Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Survei: 3 Daerah Ini Dinilai Paling Baik Menjalankan PSBB

- Apahabar.com Kamis, 20 Agustus 2020 - 21:03 WIB

Survei: 3 Daerah Ini Dinilai Paling Baik Menjalankan PSBB

Ilustrasi. Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengeluarkan survei terbarunya, yang menunjukkan bahwa 3 daerah menjadi provinsi yang paling baik dalam menjalankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Daerah itu yakni Provinsi Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Hasil survei dikumpulkan dari 304 responden yang merupakan tokoh pemuka opini atau elite.

“Sumatera Barat paling tinggi, terus DKI Jakarta (skor 66,3), Jawa Barat (skor 66,3), Jawa Tengah (skor 65,8), Riau (skor 62,3),” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalan rilis yang disampaikan secara virtual seperti dilansir Republika.co.id, Kamis (30/8).

Adapun tiga provinsi terbawah, ditempati oleh Papua, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur. Berada paling bawah, provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa itu mendapatkan nilai 53,9 dari 100.

Sumatera Barat mendapatkan penilaian positif dari responden kalangan akademisi, NGO, dan media massa. Tetapi tidak dari kalangan pengusaha, yang memberi penilaian kurang baik.

“Mungkin pengusaha terkena dampak jika PSBB terlalu keras. Nah, begitu pun di Jawa Timur, mendapat penilaian paling buruk dari kalangan akademisi,” ujar Burhanuddin.

Adapun DKI Jakarta mendapatkan nilai paling tinggi, karena menjadi provinsi yang berhasil menekan angka kematian akibat Covid-19.

“Sebanyak 67,6 persen responden menilai DKI Jakarta paling efektif. Jawa Barat di urutan kedua dengan skor 67,4 persen, dan Sumbar 67,2 persen,” ujar Burhanuddin.

Dalam survei ini, 51,6 persen responden menyatakan PSBB cukup efektif dalam menekan penyebaran Covid-18. Sedangkan, hanya 3,6 persen saja yang setuju kebijakan ini sangat efektif.

Sementara 37,2 persen responden menyatakan PSBB kurang efektif. Serta, 6,9 persen lainnya menyatakan kebijakan tersebut sama sekali tidak efektif.

“Kalau ada upaya pelonggaran status PSBB saja 40,8 responden menyebut tidak layak dilonggarkan,” ujar Burhanuddin.

Survei dilakukan sejak awal Juli hingga awal Agustus 2020. Adapun jumlah responden sebanyak 304 elite dari 20 kota di Indonesia.

Mereka terdiri dari akademisi yang menjadi rujukan media, redaktur politik dan kesehatan media, pengusaha, pengamat kesehatan, sosial dan politik, tokoh organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, LSM, dan organisasi profesi.

Sejumlah tokoh yang menjadi responden survei antara lain Bibit Waluyo, Nasaruddin Umar, dan Busyro Muqoddas. Hingga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Komaruddin Hidayat, Cholil Nafis, Haris Azhar, Alvin Lie, dan Ray Rangkuti.

“Bukan hanya mereka yang punya kemampuan evaluasi, tapi juga opini secara umum. Mereka tersebar di 20 kota, sengaja kita ambil kota yang merefleksikan keberagaman,” ujar Burhanuddin.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Wujudkan Lumbung Ikan Nasional, KKP Siapkan SDM Andal dari Pesisir
apahabar.com

Nasional

Natal, Wilayah Jakarta Diguyur Hujan
apahabar.com

Nasional

Lanjutkan Olah TKP Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Periksa 19 Saksi
apahabar.com

Nasional

Mulai Hari Ini Tahanan KPK Diborgol
apahabar.com

Nasional

WHO: Anak Muda Tidak Kebal Virus Corona
apahabar.com

Nasional

22 ‘Dokter’ Gugur di Tengah Wabah Covid-19
apahabar.com

Nasional

Beli Kapal Denmark, Bakamla Bakal Lebih Garang di Natuna
Media

Nasional

Jurnalis Tak Dibekali APD, AJI Ingatkan Tanggung Jawab Perusahaan Media
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com