Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19

Segera Dimusyawarahkan, Tunggu Status Air Terjun Haratai HSS

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 18:12 WIB

Segera Dimusyawarahkan, Tunggu Status Air Terjun Haratai HSS

Air terjun Haratai, salah satu objek wisata unggulan Kecamatan Loksado. Foto-Istimewa

apahabar.com, LOKSADO – Air Terjun Haratai selama ini jadi objek wisata andalan Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Namun di masa pandemi, Desa Haratai mengisolasi wilayahnya dari kunjungan orang luar.

Terkait hal itu, rencananya akhir September 2020 akan ada musyawarah terkait status kunjungan ke wilayah desa tersebut.

Memang status penutupan wilayah desa itu diputuskan melalui musyawarah desa. Musyawarah mengundang tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya. Hasil musyawarah ditetapkan, Desa Haratai akan dibuka pada Desember 2020 mendatang.

Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS telah menetapkan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Loksado sudah dibuka.

Menyikapi dibukanya KSPN Loksado, Desa Haratai akan kembali memfasilitasi masyarakat melaksanakan musyawarah.

apahabar.com

Kades Haratai Marto saat ditemui di Kantor Kecamatan Loksado. Foto-Istimewa

“Kami akan laksanakan musyawarah kembali 34 hari lagi, terkait keputusan status wilayah,” ucap Kepala Desa (Kades) Haratai Marto, saat disambangi apahabar.com di Kantor Kecamatan Loksado, Rabu (26/8) siang.

Musyawarah yang akan dilaksanakan akhir September 2020 itu, kembali akan mengundang para tokoh, seperti pengulu balai (kepala balai adat dalam suatu kampung di Meratus) dan tokoh masyarakat.

Ia berharap, masyarakat yang ber-KTP luar kecamatan Loksado tidak memasuki wilayahnya sementara ini. Akan dikenakan sanksi adat jika bersikeras masuk, sebab sudah ada peringatan dan pemberitahuan larangan masuk.

Kendati dilaksanakan musyawarah, Kades Marto tidak menjamin hasilnya dapat kembali membuka wilayahnya untuk kunjungan orang luar. Pasalnya, menurutnya masyarakat saat ini masih banyak yang berkeinginan tetap menutup kawasannya.

“Kalau masyarakat kami, masih ada yang ingin tetap tetap tidak ada kunjungan terutama wisatawan sementara ini. Kami hanya memfasilitasi pendapat masyarakat,” ucapnya.

Selain mengacu pada aturan adat, Desa Haratai dianggap masih bersih dari penularan virus Covid-19. Dikuatirkan, jika dibuka kunjungan terutama pariwisata akan membahayakan warga sekitar.

Ia berpesan, siapapun orang dari luar sementara ini menahan diri untuk berkunjung ke wilayah Desa Haratai. Sebab sudah ada pemberitahuan dan peringatan, apabila nekat memaksa masuk terpaksa akan dikenakan sanksi.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Ahc27 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Banjarmasin Bersiap Hadapi Pilkada
apahabar.com

Kalsel

Oktober, Polisi Ungkap 9 Kasus Peredaran Narkotika di HST
apahabar.com

Kalsel

Mobil Nyungsep ke Gorong-Gorong, Remaja Handil Bakti Diamankan
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS..!!! Api Bikin Geger Kampung Jawa
apahabar.com

Kalsel

Pembobol BPR Martapura Diduga Lebih Satu Orang
apahabar.com

Kalsel

Peningkatan Investasi akan Pulihkan Pertumbuhan Ekonomi
apahabar.com

Kalsel

STKIP PGRI Banjarmasin: PTS Mampu Bersaing dengan PTN
apahabar.com

Kalsel

Diskotik Dilarang, Banjarmasin Bolehkan THM Lain Beroperasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com