Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Selama Lima Bulan, Pasien Covid-19 di Batola Mendekati 500 Orang

- Apahabar.com Kamis, 13 Agustus 2020 - 18:53 WIB

Selama Lima Bulan, Pasien Covid-19 di Batola Mendekati 500 Orang

Pelaksanaan rapid test berjalan menjadi salah satu upaya Barito Kuala untuk menekan penyebaran Covid-19. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sejak kasus pertama ditemukan 7 April 2020, jumlah pasien konfirmasi Covid-19 di Barito Kuala sudah mendekati 500 kasus, seiring penambahan 4 kasus baru, Kamis (13/8).

Penambahan 4 kasus berasal dari sejumlah kecamatan. 2 di antaranya merupakan warga Marabahan, yakni seorang pasien perempuan Btl-497 (49 tahun) dan seorang pasien laki-laki Btl-498 (45 tahun).

Kedua pasien dari Marabahan ini dikonfirmasi sebagai kontak erat dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sementara 2 pasien lain masing-masing berasal dari Kecamatan Alalak dan Cerbon. Mereka adalah Btl-495 (60 tahun) dan Btl-496 (37 tahun).

Btl-495 yang berjenis kelamin perempuan, sedang dirawat di SKB Batola. Sementara Btl-496 masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Total jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 di Batola sudah mencapai 497 orang,” jelas dr Azizah Sri Widari, juru bicara Satgas Covid-19 Batola.

“Namun 357 orang sudah sembuh, sementara 134 masih menjalani perawatan maupun isolasi mandiri,” tambahnya.

Jumlah konfirmasi positif berpotensi terus bertambah, lantaran terdapat 55 warga yang masuk daftar suspek dan 245 kontak erat. Mereka termasuk 644 target swab test masif yang dimulai 14 hingga 17 Agustus 2020 di Batola.

“Sesuai arahan Bupati Batola, sasaran swab test ini adalah kelompok rentan seperti rumah tahanan dan hasil tracing kasus positif,” papar Azizah.

Demikian pula di kecamatan-kecamatan dan perkantoran. Sasaran swab test masif tetap menjadikan hasil tracing sebagai acuan.

Berdasarkan data sementara, Alalak memiliki target terbanyak hingga 100 warga. Disusul Marabahan 80 orang dan Mekarsari 50 orang.

Kemudian Kecamatan Tabunganen, Anjir Muara, Anjir Pasar, Mandastana dan Belawang masing-masing 30 orang.

Sementara Tamban, Rantau Badauh, Cerbon, Bakumpai dan Tabukan ditargetkan 20 orang. Selanjutnya Jejangkit, Wanaraya, Barambai dan Kuripan menyasar 10 orang.

Dari 17 kecamatan, 4 di antaranya berstatus zona hijau, yakni Anjir Muara, Rantau Badauh, Wanaraya dan Kuripan. Sedangkan Tabunganen dan Jejangkit berstatus zona abu-abu.

“Acuan hasil tracing ini dimaksudkan agar pelaksanaan swab test tidak serampangan, sekalipun warga tersebut belum mengantongi KTP Batola,” tandas Azizah.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Digandeng Uniska, Desa Danda Jaya Punya ‘Janda Ayu’
apahabar.com

Batola

Demi Pilgub Kalsel, Disdukcapil Batola Kejar Perekaman Data Ribuan Warga
apahabar.com

Batola

Keterwakilan Perempuan di BPD Batola Lampaui Kuota Nasional
apahabar.com

Batola

Ikut Berduka, Noormiliyani Juga Mendoakan Ketabahan Istri Walikota Banjarbaru
apahabar.com

Batola

Berlangsung Serentak, Pemilihan BPD di Batola Pakai Mekanisme Baru
apahabar.com

Batola

Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan Berkurban di Batola
apahabar.com

Batola

Setelah Pensiun, Begini Kondisi Anggota Polres Batola Penyedia Bubur Gratis
apahabar.com

Batola

Puluhan Tahun Sepi, Murnianti Tetap Berjualan di Pasar Handil Bakti
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com