Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega Sadis! Begal Mobil Carteran di Pelaihari Buang Jasad Korban ke Hutan Sawit BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Suplai Elpiji ke Pangkalan di Tapin Seret

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 17:16 WIB

Suplai Elpiji ke Pangkalan di Tapin Seret

Mali pedagang bersama anaknya dengan sisa 6 biji gas melon di tokonya. Rabu, (26/8). Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Tidak lancarnya distribusi elpji 3 Kg dirasakan pemilik pangkalan di Tapin. Maka tak salah kalau saat ini masyarakat pun kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Ma’rif Hafi Zudin, pemilik pangkalan di Tapin mengaku, sejak Juli lalu harga jual di pangkalan sudah kisaran antara Rp19 ribu hingga Rp20 Ribu. Saat memasuki bulan Agustus harga kembali naik antara Rp20 Ribu hingga Rp 21 Ribu.

“Di pangkalan kami menjual dengan harga Rp22 ribu hingga Rp23 Ribu. Itu baru rata-rata harga di pangkalan. Untuk pangkalan lain sudah ada yang menjual dengan harga Rp24 ribu per tabung gas 3 kg,” ujar Hafi kepada apahabar.com, Rabu (26/8).

Hafi biasanya mengantarkan gas melon itu ke pengecer yang lokasinya jauh dari agen ataupun pangkalan. “Dengan harga itu, aku antar ke pelosok pelosok. Sekarang di eceran harga bisa tembus Rp30 ribu lebih. Ya, gas langka,” ujarnya.

Diakui Hafi, sekarang suplai gas biasanya dalam seminggu ada 4 kali sekarang cuma 1 kali. “Ya, Minggu tadi sudah suplai cuma 1 kali. Sekali suplai itu 250 tabung untuk gas melon. Bisa dikatakan langka,” ujarnya.

Untuk harga eceran, di sekitaran kota Rantau salah satunya di Toko Gawis, mereka sekarang menjual 1 gas melon dengan harga Rp27 Ribu.

“2 minggu terakhir gas belum datang dari pangkalan. Biasanya datang dalam sebulan 3 kali. Sebelumnya kami menjual dengan harga Rp24 ribu,” Mali toko Gawis.

Kata Mali, ditempat lain sudah ada yang menjual gas melon dengan harga yang lebih dari pada harga jualannya.

Kepala Bagian Perekonomian Sekda Tapin, Yudi mengatakan saat ini mereka bersama dinas perdagangan sedang ingin melakukan koordinasi terkait kabar kenaikan dan kelangkaan gas melon di beberapa daerah di Kalsel.

“Kita sedang ingin koordinasikan dengan Dinas Perdagangan terkait penyebab kelangkaan gas. Mungkin akan ada operasi pasar di Tapin,” ujarnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Perayaan Tahun Baru 2020, Polisi Imbau Tidak Ada Pembakaran Kembang Api dan Petasan

Kalsel

Edan, Napi Kotabaru Kepergok Nyabu Dalam Lapas
apahabar.com

Kalsel

Rumah Sakit di Tanbu Siap Tampung Caleg Stres
apahabar.com

Kalsel

Kepulangan Mahasiswa Dari China Disoroti Banyak Pihak, Ketua IDI Kalsel Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

Susur Sungai BI Kalsel, Tukar Uang Lusuh Hingga Kampanye Gerakan Non Tunai
Puluhan Rumah Gunung Sari Difogging dan Didisinfektan Sekaligus

Kalsel

Puluhan Rumah Gunung Sari Difogging dan Didisinfektan Sekaligus
apahabar.com

Kalsel

Dukung Kinerja Petugas Kesehatan, IKAPTK HST Beri Suplemen
apahabar.com

Kalsel

Meriahkan Momentum HPN 2020, Disdukcapil Kalsel Layani Pembuatan KTP Elektronik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com