Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Sempat Tak Percaya, Ovie Kenang Sosok Nadjmi Adhani

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 15:26 WIB

Sempat Tak Percaya, Ovie Kenang Sosok Nadjmi Adhani

Aditya Mufti Ariffin sempat bertemu dengan Nadjmi Adhani saat keduanya berpapasan di Bandara Soekarno Hatta. Tak disangka, momen itu menjadi yang terakhir bagi Ovie yang sebelumnya berencana menantang Nadjmi di panggung Pilwali Banjarbaru 2020. Foto: Ovie for apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani tutup usia saat berjuang melawan Covid-19.

Lantas, bagaimana sosoknya di mata Aditya Mufti Ariffin?

Ovie, sapaan akrab Aditya, mengaku sempat kaget.

“Kami sempat tidak percaya beliau pergi mendahului kita semua,” ujarnya kepada apahabar.com, Selasa (11/8) siang.

Bagaimana tak terkejut, sehari sebelumnya kondisi orang nomor satu di Kota Banjarbaru itu dikabarkan baik.

Mendiang nadjmi, sesuai laporan Wakilnya, Darmawan Jaya, bahkan masih sadar dan mampu sarapan bubur.

Nadjmi, di mata putra eks gubernur Kalsel ini adalah sosok yang bersahabat.

“Pak Nadjmi orangnya sangat baik, dalam beberapa kesempatan bertemu dan ngobrol sama beliau, beliau adalah orang yang penuh semangat,” ungkapnya.

Di pengujung tahun, Ovie sempat ngobrol dan berswafoto dengan Nadjmi Adhani. Rupanya momen itu menjadi yang terakhir bagi keduanya.

“Terakhir kami bertemu di Bandara Soekarno-Hatta dalam perjalanan pulang ke Banjarbaru,” ungkapnya.

Tentu bukan hanya Ovie yang kehilangan sosok Nadjmi, melainkan seluruh masyarakat Kalsel terutama kota Banjarbaru.

Ovie, sosok yang sempat berencana menantang Nadjmi di panggung Pilwali Banjarbaru 2020 itu turut berduka.

Dia meminta kepada publik untuk mendoakan amal ibadah mendiang Nadjmi yang dikenal sebagai sosok periang ini.

“Semoga beliau husnulkhatimah dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah swt,” pungkasnya.

Konstelasi Berubah

Konstelasi politik sejekap berubah usai sang Wali Kota Nadjmi Adhani tutup usia.

Pasalnya, duet petahana Nadjmi Adhani – Darmawan Jaya Setiawan menjadi satu satunya bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang tersisa.

Sebelumnya, bakal pasangan calon lain gagal melenggang di panggung Pilwali Banjarbaru 2020.

Seperti pasangan Aditya-Iwansyah yang mengundurkan diri dengan alasan kemanusiaan dan tidak setuju Pilkada di gelar di tengah pandemi.

Lalu pasangan Edy Saifuddin-Astina Zuraida yang gagal melewati tahapan verifikasi faktual jalur independen yang dilakukan KPU Banjarbaru.

Praktis, peluang menang Nadjmi-Jaya pada Pilwali nantinya cukup terbuka lebar sekalipun melawan kotak kosong.

Namun, keadaan tiba-tiba berubah usai orang nomor satu di kota Banjarbaru itu meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19, Senin (10/8) dini hari.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjarbaru, Wartono belum bisa bicara banyak terkait arah dukungan mereka ke depan, usai meninggalnya Nadjmi Adhani.

“Rasa kurang etis kalau kami bicara, karena masih kondisi berkabung,” ucap Wartono dihubungi, Selasa (11/8).

Namun ia meyakini untuk partner Nadjmi yakni Darmawan Jaya masih tetap melanjutkan kontestasi.

“Iya, kami meyakini (Jaya) masih maju. Tapi, mungkin untuk wali kota,” bebernya.

Dalam waktu dekat, katanya, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan pengurus wilayah.

Senada, partai pengusung Nadjmi-Jaya lainnya yakni PKS dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dan konsolidasi internal.

“Insyaallah kami lakukan selepas hari berkabung ini,” ucap Ketua DPD PKS Banjarbaru M Irsan Finazli dihubungi terpisah.

Diungkapkannya, PKS juga bakal berkoordinasi dengan partai koalisi lainnya untuk menentukan masa depan pasangan yang mereka usung.

“DPW dan DPP tentu kami ajak membicarakan hal ini,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua KPU Banjarbaru, Hegar W Hidayat menyampaikan pendaftaran bakal pasangan calon dari parpol dijadwalkan kurang dari satu bulan lagi.

“Dari 4 sampai 6 September 2020. Sekarang masih tahap Coklit untuk pemutakhiran data pemilih. Kegiatannya sampai 13 Agustus ini,” jelas Hegar.

Untuk diketahui, Nadjmi-Jaya hingga saat ini mengantongi empat restu partai dengan total kursi seluruhnya berjumlah 12.

Yaitu NasDem dengan 4 kursi, PKS dengan 2 kursi, Golkar dengan 5 kursi dan Demokrat dengan 1 kursi. Sementara syarat dukungan pada Pilkada Banjarbaru hanya 6 kursi.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!
apahabar.com

Kalsel

Siswa Belajar di Rumah, Ada Paket Internet Gratis dari XL Axiata
apahabar.com

Kalsel

Operasi Antik 2020, Ratusan Gram Sabu dan Puluhan Pelaku Diamankan

Kalsel

VIDEO: Lima Atlet Kalsel Berjuang di Kejurnas Boling Palembang
apahabar.com

Kalsel

Putus Mata Rantai Corona, ASN Banjarmasin Ikut ‘Dirumahkan’
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Kapal Klotok Mogok Massal, Pemkot yang Rugi!
apahabar.com

Kalsel

Menilik Langkah Bupati HSS Lestarikan Hutan Loksado
apahabar.com

Kalsel

5 Ribu Warga Terdampak Banjir di Pelaihari, Jalan hingga Jembatan Terputus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com