VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Soal Obat Covid-19, KSAD: Masih Menunggu Hasil Review BPOM

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 23:36 WIB

Soal Obat Covid-19, KSAD: Masih Menunggu Hasil Review BPOM

Ilustrasi obat Covid-19. Foto-Dok. JPC

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengemukakan bahwa kelanjutan pengembangan obat COVID-19 masih menunggu hasil review atau peninjauan ulang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kita menunggu saja sampai dengan hasil review selesai,” kata Jenderal Andika Perkasa setelah bertemu Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (26/8).

Andika mengatakan BPOM tengah melakukan peninjauan apabila terdapat kekurangan dari hasil uji klinis pertama obat COVID-19 yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair), bersama TNI AD, dan BIN.

“Kita pun siap untuk memperbaiki,” kata dia.

Menurut dia, dokumen hasil uji klinis obat serta corrective and preventive action (CAPA) telah diserahkan ke BPOM untuk direview pada 19 Agustus 2020 dan pada Senin (24/8) telah dikirim ulang.

Setelah nantinya mendapatkan hasil review dari BPOM, menurut dia, tim pengembangan obat Covid-19 siap menindaklanjuti apabila ada masukan untuk perbaikan.

“Kita pasti akan berusaha yang terbaik dan secepat-cepatnya,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan berdasarkan inspeksi BPOM terhadap proses uji klinik obat Covid-19 yang dikembangkan Universitas Airlangga, terdapat beberapa catatan gap riset mulai dari kategori kritis, mayor sampai minor.

“Dikaitkan dengan uji klinik dari obat kombinasi yang dilakukan tim Unair ini, dalam inspeksi 28 Juli 2020, kami temukan beberapa gap yang sifatnya kritis, mayor dan minor,” kata Penny dalam jumpa pers di Jakarta, 19 Agustus 2020.

Ia mengatakan gap kritis itu dampaknya terkait validitas dari proses uji klinik obat Covid-19 Unair yang didukung TNI AD dan BIN tersebut.

Penny mengatakan validitas hasil inspeksi itu menjadi perhatian BPOM. BPOM menerima konfirmasi bahwa tim periset Unair siap melakukan perbaikan-perbaikan agar obat Covid-19 buatan anak bangsa itu nantinya dapat dipakai masyarakat dengan jaminan keamanan produk.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Buru Anak Buah Santoso, Ratusan Prajurit Tiba di Palu
Terpisah dari Rombongan, Gajah Sumatera Dibantai hingga Tewas

Nasional

Terpisah dari Rombongan, Gajah Sumatera Dibantai hingga Tewas
apahabar.com

Nasional

PGRI Pastikan Tak Bergabung dengan POP Garapan Kemendikbud
apahabar.com

Nasional

538 Tahanan di Rutan Polda Metro Jaya Bakal Mencoblos di Dua TPS
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sambangi Rumah Pahlawan Nasional Fatmawati Soekarno
apahabar.com

Nasional

Merapi Gugurkan Lava Pijar 6 Kali, Status Waspada Level II
apahabar.com

Nasional

Hujan Abu Tipis Guyur 2 Desa di Sekitar Gunung Merapi
apahabar.com

Nasional

Pelajar Indonesia di China Kembali Kuliah Tatap Muka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com