Mengejutkan, Kakak Haji Isam Ungguli Popularitas Cuncung dan Mila Karmila di Pilbup Tanbu 2020 Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium

Stimulus AS, Rupiah Rabu Pagi Menguat

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 11:31 WIB

Stimulus AS, Rupiah Rabu Pagi Menguat

Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12). Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah, yang ditransaksikan antarbank pagi tadi menguat terhadap dolar.

Pemicunya data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang ini.

Pada pukul 09.25 WIB, rupiah dilaporkan menguat 100 poin atau 0,68 persen menjadi Rp14.525 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.625 per dolar AS.

“Penguatan ini kemungkinan didukung oleh prospek persetujuan stimulus lanjutan Pemerintah AS senilai satu triliun dolar AS untuk memulihkan ekonomi AS yang terdampak pandemi,” ujar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (5/8).

Baca juga :  Data Ekonomi China Positif, Rupiah Awal Pekan Berpeluang Menguat

Menurut Ariston, stimulus yang besar memberikan sentimen positif ke aset berisiko karena stimulus berdampak positif ke perekonomian.

Selain itu, lanjutnya, stimulus yang besar juga bisa menekan nilai tukar negara yang bersangkutan karena potensi banyaknya uang yang beredar.

“Hari ini Indonesia akan merilis data GDP Q2 2020. Data ini mungkin bisa memberikan tekanan ke rupiah bila hasilnya di bawah ekspektasi pasar,” kata Ariston.

Baca juga :  Data Ekonomi China Positif, Rupiah Awal Pekan Berpeluang Menguat

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak menguat di kisaran Rp14.500 per dolar AS hingga Rp14.700 per dolar AS.

Pada Selasa (4/8/2020) lalu, rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.625 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.630 per dolar AS. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Belum Adanya Kemudahan Berbisnis Hambat Investor Bangun Pelabuhan
apahabar.com

Ekbis

Kaltara Bangun Kilang Metanol Senilai Rp 9 Triliun di Bunyu
apahabar.com

Ekbis

Safe Travel Campaign Bikin Jumlah Penumpang AP II Melesat
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Turun Tajam Pasca-Risalah the Fed
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah Seiring Koreksi Mata Uang Asia
apahabar.com

Ekbis

Fed Beri Sinyal Tetap Longgarkan Kebijakan, Rupiah Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Bisa Tembus Rp2 Juta? Simak Prediksinya
Perdana, Pemerintah Terbitkan Obligasi Global Tenor 50 Tahun

Ekbis

Perdana, Pemerintah Terbitkan Obligasi Global Tenor 50 Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com