Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Sukrowardi Samakan Tatib dengan Alquran, Paripurna DPRD Banjarmasin ‘Meledak’

- Apahabar.com Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:53 WIB

Sukrowardi Samakan Tatib dengan Alquran, Paripurna DPRD Banjarmasin ‘Meledak’

Gara-gara pernyataan nyeleneh Sukrowardi, sidang paripurna di DPRD Banjarmasin berubah panas. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Rapat paripurna DPRD Banjarmasin, Rabu (12/8) tak berjalan mulus. Kegaduhan dipicu pernyataan Sukrowardi yang menyebut tata tertib (tatib) dewan sama dengan Alquran.

“Ini tata tertib loh, tata tertib ini sama dengan Alquran,” begitu kalimat yang disampaikan Sukrowardi.

Anggota Fraksi PPP DPRD Banjarmasin, Rasyid Ridha spontan meledak-ledak bereaksi. Ia menunjuk ke arah Sukrowardi, kalau pernyataannya itu tak pantas diucapkan dalam agenda penting seperti sidang paripurna.

Tak hanya Rasyid, anggota dewan lain seperti Afrizal dari Fraksi PAN dan Nanang Riduan dari Fraksi PKB juga turut mengecam pernyataan Sukhrowardi yang dianggap tidak pantas.

Pernyataan nyelenah itu disampaikan Sukhrowardi dalam rapat paripurna internal pembahasan perubahan agenda Badan Musyawarah DPRD Banjarmasin.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi I Suyato menyebut jika tata tertib adalah suatu hal yang dapat berubah. “Kalau kami ingin mengubahnya hari ini, tata tertib itu pun bisa kami ubah hari ini juga karena tidak saklak,” ucapnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi III Afrizaldi mengatakan dalam berdemokrasi memang memiliki kebebasan, namun bukan kebablasan.

“Apa yang disampaikan bersangkutan tidak pantas. Saya secara respon meminta yang bersangkutan memilih kalimat yang pantas bukan tidak beretika,” ujarnya.

Politisi PAN ini berpendapat ini suatu pelecehan terhadap kitab suci umat Islam. “ini tadi kami minta klarifikasi tapi yang bersangkutan menolak artinya ini suatu kesengajaan,” ungkap Afrizaldi.

Bagi Afrizaldi apa yang disampaikan Sukro suatu yang tidak etis sebagai anggota dewan. Karena menurutnya, ini bukanlah suatu ucapan yang dikeluarkan secara kelembagaan tetapi individu atau pribadi yang bersangkutan. Maka pernyataan itu harus dipertanggungjawabkan yang bersangkutan.

“Saya sangat menyayangkan, menyesalkan dengan pernyataan tersebut. Seharusnya sesama anggota dewan harus memiliki etika dan aturan dalam menyampaikan pendapat, karena dari pernyataan tersebut menjadi marwah dari DPRD itu sendiri. Jangan mencari panggung dengan sesuatu yang kontroversi,” pungkasnya.

Ketika didatangi sejumlah wartawan, Sukrowardi yang ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Banjarmasin itu tak berkenan memberikan pernyataan.

apahabar.com

Hampir seluruh anggota DPRD Banjarmasin bereaksi atas pernyataan Sukrowardi. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Ahya Firmansyah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Covid-19, Pemkot Banjarmasin Semprot Disinfektan
apahabar.com

Kalsel

Parade Bagarakan Sahur Memasuki Laga Final, Bupati Diagendakan Hadir
apahabar.com

Kalsel

Gubernur Kalsel Berharap Mahasiswa Uniska Jadi Profesional di Bidang Komunikasi
apahabar.com

Kalsel

SMKN 5 Banjarmasin Bagi UNBK 3 Sesi
apahabar.com

Kalsel

Update Penghitungan Sementara KPU di Pilwali Banjarbaru, Aditya-Wartono Masih Unggul
apahabar.com

Kalsel

ID Card Pers dari KPU Tak Berlaku Saat Pengundian Nomor Urut Paslon Pilbup Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Ibu Kota di Kaltim, dan Relevansi Pemikiran Bung Karno
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com