Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Selangkah Lagi RI Masuk Resisi, CORE: Pemerintah Harus Akui

- Apahabar.com Rabu, 19 Agustus 2020 - 17:39 WIB

Selangkah Lagi RI Masuk Resisi, CORE: Pemerintah Harus Akui

Ilustrasi resesi global. Foto-iStockphoto via Tirto.id

apahabar.com, JAKARTA – Banyak negara telah masuk jurang resesi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Indonesia juga salah satu negara yang diprediksi bakal tergelincir ke dalam jurang resesi.

Direktur Riset Center of Refrom on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 akan terkontraksi minus 3-4 persen.

Melihat dari kondisi itu, Indonesia akan masuk jurang resesi karena kuartal II-2020 telah minus 5,3 persen.

“Saya kira triwulan III tidak terelakkan pertumbuhan negatif sekitar minus 3-4 persen yang artinya kita memasuki resesi,” kata Piter seperti dilansir detikcom, Rabu (19/8).

Dilihat dari kondisi itu, Piter meminta agar pemerintah mengakui dan tidak terus mengingkari kenyataan ini.

Sebab jika ekonomi Indonesia resesi, dia menilai bukan berarti kinerja pemerintah buruk karena krisis ini hampir melanda semua negara.

“Pemerintah seharusnya jangan terus mengingkari realitas ini, toh resesi ini bukan berarti kinerja pemerintah buruk. Resesi melanda hampir semua negara,” katanya.

Sementara, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad justru menilai Indonesia sudah masuk resesi.

Hanya saja, sebut Tauhid masih tunggu pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III akan minus, dia memperkirakan akan minus sekitar 1,3-1,7 persen.

“Sebenarnya kalau dilihat kuartal per kuartal kita sudah resesi. Triwulan I kan sudah turun, triwulan II turun, triwulan III saya prediksi akan membaik tapi memang masih negatif. Jadi resesi tinggal tunggu waktu saja,” ujarnya seperti dilansir detikcom.

Menurut Tauhid, dalam kondisi seperti ini wajar jika negara mengalami resesi.

Pemerintah seharusnya bisa transparan ke masyarakat dan mencari jalan keluar bagaimana caranya agar penurunan ekonomi yang dialami tidak jatuh terlalu dalam.

“Jadi pemerintah menaruh optimisme, kita dunia usaha, masyarakat bersifat realistis apa sesungguhnya yang terjadi di lapangan. Pengalaman negara lain juga menunjukkan seperti itu, jadi resesi memang wajar terjadi dengan situasi begini tapi bagaimana kita bisa mengurangi dampak resesi itu terutama bagi golongan masyarakat bergolongan rendah,” kata dia.(Dtk)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Sepanjang Januari, Pertamina Sudah Skorsing Dua Agen ‘Nakal’ di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Ekbis

Kurang dari Sebulan, Penjaminan Kredit UMKM Capai Rp31 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Efek Perang Dagang AS-Tiongkok, BI: 2020, Diprediksi Pertumbuhan Ekonomi Belum Pulih
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Aktivitas Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, IHSG Naik Seiring Penguatan Bursa Saham Asia
apahabar.com

Ekbis

Horee! Sri Mulyani Pastikan THR PNS Cair Pekan Ini
apahabar.com

Ekbis

Libur Natal dan Tahun Baru, BI Siapkan Uang Tunai Rp 105 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Picu Penguatan Rupiah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com