Operasi Patuh Intan 2020 digelar.

“Kita menjaring sebanyak 2.082 kendaraan,” kata Kapolresta Banjarmasin, Kombes Rachmat Hendrawan didampingi Kasat Lantas, AKP Gustaf Adolf Mamuaya, Kamis (6/8) siang.

Adapun rinciannya, antara lain pelanggaran administrasi atau surat menyurat sebanyak 182 kasus, penggunaan ponsel ketika di jalan sebanyak 18, pelangaran kelengakapan kendaraan, terutama knalpot sebanyak 56.

Kemudian pelanggaran marka jalan, rambu dan lampu merah sebanyak 457, melawan arus sebanyak 733, pelanggaran lantaran tidak menggunakan helm sebanyak 538.

Kemudian lagi, ada pula jenis pelanggaran terkait lampu utama kendaraan pada siang hari sebanyak 52 dan pelanggaran terkait sabuk pengaman sebanyak 46.

“Pada operasi kali ini pelanggaran masih didominasi oleh pengguna kendaraan roda 2,” ujar Kapolresta.

Terlepas dari itu, yang menarik selama Operasi Patuh Intan 2020 kecelakaan lalulintas yang menyebabkan korban jiwa turun 100 persen, jika dibanding saat berlangsungnya Operasi Patuh Intan 2019 lalu.

“Meski Operasi Patuh Intan 2020 telah berakhir, kita imbau kepada masyarakat untuk tetap dapat tertib dalam berlalu lintas,” imbau Kapolresta.

Dikesempatan yang sama Kasatlantas Polresta Banjarmasin, AKP Gustaf Adolf Mamuaya menyebutkan jumlah pelanggar pada Operasi Patuh 2020 turun drastis dibanding pelanggar yang dijaring pada Operasi Patuh Intan 2019 lalu.

Selain disebabkan oleh mulai meningkatnya kesadaran masyarakat, penurunan tersebut ujarnya diduga karena selama Operasi Patuh Intan 2020 jajarannya lebih banyak menggunakan “system hunting” (berkeliling) dari pada Stationery (razia menetap).

“Jika Operasi Patuh Intan 2019 jumlah pelanggar yang dijaring mencapai 4.000 pelanggar, pada tahun ini hanya 2.082 pelanggar,” ucapnya.

Dalam jumpa pers tersebut juga dilakukan pemotongan terhadap 56 knalpot milik pelanggar yang kedapatan menggunakan knalpot brong.

Operasi Patuh Intan 2020 sendiri digelar selama 14 hari, sejak tanggal 23 Juli Hingga 5 Agustus 2020.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Riyad Dafhi R - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Pengakuan Tersangka Pencabulan 15 Siswa SMA Di Tamban
apahabar.com

Hukum

Tak Kapok, Dua Residivis Narkoba Bersiap Terima Tuntutan
apahabar.com

Hukum

Sedang Edarkan Sabu, Anuy Diciduk Polisi
apahabar.com

Hukum

Forpeka Kutuk Aksi Bejat Oknum Kades dan 2 Perangkatnya Cabuli Remaja di Katingan
apahabar.com

Hukum

Dituntut 15 Tahun, Pencabul Anak Tiri di Teweh Minta Ampun
apahabar.com

Hukum

Tabrakan Horor di Pulau Laut, Polisi: Sopir Tetap Diproses
apahabar.com

Hukum

Gegara 2,26 Gram Sabu, 2 Pemuda di Tala Ditangkap Polisi
apahabar.com

Hukum

Rebutan Penumpang, Sopir Bandara Ini Tega Tusuk Temannya Sendiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com