Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Tak Cuma Maulida, BNN Ciduk Satu Napi Karang Intan

- Apahabar.com Jumat, 28 Agustus 2020 - 20:15 WIB

Tak Cuma Maulida, BNN Ciduk Satu Napi Karang Intan

Badan Narkotika Nasional (BNN) rupanya tak hanya membawa Maulida terkait dugaan pencucian uang hasil narkotika. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Narkotika Nasional (BNN) rupanya tak hanya membawa Maulida terkait dugaan pencucian uang hasil narkotika.

Dari informasi dihimpun, BNN turut membawa seorang napi Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan di Kabupaten Banjar berinisial OM.

“Memang benar ada kasus yang melibatkan dua napi. Mereka sudah dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo di Banjarmasin, Jumat (28/8).

Maulida dan OM, keduanya diduga terlibat dalam aliran dana bisnis jaringan pengedar narkotika.

“Berdasarkan hasil data tracing aset penyidikan Direktorat TPPU [Tindak pidana pencucian uang] Deputi Pemberantasan BNN,” beber Aris.

Dari Maulida saja, BNN menyita aset senilai Rp5,2 miliar. Terdiri atas rumah mewah, tabungan, dan kendaraan bermotor.

Yakni, dua motor trail, Honda CBR, tiga motor Viar, sebuah ATV, dua minibus, satu pikap, serta sejumlah uang dalam buku tabungan.

Tak cuma itu, BNN juga menemukan lima unit rumah yang tersebar di Bati-Bati Tanah Laut, Banjarmasin, Martapura, hingga Bali.

Aset itu diduga kuat diperoleh Maulida dari fee 15 persen setiap kali membantu transaksi narkotika.

Dari dalam jeruji besi, Maulida meminjamkan sejumlah rekening miliknya atas nama orang lain ke beberapa narapidana narkotika untuk melakukan transaksi.

Saat disinggung apakah ada keterlibatan petugas Lapas yang terseret dalam kasus tersebut, Aris mengaku belum mengetahui pasti lantaran penyidikannya ditangani oleh BNN.

“Kita hanya memfasilitasi Direktorat TPPU dalam menangani kasus ini di Kalsel. Salah satunya untuk memudahkan koordinasi ke Lapas dan pihak terkait lainnya di sini,” timpal jenderal bintang satu itu.

Jaringan pengedar narkotika kerap melakukan tindak pidana pencucian uang sebagai modus menyamarkan hasil kejahatan bisnis haram narkotika agar tampak seolah-olah sebagai harta kekayaan yang sah.

BNN melalui Direktorat TPPU Deputi Pemberantasan pun terus mengasah kemampuan para penyidiknya agar bisa lebih maksimal dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana pencucian uang. (Ant)

EKSKLUSIF: Sosok Maulida, Anak Pembantu Mendadak Kaya karena Narkotika

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Segudang Kerajinan Tangan Khas Tapin Ada di Galeri Tamasa
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 9 September: 9.001 Positif, 7.058 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Dirusak Truk, Pelajar SMP Mandastana Terpaksa Jalan Memutar
apahabar.com

Kalsel

Wakil Ketua DPRD Kalsel Dukung Pemekaran Gambut Raya
apahabar.com

Kalsel

Didemo Ratusan Driver Online, DPRD Kalsel Janjikan Mediasi
apahabar.com

Kalsel

Kabar Duka, Plt Kasat Pol PP dan Damkar Banjarmasin Wafat
apahabar.com

Kalsel

Ada Konser Dangdut dan Doorprize di TPS 001 Sungai Baru
apahabar.com

Kalsel

Bang Dhin Sambut Hangat Kenaikan Gaji Guru Honorer
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com