ga('send', 'pageview');
Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19 Penetapan Paslon Pilwali Banjarmasin 2020: Didahului Khairul Saleh, Diakhiri Ibnu Sina Dugaan Penyiksaan Bocah Sungai Bilu yang Dikira Diculik Makhlus Halus Rumah di Mantuil Banjarmasin Amblas ke Sungai, Pemilik Luka-Luka

Segera Dimusyawarahkan, Tunggu Status Air Terjun Haratai HSS

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 18:12 WIB

Segera Dimusyawarahkan, Tunggu Status Air Terjun Haratai HSS

Air terjun Haratai, salah satu objek wisata unggulan Kecamatan Loksado. Foto-Istimewa

apahabar.com, LOKSADO – Air Terjun Haratai selama ini jadi objek wisata andalan Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Namun di masa pandemi, Desa Haratai mengisolasi wilayahnya dari kunjungan orang luar.

Terkait hal itu, rencananya akhir September 2020 akan ada musyawarah terkait status kunjungan ke wilayah desa tersebut.

Memang status penutupan wilayah desa itu diputuskan melalui musyawarah desa. Musyawarah mengundang tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya. Hasil musyawarah ditetapkan, Desa Haratai akan dibuka pada Desember 2020 mendatang.

Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS telah menetapkan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Loksado sudah dibuka.

Menyikapi dibukanya KSPN Loksado, Desa Haratai akan kembali memfasilitasi masyarakat melaksanakan musyawarah.

apahabar.com

Kades Haratai Marto saat ditemui di Kantor Kecamatan Loksado. Foto-Istimewa

“Kami akan laksanakan musyawarah kembali 34 hari lagi, terkait keputusan status wilayah,” ucap Kepala Desa (Kades) Haratai Marto, saat disambangi apahabar.com di Kantor Kecamatan Loksado, Rabu (26/8) siang.

Musyawarah yang akan dilaksanakan akhir September 2020 itu, kembali akan mengundang para tokoh, seperti pengulu balai (kepala balai adat dalam suatu kampung di Meratus) dan tokoh masyarakat.

Ia berharap, masyarakat yang ber-KTP luar kecamatan Loksado tidak memasuki wilayahnya sementara ini. Akan dikenakan sanksi adat jika bersikeras masuk, sebab sudah ada peringatan dan pemberitahuan larangan masuk.

Kendati dilaksanakan musyawarah, Kades Marto tidak menjamin hasilnya dapat kembali membuka wilayahnya untuk kunjungan orang luar. Pasalnya, menurutnya masyarakat saat ini masih banyak yang berkeinginan tetap menutup kawasannya.

“Kalau masyarakat kami, masih ada yang ingin tetap tetap tidak ada kunjungan terutama wisatawan sementara ini. Kami hanya memfasilitasi pendapat masyarakat,” ucapnya.

Selain mengacu pada aturan adat, Desa Haratai dianggap masih bersih dari penularan virus Covid-19. Dikuatirkan, jika dibuka kunjungan terutama pariwisata akan membahayakan warga sekitar.

Ia berpesan, siapapun orang dari luar sementara ini menahan diri untuk berkunjung ke wilayah Desa Haratai. Sebab sudah ada pemberitahuan dan peringatan, apabila nekat memaksa masuk terpaksa akan dikenakan sanksi.

Editor: Syarif

Reporter: Ahc27 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Turun Langsung Pimpin Razia, Kompol Syaiful Bob Dapati 10 Pelanggar
apahabar.com

Kalsel

Pulang dari Banjarmasin, Pria Paruh Baya di Tapin Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Detik-Detik Proklamasi RI di Tabalong, Pengguna Jalan Berhenti Sejenak
apahabar.com

Kalsel

Imigrasi Banjarmasin Siap Tangkal WNI Eks ISIS Masuk Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Ops Lilin Intan 2019, Kapolres: Harus Ikhlas Menjalankan Tugas
apahabar.com

Kalsel

Hari Jadi Satui ke-356; Warga kenang Idham Chalid di Pergelaran Seni
apahabar.com

Kalsel

Geger Mayat Wanita Hamil di HST, Diduga Istri Muda Pembakal
apahabar.com

Kalsel

Kiat Iptu Angga Tekan Potensi Lakalantas di Tanbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com