LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April

Tak Banyak yang Tahu, Berikut Spot Camping di HSS yang Memanjakan Mata Pecinta Alam

- Apahabar.com Senin, 17 Agustus 2020 - 12:05 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Berikut Spot Camping di HSS yang Memanjakan Mata Pecinta Alam

Keindahan Bukit Bakuncir. Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Berakhir pekan di alam terbuka kini makin diminati banyak orang. Spot-spot camping pun menjadi tujuan. Nah, bagi anda yang ingin menikmati alam di tempat-tempat yang tak biasa, simak daftar spot camping di Hulu Sungai Selatan yang tak banyak dikunjungi dan dijamin bergelimang keindahan alam.

Davink dari komunitas Jejak Meratus Kandangan menyebutkan di antara spot camping yang kini menjadi favorit kaum muda.

Menurutnya, spot camping di Kabupaten HSS lebih banyak didominasi berlokasi di wilayah Kecamatan Telaga Langsat dan Padang Batung. Sedangkan wilayah Loksado yang lebih dulu dikenal dengan wisata alamnya, jarang menjadi pilihan para pemuda.

“Di wilayah Loksado berbeda lagi kelasnya, yakni kelas adventure yang memerlukan waktu dan tenaga berlebih. Jarak dan kebutuhan sinyal ponsel juga menjadi alasan. Puncak-puncak gunung yang tertutup pepohonan dan ladang pertanian warga Loksado juga menjadi faktor lain,” tuturnya.

Berikut daftar puncak gunung, yang menjadi favorit berkemah di HSS saat ini.

1. Bukit Bakuncir

Puncak di Bakuncir menjadi lokasi yang paling favorit bagi kaum muda saat ini. Terlebih bagi pemuda dari Kandangan sekitarnya yang ingin camping.

Bukit Kuncir sendiri sebenarnya baru dibuka tahun ini (2020), namun pemandangan yang indah dari atas bukit membuat bukit ini menjadi tempat terpopuler dikunjungi dan menjadi tempat berkemah para pemuda.

“Tiap akhir pekan selalu ada yang bermalam di puncak itu. Di atas puncak bisa didirikan lebih 100 buah tenda dome. Cocok untuk acara antar komunitas,” jelas Davink.

Untuk ke Bukit Bakuncir, hanya memerlukan sekitar 30 menit berkendara dari Kota Kandangan menuju Desa Hamak Timur, Kecamatan Telaga Langsat.

Untuk mendaki ke puncak, tidak membutuhkan waktu yang lama. Sekitar 30 menit sampai ke atas bukit.

“30 menit bagi jalannya pelan,” sahut Adul, salah seorang pemuda pengelola lokasi camping.

Bermalam di sana, hanya perlu membayar parkir kendaraan seharga Rp 10.000. Bagi yang tak memiliki peralatan camping tak perlu khawatir, sebab di sana tersedia jasa penyewaan tenda dan lainnya.

Bagi anda yang ingin berbagi melalui media sosial (internet), jangan khawatir sinyal di puncak bukit ini. Jaringan 4G semua operator terjangkau di puncaknya.

2. Bukit Batu Baduduk

Tak jauh dari Bukit Bakuncir dan masih satu desa, Puncak Bukit Batu Baduduk menjadi lokasi favorit berikutnya di HSS.

Batu besar di puncak menjadi salah satu spot foto bagi anak camping. Di puncak, mata anda akan dimanjakan dengan suguhan pemandangan Gunung Ambulung yang terlihat jelas.

“Sebenarnya, puncak ini jauh lebih terdahulu populernya. Lebih dari lima tahun lalu, puncak itu sudah sering menjadi lokasi kemah santai,” ujar Davink.

Selain dari desa Hamak Timur, puncak yang juga tersedia jaringan 4G itu juga bisa didaki dari Desa Gumbil.

Menuju puncak dari parkiran kendaraan, hanya memerlukan waktu 15 sampai 30 menit.

3. Bukit Mantiut

Bukit Mantiut juga menjadi salah satu pilihan berkemah di akhir pekan. Di puncak itu, muat sekitar 10 buah tenda.

“Saat malam akhir pekan atau hari libur kini, di Bukit Mantiut selalu ada yang berkemah,” ungkap Ramzani, salah seorang pemuda asal Kandangan yang mengaku sering berkemah di puncaknya.

Jaringan 4G semua operator, juga tersedia di sana. Sehingga foto berkemah di puncak juga langsung bisa dibagikan saat itu juga.

4. Bukit Pujati

Lokasi kemping di Puncak Bukit Pujati, adalah yang paling dekat dari Kota Kandangan. Tepatnya di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung.

Di puncaknya bisa didirikan sekitar 10 buah tenda dome. Bahkan masih bisa beberapa buah lagi, sedikit di bawah dari puncak jika di puncak sudah penuh.

Mendaki ke puncak, hanya memerlukan waktu berjalan sekitar 15 menit. Bahkan bagi yang berani, bisa sampai ke puncak naik motor.

Keindahan gugusan komplek Gunung Mandala menjadi pemandangan utama di atas puncaknya.

5. Bukit Batu Balai

Bukit Batu Balai mungkin merupakan “sesepuh” dari puncak favorit lainnya di HSS. Pasalnya, sebelum “demam gunung” seperti sekarang, puncak ini sudah sering dijadikan para komunitas untuk melakukan kegiatan berkemah.

Menuju puncak yang merupakan teritorial Desa Madang itu, ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Kandangan dengan sepeda motor. Di perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemdandangan kebun karet dan sawit. Untuk mendaki ke puncak hanya sekitar 15 sampai 20 menit.

Meski di puncak hanya bisa didirikan sekitar 3 buah tenda, tetapi biasanya anak camping mendirikan tenda di bawah, tepatnya di kebun karet warga, sekaligus menggantung hammock.

Pemandangan indah yang tersaji di sana akan merefresh otak pengunjung dari penatnya berpikir selama sepekan belajar atau bekerja. Jika beruntung cuaca bagus, anda akan melihat awan tipis mengelilingi puncak.

6. Sungai Kandihin

Camping tak selalu di puncak, ada pilihan di tepi sungai. Bibir sungai di Dusun Kandihin menjadi lokasi favorit berkemah santai.

Di bibir sungai berpasir dan banyak batu besar itu, bisa didirikan 3 sampai 5 buah tenda.

Kelebihan camping di tepi sungai adalah ketersedian air untuk memasak. Namun, perlu waspada cuaca, jika air tiba-tiba pasang.

Lokasi yang berada di desa Halunuk, Kecamatan Loksado itu oleh masyarakat sering disebut dengan Pamparawin, namun anak camping lebih familiar menyebut dengan nama kampungnya saja yakni Kandihin.

Masih banyak lagi, lokasi berkemah selain tempat favorit yang disebutkan di atas, seperti Bukit Kudai, Bukit Panimpulungan, dan lainnya.

Berkemah di puncak gunung ataupun sungai, ujar Davink, paling tidak membuat rasa kebersamaan dan menjalin silaturrahmi dengan orang-orang baru.

“Paling penting mempersiapkan bekal dan peralatan, agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Syukurnya, sejauh ini belum ada kejadian heboh di tempat anak camping santai favorit tersebut,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Ahc27 - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Tarik Pelanggan, Rumah Sambal Acan Raja Banjar Hadirkan Live Musik Bernuansa Budaya
apahabar.com

Gaya

Dilema Pria Gunakan ‘Daleman’ Dilapis Celana Pesepeda
apahabar.com

Gaya

4 Tips untuk Para Suami yang Ingin Cepat Pasangannya Hamil
apahabar.com

Gaya

Viral di Instagram, Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Dibuka, Simak Komentar Warganet
apahabar.com

Gaya

Levi Strauss & Co Donasi 3 Juta Dolar untuk Tangani Covid-19
apahabar.com

Gaya

3 Gaya Hijab yang Patut Dicoba
apahabar.com

Gaya

Gaharnya Sosok Toyota Hilux Racikan Tuner Racing TRD
apahabar.com

Gaya

Jangan Pakai Masker Basah, Dokter Sebut Dampaknya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com