Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Sektor Pertanian ‘Tulang Punggung’ Ekonomi Tapin di Masa Pandemi

- Apahabar.com Minggu, 16 Agustus 2020 - 11:10 WIB

Sektor Pertanian ‘Tulang Punggung’ Ekonomi Tapin di Masa Pandemi

Ilustrasi panen padi. Foto-net

apahabar.com, RANTAU – Kabupaten Tapin beruntung, masih memiliki lahan pertanian yang produktif. Setidaknya, dapat jadi ‘tulang punggung’ ekonomi di masa pandemi Covid-19 sekarang.

Seperti diketahui, Tapin dipercaya Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai salah satu penyangga pangan nasional, khususnya padi.

Tapin juga dikenal sebagai lumbung padinya, Kalimantan Selatan.

Dari 2.071 Kilometer persegi luas wilayah Tapin itu tidak hanya terkenal dengan korporasi pertambangan batu bara dan kelapa sawitnya, namun sektor pertaniannya tidak kalah saing menopang ekonomi daerah.

Kabag Perekonomian Setda Tapin, Wahyu Pratono mengungkapkan sekitar 60 persen penopang perekonomian Tapin ada sektor pertambangan batu bara dan pertanian.

Selama pandemi sektor pertambangan mengalami penurunan kecuali perusahan yang menjadi objek vital nasional. “Ekspor turun karena permintaan tidak ada,” ujar Wahyu Pratono kepada apahabar.com, baru-baru ini.

Diakuinya, pertanian adalah penyelamat sebagian ekonomi masyarakat Tapin di masa pandemi Covid-19 yang mengganggu ekonomi dunia.

“Sektor pertanian bertahan, karena kebutuhan pokok. Namun, dari perputaran ekonomi sedikit banyaknya tersendat, misalnya dari masyarakat tidak mengeluarkan duit untuk kebutuhan sekunder bahkan tersier,” ujarnya saat di meja kerjanya itu.

Sektor pertanian kecuali padi, dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin mengalami penurunan akibat pandemi, di antaranya: ekonomi perternakan, karet dan kelapa sawit.

Perkebunan karet dan kelapa sawit mengalami penurunan produktivitasnya karena harga selalu berubah. Untuk nilai ekspor turun di masa pandemi.

Sementara penjualan dari sektor perternakan menurun, hal itu dapat dilihat dari angka penjualan hewan kurban saat Iduladha. Tahun 2019 ada 630 kurban, sedangkan tahun ini hanya 533 jumlahnya.

“Masyarakat beralih ke sektor pertanian lainnya. Harga stabil untuk karet harusnya di atas Rp7 ribu. Sekarang Rp6 ribu sampai ke bawah,” ujar Wagimin.

Selain padi, komoditas pertanian Tapin di antaranya, jagung dari 1.000 hektar ada 625 hektar siap tanam dan kedelai dari 200 hektar baru tercapai 25 hektar. “Target September semua terpenuhi,” ujarnya.

Untuk padi, Dinas Pertanian Tapin ditargetkan setiap tahunnya harus meningkatkan 3 persen produksi.

Khusus di masa pandemi Covid-19 Kementerian Pertanian RI menargetkan produksi padi Tapin sebesar 5 persen.

Sekarang ada 83.000 hektar tanah untuk menanam padi. Target produksi padi 5,3 ton per hektar.

“Target produksi padi Tapin 400.000 ton, sampai sekarang sudah didapat 302.2000 ton. Arahan Menteri Pertanian, pada September dan Oktober diperkirakan terkejar,” ujar Wagimin.

Untuk penambahan 5 persen target peningkatan produksi padi itu, Dinas Pertanian Tapin telah menambah media tanam, total lahan jadi 48.500 hektar.

Meski demikian, kendalanya saat ini hanya 1.500 hektar yang masuk dalam wilayah jaringan irigasi.

Di masa depan jaringan irigasi baru untuk sektor pertanian adalah kuncinya.

Dipredisksi Wagimin setelah Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia, bendungan Tapin selesai, jaringan irigasi baru akan dibangun dan bisa mengairi persawahan secara merata.

Inovasi Dinas Pertanian Tapin menyikapi kendala itu adalah manajemen waktu tanam.

“Dinas Pertanian memacu waktu tanam sampai 2 kali tanam dengan pemanfaatan pengamatan cuaca untuk wilayah rawa. Untuk di 1.500 hektar lahan yang dialiri irigasi, untuk tanam bisa 2, sampai 3 kali pertahun. Sekarang sudah jalan,” ujar Wagimin.

Tak hanya berpacu dengan waktu, tapi juga cuaca. Wagimin mengatakan biasanya bulan Januari, sekarang Dinas Pertanian akan memboyong petani untuk tanam di bulan Oktober.

“Oktober, September, Desember panen. Januari sampai selanjutnya tanam lagi,” ujarnya.

Metode pelaksanaan itu diakui Wagimin sudah berhasil dilakukan Dinas Pertanian Tapin.

Wilayah sektor pangan ada di 10 Kecamatan: Tapin Tengah, Tapin Utara, Tapin Selatan, Candi Laras Utara , Candi Laras Selatan, Bungur, Piani, Binuang, Bakarangan, Lokpaikat.

Wilayah paling mendominasi khususnya padi ada di Tapin Tengah dan Candi Laras Utara.

Di Kalimantan Selatan, sebagai penyangga pangan nasional, Tapin berada diurutan kedua, setelah Kabupaten Barito Kuala, Marabahan.

Bagaimana pendapatan petani khusus padi di Tapin?

Harga gabah standar nasional Kementrian Pertanian Rp3.800 ribu perkilogram. Penjualan gabah di Tapin kisaran Rp4.500-4.600 ribu.

Kata Wagimin, petani masih sangat untung. Namun, ia menyarankan petani untuk menjual beras, bisa Rp8 Ribu perkilogramnya.

Sosial ekonomi masyarat, kebanyakan menjual sebagian gabah, karena untuk memenuhi cost of production selama masa tanam sampai panen.

“Bisa dikatakan sektor pertanian stabil dan di masa pandemi dilakukan peningkatan,” ujar Wagimin.

apahabar.com

Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin. Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

STKIP PGRI Banjarmasin: PTS Mampu Bersaing dengan PTN
apahabar.com

Kalsel

Sayed Jafar Berharap Anggota BPD Bekerjasama dengan Aparatur Desa
apahabar.com

Kalsel

DPRD Banjarmasin Siapkan Perda Wisata Halal
apahabar.com

Kalsel

Warga Kuin Cerucuk Banjarmasin Dibuat Geger, Mayat Berbusana Minim Ditemukan Mengapung
apahabar.com

Kalsel

Handphone Meledak di Kamar Nisa Tanbu, Uang Jutaan Rupiah Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Bikin Haru, Sosok Korban Kecelakaan di Jalan Gubernur Subarjo Banjar di Mata Anak Sulung
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Kalsel Masih Diguyur Hujan
apahabar.com

Kalsel

Komisi VII DPR RI Temukan Indikasi Pelanggaran BBM Bersubsidi di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com