Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Sakit Saat BAB, Bocah di Kotawaringin Ternyata Korban Sodomi

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 15:12 WIB

Sakit Saat BAB, Bocah di Kotawaringin Ternyata Korban Sodomi

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin saat berbincang dengan tersangka pelaku sodomi terhadap seorang bocah. Foto-Antara

apahabar.com, SAMPIT – Seorang bocah laki-laki tiga tahun di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin, Kalimantan Tengah, jadi korban sodomi tetangganya sendiri.

Pelaku tetangga korban di perumahan perusahaan sesama karyawan perkebunan kelapa sawit, AK (20).

Kasus ini terungkap ketika korban buang air besar dan kesakitan.

“Ketika diperiksa ayahnya, ternyata ada lecet. Setelah ditanya, korban mengaku dicabuli (disodomi) oleh pelaku. Orang tua korban lalu melaporkannya ke kami,” jelas Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin di Sampit, dilansir Antara, Jumat (7/8).

Kasus ini berawal ketika tersangka mengajak korban berkeliling menggunakan sepeda motor di perkebunan setempat dengan dalih ingin melihat ekskavator yang sedang dioperasikan pada Senin (3/8) pukul 15.00 WIB.

Korban yang tidak paham dengan maksud tersembunyi, langsung ikut dengan tersangka.

Tidak ada kecurigaan karena mereka bertetangga dan sudah saling kenal. Apalagi tersangka bekerja di tempat yang sama dengan pekerjaan ayah korban.

Namun ternyata tersangka tidak mengantar korban melihat ekskavator, tetapi malah membawanya ke dalam blok perkebunan kelapa sawit. Di situlah diduga korban disodomi oleh tersangka.

Usai melakukan aksi tercela itu, tersangka mengantar korban pulang ke rumah sekitar pukul 17.30 WIB.

Tindakan asusila itu baru terbongkar setelah korban mengeluh sakit saat buang air besar. Tersangka pun langsung ditangkap polisi pada keesokan harinya.

Hasil visum, ada indikasi kuat bocah malang tersebut menjadi korban pencabulan oleh tersangka. Hal itu diperkuat dengan bukti-bukti lainnya yang telah diamankan.

Tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

2020, Bandara Muhammad Sidik di Barut Ditargetkan Beroperasi
apahabar.com

Kalteng

Parpol Belum Juga Umumkan Jagoan di Pilgub Kalteng
apahabar.com

Kalteng

MUI Kalteng: Pemindahan Ibu Kota Harus Wujudkan Masyarakat Madani
apahabar.com

Kalteng

Gegara Edarkan Sabu, Oknum ASN di Kapuas Kalteng Diciduk Polisi
apahabar.com

Kalteng

Buron Curas di Kaltim Kejar-kejaran dengan Polisi Kalteng
RS Bhayangkara

Kalteng

RS Bhayangkara Palangka Raya Terima Alat x-Ray Portable Pusdokkes Polri
Pesawat di Kalteng

Kalteng

Teka-Teki Puing Diduga Pesawat di Kalteng Terkuak, Pecahan Roket Cina?
Malam Tahun Baru

Kalteng

Malam Tahun Baru Polres Kapuas Berlakukan Jam Malam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com