4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat Ribuan Vial Vaksin Covid-19 Tahap II Tiba di Kapuas Sempat Tertunda karena Banjir, Akhirnya Vaksin Covid-19 Tiba di Tala Bertambah 13.094, Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta Kasus

Tak Pakai Masker, Puluhan Warga di Marabahan Terjaring Razia

- Apahabar.com Jumat, 28 Agustus 2020 - 20:05 WIB

Tak Pakai Masker, Puluhan Warga di Marabahan Terjaring Razia

Tidak pakai masker, seorang pemuda mendapat hukuman push up sebanyak 20 kali di Taman Siring Marabahan. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Masih enggan mengenakan masker, sejumlah warga di Marabahan terjaring razia gabungan yang digelar Kodim 1005 Marabahan dan Satuan Polisi Pamong Praja, Jumat (28/8) sore.

Pemberlakukan razia tersebut merupakan penerapan Perbup Batola Nomor 54 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan. Setelah disosialisasikan selama sebulan kebelakang, penindakan pun mulai dilakukan.

Ternyata sosialisasi tersebut tampaknya belum mengena di hati sejumlah masyarakat. Setidaknya fakta itu ditemukan dalam razia perdana di Marabahan.

Hanya dalam beberapa menit berpatroli di Taman Siring Marabahan, sejumlah warga terjaring razia lantaran tak mengenakan masker.

Lantas satu per satu nama mereka dicatat petugas, termasuk alasan tidak mengenakan masker. Beberapa remaja yang terjaring, memiliki alasan beragam.

Dari lupa membawa masker, hingga hanya keluar rumah sebentar untuk membeli pentol yang biasa mangkal di Taman Siring. Namun apapun alasan mereka, pelanggaran tersebut berbuah hukuman.

Dari sederet sanksi yang tertera dalam Perbup Nomor 54/2020, sebagian besar pelanggar pria memilih push up sebanyak 20 kali.

Sedangkan wanita diminta menyanyikan lagu-lagu wajib, atau menghafal Pancasila. Sebelum menjalani hukuman, mereka juga sempat diberi pemahaman tentang penerapan protokol kesehatan.

“Terdapat sekitar 25 orang yang terjaring tak mengenakan masker,” ungkap Aris Saputra, Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Batola.

“Mereka yang tercatat dua kali melanggar aturan tidak memakai masker, terancam mendapat sanksi lebih berat. Namun sanksi itu masih dalam lingkup Perbup Nomor 54/2020,” tambahnya.

Sesuai Perbup Nomor 54/2020, sanksi diawali teguran lisan, kerja sosial di tempat umum, push up, menjawab pertanyaan terkait lambang dan simbol negara, atau menjadi juru kampanye pencegahan penyebaran Covid- 19.

“Tidak cuma di Marabahan, kami berkeliling ke seluruh kecamatan untuk menerapkan Perbup tersebut, sekaligus mengingatkan tentang protokol kesehatan,” tandas Aris.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Food Estate di Kapuas, 5 Kelompok Ternak di Dadahup Dibantu Itik
apahabar.com

Kalsel

Berharap Tuah Akhir Ramadan, Kapolsek Kelumpang Tengah Kotabaru Santuni Puluhan Anak Yatim 
apahabar.com

Kalsel

Konvoi Sungai BI, Dari Kampanye Nontunai Hingga Mengangkat Pariwisata Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Hikmah Dibalik Mobil Damkar yang Terguling; Pemkab Banjar Siap Inventarisasi
apahabar.com

Kalsel

Peduli Dampak Covid-19, Komunitas Baharat Bagikan Paket Lebaran di Pulau Laut
apahabar.com

Kalsel

Musim Banjir, BPBD Banjar Tak Asal Beri Bantuan
Banjarmasin

Kalsel

Ngotot Rayakan Pergantian Tahun, Warga Banjarmasin Tengah Langsung Jalani Rapid Test
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Besaran Tunjangan Anyar Untuk ASN Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com