Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Tampil di Moto2 2020, Mandalika Racing Team (MRT) Pilih Dimas Ekky Jadi Tembalap Tim, Diluncurkan Rabu LIBUR PANJANG, Bandara Syamsudin Noor Mulai Bersiap BNNP Kalsel Sukses Gagalkan Transaksi 1 Kilogram Sabu di Komplek Citra Garden Kabupaten Banjar Pejabat Terpapar Covid-19, Pjs Wali Kota Banjarbaru Minta ASN Pedomani Prokes

Shopee Hapus Layanan Penjualan Uang Baru Rp75.000

- Apahabar.com Selasa, 18 Agustus 2020 - 22:20 WIB

Shopee Hapus Layanan Penjualan Uang Baru Rp75.000

Uang baru edisi khusus Kemerdekaan Indonesia. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Shopee akhirnya menghapus layanan penjualan uang baru Rp75.000 di platform-nya.

“Saat ini kami telah memastikan produk terkait dan toko yang menjual uang tunai Rp 75.000 dengan harga tidak sesuai dari aplikasi diturunkan, guna menjaga kenyamanan dan keamanan semua pengguna,” tutur Public Relations Lead Shopee Indonesia Aditya Maulana Noverdi dalam keterangan resmi, Selasa (18/8).

Menurut Aditya, Shopee memang memiliki tim internet yang didedikasikan untuk melakukan pemantauan secara aktif dan rutin terhadap produk yang dijual dalam aplikasinya. Hal itu dilakukan agar produk yang dijual sesuai dengan regulasi dan ketentuan pemerintah.

“Sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan Bank Indonesia, secara resmi uang tunai ini hanya dapat diakses melalui Bank Indonesia, Bank

Mandiri, BNI, BRI, BCA, dan CIMB Niaga setelah melakukan pemesanan online melalui aplikasi dan/atau situs web Bank Indonesia,” tuturnya menjelaskan.

Sebelumnya, di Shopee ada akun yang menjual uang baru Rp 75.000 dengan harga Rp 750.000 hingga Rp 8 jutaan per lembar.

Penjual dengan nama akun poker_walet misalnya, mengklaim hanya memiliki satu lembar uang Rp 75.000 dan menuliskan kalau uang ini adalah barang langka (rare item).

Untuk diketahui, uang baru Rp 75.000 ini merupakan uang khusus yang diterbitkan Bank Indonesia untuk memperingati HUT ke-75 RI. Uang ini merupakan alat pembayaran yang sah sesuai dengan nilai yang tercantum.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, uang ini dicetak dalam bentuk kertas sebanyak 75 juta lembar, sehingga total yang dicetak pemerintah adalah Rp 5,62 triliun.

Bagi kamu yang tertarik mendapatkan uang ini, informasi soal penukaran uang baru Rp 75.000 ini bisa dicek melalui situs pintar.bi.go.id.

Sebagai syarat utama, penukar merupakan Warga Negara Indonesia yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu, setiap pemilik KTP hanya dapat menukar satu lembar Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI ini.

Adapun proses penukaran dapat dilakukan mulai 18 Agustus 2020. Proses penukaran dilakukan di Bank Indonesia dan bank umum yang ditunjuk, seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, dan BCA, mulai 1 Oktober 2020.

Proses penukaran dilayani di seluruh wilayah Indonesia. Jadi, masyarakat yang tertarik tinggal memilih Provinsi dan lokasi tempat ingin menukarkan uang baru ini, lalu pilih tanggal penukaran.

Hanya dari pantauan kami, jadwal penukaran yang tersedia di sejumlah daerah sudah penuh hingga 3 September 2020. Setelah memilih jadwal penukaran, masyarakat tinggal mengisi data pemesan dan mencetak bukti pemesanan.

Terakhir, lakukan penukaran uang baru Peringatan Kemerdekaan ini secara langsung di lokasi dan tanggal yang sudah dipilih. Pastikan untuk membawa KTP asli, bukti pemesanan, dan uang tunai senilai Rp 75 ribu. Selamat menukar. (lip6)

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Rusia ke PPU Bahas Proyek KA Kalimantan, Realisasi Mendekati Nyata?
apahabar.com

Nasional

Resmi Ditahan, Vanessa Angel Terancam 6 Tahun Penjara
Bertambah 2, Pasien Positif Covid-19 di RI Jadi 6 Orang

Nasional

Bertambah 2, Pasien Positif Covid-19 di RI Jadi 6 Orang
apahabar.com

Nasional

Mendarat di Madinah, Mahmud Tak Mau Dipisahkan dari Belahan Jiwanya
apahabar.com

Nasional

Seru! Empat Kepala Daerah Paparkan Keunggulan Wilayah Mereka, Simak Penjelasannya
apahabar.com

Nasional

Jubir Presiden: Tatanan Normal Baru Masih Tahap Persiapan
apahabar.com

Nasional

ISPA Jadi Penyakit Keluhan Utama CJH di Mekkah
apahabar.com

Nasional

Facebook Tanggapi Pembatasan Medsos di Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com