PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata Debat Kedua Pilbup Tanbu: SHM – MAR Komitmen Majukan Pelaku UMKM di Bumi Bersujud

Syarat Pembuatan SIM di Tabalong Bertambah

- Apahabar.com Kamis, 13 Agustus 2020 - 10:58 WIB

Syarat Pembuatan SIM di Tabalong Bertambah

Kasat Lantas Polres Tabalong, Iptu Narendra Rian Agusta. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – Tes psikologi bagi pemohon pembuatan dan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) mulai diterapkan Satlantas Polres Tabalong sejak 1 Agustus 2020 lalu.

Meski harus melewati serangkaian tes psikologi, para pemohon tak perlu terlalu khawatir mengikuti ujian tersebut.

Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori melalui Kasat Lantas Iptu Narendra Rian Agusta, mengatakan tes psikologi ini diatur sudah lama melalui UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009 tentang angkutan lalu lintas jalan dan Peraturan Kapolri No 9 Tahun 2012 tentang SIM.

Di dalamnya terdapat Pasal 34 huruf b, bahwasanya tes kesehatan itu terbagi dua, yaitu tes kesehatan jasmani dan rohani. Sejak lama kita sudah melaksanakan tes kesehatan jasmani, kemudian ini kita melaksanakan tes kesehatan rohani melalui tes psikologi yang ditunjuk langsung oleh Polda Kalsel.

Bagi pemohon SIM harus melengkapi dengan kelulusan tes psikologi bersamaan dengan tes kesehatan jasmani, tempatnya di samping Mapolres Tabalong, setelah itu baru dapat mengikuti uji kompetensi SIM.

“Biaya yang dikenakan ini dari pihak ketiga yang ditunjuk Polda, yaitu biro psikologi sebesar Rp50.000, satu kali tes,” jelas Narendra, Kamis (13/8).

Dijelaskan Narendra, apabila yang bersangkutan tidak lulus bisa mengikuti tes kembali tanpa mengeluarkan biaya lagi. Dan bila lulus Surat Hasil Ujian Psikologi (SHUP) berlaku satu bulan.

“Bila ia lulus tes psikologi tetapi ia tidak lulus ujian SIM masih bisa dipergunakan karena waktunya satu bulan,” tambahnya.

Narendra juga mengimbau agar warga yang mengikuti tes psikologi tetap menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan yang paling penting kenakan masker karena Peraturan Bupati Tabalong Nomor 26 Tahun 2020 telah terbit.

“Bulan Agustus kami sosialisasikan selanjutnya bulan September mulai dilakukan penindakan pelanggar Perbup,” kata dia.

Warga Tabalong yang ingin melakukan tes kompetensi SIM untuk tidak ragu dalam mengikuti tes psikologi, karena ini hanya melihat kemampuan kenalaran pada saat berkendara, tes ini hanya membaca soal dan langsung menjawab.

“Tidak perlu dipikir, tidak perlu dihitung, hanya menyangkut nalar dan pengetahuan berkendara dijalan raya, tesnya pun hanya 30 soal. Syaratnya foto copy KTP dan pas foto,” pungkas Narendra.

Editor: Aprianoor

Editor: Reporter: Ahc26 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Heboh, Ada Sarang Piton di Kolong Rumah Pasca-banjir
apahabar.com

Kalsel

Aturan Pilwali Banjarbaru 2020: APK Dilarang Sembarang Tempat Hingga Pertemuan Tatap Muka Dibatasi
apahabar.com

Kalsel

Analisis Lengkap Sejarawan Kalsel Mengapa Pangeran Hidayatullah Gagal Bergelar Pahlawan Nasional
apahabar.com

Kalsel

PSBB Jilid II, 5 Kluster Corona di Banjarmasin Ditangani Khusus
apahabar.com

Kalsel

Nyaris 600, Positif Covid-19 di Kalsel Tambah 18 Kasus
apahabar.com

Kalsel

P2TP2A Pulihkan Psikis Korban Budak Seks di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Yayasan H Maming Siapkan Makam untuk Perawat Gugur karena Corona
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Keluarga Terimbas Banjir di Desa Selaru Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com