Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Sepeninggal Nadjmi, Konstelasi Politik Banjarbaru Berubah

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:52 WIB

Sepeninggal Nadjmi, Konstelasi Politik Banjarbaru Berubah

Peta politik di Banjarbaru berubah usai Nadjmi Adhani tutup usia, Senin (10/8) dini hari. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Konstelasi politik tiba-tiba berubah usai sang Wali Kota Nadjmi Adhani tutup usia.

Pasalnya, duet petahana Nadjmi Adhani – Darmawan Jaya Setiawan menjadi satu satunya bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang tersisa.

Sebelumnya, bakal pasangan calon lain gagal melenggang di panggung Pilwali Banjarbaru 2020.

Seperti pasangan Aditya-Iwansyah yang mengundurkan diri dengan alasan kemanusiaan dan tidak setuju Pilkada di gelar di tengah pandemi.

Lalu pasangan Edy Saifuddin-Astina Zuraida yang gagal melewati tahapan verifikasi faktual jalur independen yang dilakukan KPU Banjarbaru.

Praktis, peluang menang Nadjmi-Jaya pada Pilwali nantinya cukup terbuka lebar sekalipun melawan kotak kosong.

Namun, keadaan tiba-tiba berubah usai orang nomor satu di kota Banjarbaru itu meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19, Senin (10/8) dini hari.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjarbaru, Wartono belum bisa bicara banyak terkait arah dukungan mereka ke depan, usai meninggalnya Nadjmi Adhani.

“Rasa kurang etis kalau kami bicara, karena masih kondisi berkabung,” ucap Wartono dihubungi, Selasa (11/8).

Namun ia meyakini untuk partner Nadjmi yakni Darmawan Jaya masih tetap melanjutkan kontestasi.

“Iya, kami meyakini (Jaya) masih maju. Tapi, mungkin untuk wali kota,” bebernya.

Dalam waktu dekat, katanya, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan pengurus wilayah.

Petahana vs Kotak Kosong di Pilkada Banjarbaru, Pengamat: Kurang Menarik

Senada, partai pengusung Nadjmi-Jaya lainnya yakni PKS dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dan konsolidasi internal.

“Insyaallah kami lakukan selepas hari berkabung ini,” ucap Ketua DPD PKS Banjarbaru M Irsan Finazli dihubungi terpisah.

Diungkapkannya, PKS juga bakal berkoordinasi dengan partai koalisi lainnya untuk menentukan masa depan pasangan yang mereka usung.

“DPW dan DPP tentu kami ajak membicarakan hal ini,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua KPU Banjarbaru, Hegar W Hidayat menyampaikan pendaftaran bakal pasangan calon dari parpol dijadwalkan kurang dari satu bulan lagi.

“Dari 4 sampai 6 September 2020. Sekarang masih tahap Coklit untuk pemutakhiran data pemilih. Kegiatannya sampai 13 Agustus ini,” jelas Hegar.

Untuk diketahui, Nadjmi-Jaya hingga saat ini mengantongi empat restu partai dengan total kursi seluruhnya berjumlah 12.

Yaitu NasDem dengan 4 kursi, PKS dengan 2 kursi, Golkar dengan 5 kursi dan Demokrat dengan 1 kursi. Sementara syarat dukungan pada Pilkada Banjarbaru hanya 6 kursi.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Mengambil Berkas ke PKB, Isyarat Habib Alwi Maju Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Bangun Banua, Sekda Gandeng Putra Mantan Bupati HST Maju Pilkada 2020
apahabar.com

Politik

Organisasi Relawan Hj Ananda – H Mushaffa Zakir Bermunculan, Terbaru Ada Jangkar Kanas!

Politik

Cara Sederhana Syafruddin H Maming Serap Aspirasi Masyarakat Bawah
apahabar.com

Politik

Minus Paman Birin, Tiga Nama Kembalikan Berkas ke Gerindra
apahabar.com

Politik

Kepala Daerah Maju ke Pilkada Wajib Cuti, Ini Pengganti Ibnu Sina
apahabar.com

Politik

Impikan Anaknya Jadi Sarjana, Sani Doakan Syafruddin H Maming Jadi Bupati Tanah Bumbu
Pilgub

Politik

Hanya 55,24 Persen, Partisipasi Pemilih Pilgub Kalsel di Tabalong Menurun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com