Detik-Detik Longsor Maut di Desa Batu Bini HSS Timbun 4 Pencari Batu Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Tangkap Kakak Beradik Pemilik 2,1 Kg Sabu-Sabu Selama Idulfitri, PDAM Bandarmasih Pastikan Pasokan Aman Dewan Minta Pemkot Banjarbaru Lebih Peka Permasalahan Warganya, Simak Penjelasan Wali Kota Motif Pembunuhan Dipocong di Tabat HST Terungkap, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Sempat Mangkir, KPK Kembali Panggil Bupati Kortawaringin Timur sebagai Tersangka

- Apahabar.com Senin, 24 Agustus 2020 - 12:42 WIB

Sempat Mangkir, KPK Kembali Panggil Bupati Kortawaringin Timur sebagai Tersangka

Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi. Foto-Antara/Untung Setiawan

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Supian Hadi hari ini, Senin (24/8).

Supian Hadi dipanggil atas statusnya sebagai tersangka dugaan kasus korupsi penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Kotawaringin Timur, pada tahun 2010—2012.

“SH dipanggil dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, penyidik KPK telah memanggil Supian pada Rabu (22/7) lalu. Namun, saat itu yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tanpa keterangan.

“Belum diperoleh informasi,” ucap Ali dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/7).

Supian telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 1 Februari 2019. Namun, Supian belum ditahan sampai saat ini.

Dalam kasus ini, diduga tersangka Supian menerbitkan Surat Keputusan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi seluas 1.671 hektare kepada PT Fajar Mentaya Abadi (FMA) yang berada di kawasan hutan.

Padahal, Supian mengetahui bahwa PT FMA belum memiliki sejumlah dokumen perizinan seperti izin lingkungan/amdal dan persyaratan lainnya yang belum lengkap.

Diduga kerugian keuangan negara pada perkara ini sekitar Rp5,8 triliun dan 711.000 dolar AS.

Kerugian itu dihitung dari eksplorasi hasil pertambangan bauksit, kerusakan lingkungan, dan kerugian kehutanan akibat produksi dan kegiatan pertambangan yang dilakukan PT Fajar FMA, PT Billy Indonesia (BI), dan PT Aries Iron Mining (AIM).

Selain itu, Supian juga diduga menerima mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp710 juta, mobil Hummer H3 senilai Rp1,35 miliar, dan uang Rp500 juta dari penerbitan izin tersebut.

Supian disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Donald Trump: China Seharusnya Bisa Hentikan Penyebaran Covid-19
apahabar.com

Nasional

IDI Catat Jumlah Tenaga Medis yang Gugur akibat Covid-19 Meningkat
Covid-19 di Surabaya

Nasional

Kasus Covid-19 di Surabaya Meningkat, Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Hampir Penuh
Pemerintah Tambah Jumlah Reagen untuk Pemeriksaan Covid-19

Nasional

Pemerintah Tambah Jumlah Reagen untuk Pemeriksaan Covid-19
apahabar.com

Nasional

TOP Teratas, 5 Pabrikan Otomotif Sanggup Bertarung Melawan Pandemi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kapolri: Kerusuhan 21-22 Mei Sudah Mulai Diselidiki
apahabar.com

Nasional

Hujan, Antusias Pendukung Jokowi Tak Pudar
Satgas Covid-19

Nasional

Satgas Covid-19: 1.227.918 Nakes Telah Divaksinasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com