Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru BREAKING NEWS: Pelantikan Pjs Bupati Kotabaru dan Wali Kota Banjarbaru Segera Digelar Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming

Sempat Mangkir, KPK Kembali Panggil Bupati Kortawaringin Timur sebagai Tersangka

- Apahabar.com Senin, 24 Agustus 2020 - 12:42 WIB

Sempat Mangkir, KPK Kembali Panggil Bupati Kortawaringin Timur sebagai Tersangka

Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi. Foto-Antara/Untung Setiawan

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Supian Hadi hari ini, Senin (24/8).

Supian Hadi dipanggil atas statusnya sebagai tersangka dugaan kasus korupsi penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Kotawaringin Timur, pada tahun 2010—2012.

“SH dipanggil dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, penyidik KPK telah memanggil Supian pada Rabu (22/7) lalu. Namun, saat itu yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tanpa keterangan.

“Belum diperoleh informasi,” ucap Ali dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/7).

Baca juga :  157 Pegawai KPK Mengundurkan Diri dari 2016 Sampai September 2020

Supian telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 1 Februari 2019. Namun, Supian belum ditahan sampai saat ini.

Dalam kasus ini, diduga tersangka Supian menerbitkan Surat Keputusan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi seluas 1.671 hektare kepada PT Fajar Mentaya Abadi (FMA) yang berada di kawasan hutan.

Padahal, Supian mengetahui bahwa PT FMA belum memiliki sejumlah dokumen perizinan seperti izin lingkungan/amdal dan persyaratan lainnya yang belum lengkap.

Diduga kerugian keuangan negara pada perkara ini sekitar Rp5,8 triliun dan 711.000 dolar AS.

Kerugian itu dihitung dari eksplorasi hasil pertambangan bauksit, kerusakan lingkungan, dan kerugian kehutanan akibat produksi dan kegiatan pertambangan yang dilakukan PT Fajar FMA, PT Billy Indonesia (BI), dan PT Aries Iron Mining (AIM).

Baca juga :  157 Pegawai KPK Mengundurkan Diri dari 2016 Sampai September 2020

Selain itu, Supian juga diduga menerima mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp710 juta, mobil Hummer H3 senilai Rp1,35 miliar, dan uang Rp500 juta dari penerbitan izin tersebut.

Supian disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sisi Religius Jokowi di Mata Ustaz Yusuf Mansur
apahabar.com

Nasional

Kasus Penyiraman Asep Tak Kunjung Tuntas, Pelaku Diduga Orang Dalam
apahabar.com

Nasional

JMSI Riau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Anak Wartawan
apahabar.com

Nasional

Gitaris Seventeen Dipastikan Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Jokowi: 180 Negara Berebut APD hingga Sanitizer
apahabar.com

Nasional

Mantan Jihad Maluku Gelar Ceramah Deradikalisasi
apahabar.com

Nasional

Sumenep Diguncang Gempa, Terasa Hingga Jember
apahabar.com

Nasional

59 Mahasiswa UI Korban Tsunami Banten Ditemukan Selamat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com