3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Selama Pandemi Perceraian di Kapuas Meningkat, Banyak Istri Rela Menjanda

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 18:47 WIB

Selama Pandemi Perceraian di Kapuas Meningkat, Banyak Istri Rela Menjanda

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Pengadilan Agama (PA) Kapuas, Kalteng mencatat ratusan kasus peceraian suami istri selama pandemi Covid-19.

Sejak Januari hingga Agustus 2020 ini, PA Kapuas telah mencatat 285 perkara gugatan perceraian. Dari total itu, kebanyak gugat cerai dari pihak istri.

Panitera Muda Hukum PA Kapuas, Junaidi, mengatakan tercatat sebanyak 263 kasus gugatan yang sudah diputuskan.

Sebanyak 217 kasus di ataranya gugatan cerai dari pihak istri. Sementara sisanya, 46 kasus gugatan cerai talak dari suami.

“Rata-rata permohonan gugatan perceraian disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya perselisihan antar pasangan dan faktor ekonomi,” kata Junaidi kepada apahabar.com di Kuala Kapuas, Senin (10/8).

Selain itu, lanjut Junaidi, permohonan gugatan perceraian juga disebabkan adanya pihak ketiga.

Yakni, suami tidak bertanggung jawab dalam menafkahi keluarga maupun meninggalkan istri tanpa kabar selama berbulan-bulan. Sehingga mereka pun rela pilih menjanda.

Menurut Junaidi tiap perkara gugat cerai suaminya atau cerai talak istrinya, pihaknya sebelum persidangan tetap mengupayakan untuk bisa rujuk bagi kedua belah pihak, dengan proses mediasi.

“Sebelum proses gugatan cerai ataupun cerai talak, terlebih dahulu diusahakan bagi mereka untuk bisa rujuk kembali dengan cara mediasi, sebab cerai sebenarnya bukan solusi yang terbaik,” ujarnya.

Ditambahkan Junaidi bahwa proses persidangan yang dilakukan di PA Kuala Kapuas, semuanya dilakukan secara langsung di ruang persidangan.

Meski begitu, tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Sekadar diketahui, jumlah perkara gugatan perceraian tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Pasalnya, pada periode Januari hingga Agustus tahun lalu hanya tercatat sebanyak 269 kasus.

apahabar.com

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kuala Kapuas, Junaidi. Foto-Istimewa

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Ahc25 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Positif Covid-19 di Barut Bertambah, Total 19 Pasien Dalam Perawatan
Pilih Ketua Baru, Golkar Kalteng Gelar Musda

Kalteng

Pilih Ketua Baru, Golkar Kalteng Gelar Musda   
apahabar.com

Kalteng

Tok, KUA-PPAS Perubahan APBD Kapuas 2020 Disepakati
apahabar.com

Kalteng

Menyusul Peristiwa Bom di Medan, Polsek Teweh Tengah Geruduk Pasar Pondopo
apahabar.com

Kalteng

Hebat!!! Anggota Dewan Barut Gadaikan Gaji Demi Ambulan
apahabar.com

Kalteng

Kunjungi Kalteng, Stafsus Kepresidenan Ingin Promosikan Obat Tradisional Lokal
apahabar.com

Kalteng

Hampir Seribu Rumah Terendam Banjir di Kolam Kobar
apahabar.com

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas, Bertambah 6 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com