Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

Tambah Penghasilan, Warga Kapuas Timur Geluti Anyaman Tikar Purun

- Apahabar.com Jumat, 21 Agustus 2020 - 17:50 WIB

Tambah Penghasilan, Warga Kapuas Timur Geluti Anyaman Tikar Purun

Ibu Anisa sedang menganyam tikar purun di rumahnya. Foto-apahabar.com/Irfan

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Selain menanam padi sebagai mata pencarian utama, petani di Handil Marhanang Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kalteng, juga menganyam purun untuk menambah penghasilan.

Seperti dilakukan petani pasangan suami istri Haidir dan Anisa warga Handil Marhanang RT 11 Desa Anjir Serapat Tengah, Kecamatan Kapuas Timur.

Saat apahabar.com bertandang ke rumah pasutri tersebut, Jumat (21/8), ibu Anisa telihat sedang menganyam tikar purun. Sementara suaminya, Haidir pergi mencari tanaman purun di sebuah lahan yang tak jauh dari rumahnya.

Menurut Anisa masyarakat setempat memang memanfaatkan tanaman purun untuk dijadikan bahan pembuatan kerajinan anyaman sebagai usaha sampingan.

Pertimbangannya bahwa purun adalah tanaman yang mudah ditemukan di rawa karena tumbuh liar dan tekstur seratnya yang kuat.
Hasil kerajinan tikar purun umumnya dipakai para petani untuk tempat menjemur padi yang baru dipanen.

“Tikar purun juga dipakai sebagai alas tempat tidur dan hamparan di ruang tamu,” kata Anisa.

Tak begitu lama, Haidir pun datang dengan membawa tanaman purun yang baru diambilnya di sebuah lahan rawa dekat rumahnya.
Haidir mengatakan harga jual tikar purun tergantung ukuran. Untuk tikar purun ukuran 1,5 meter dibanderol seharga Rp 4.200 ribu dan Rp 30 ribu untuk tikar purun polos berukuran panjang.

“Kita jualnya kepada pengepul. Ya lumayan lah mas untuk tambahan penghasilan,” katanya.

Sementara itu Camat Kapuas Timur, Ansyari mengatakan, menganyam tikar purun memang merupakan usaha sampingan masyarakat di Kecamatan Kapuas Timur.

Karena masyarakat petani di kecamatan tersebut menanam padi masih menggunakan kearifan lokal yaitu satu kali panen dalam satu tahunnya.
“Sambil

menunggu panen, sebagian masyarakat menganyam purun dan biasanya yang mengancam purun adalah ibu-ibu,” katanya.Menurut Ansyari selain tikar, masyarakat juga membuat anyaman topi dan bakul dari purun. “Tapi kalau di disini kebanyakan yang dibuat adalah anyaman tikar, karena kebetulan tikar ada pengepulnya,” ujarnya.

Ditambahkan Camat Kapuas Timur, oleh pengepul hasil produk kerajinan anyaman tikar purun warganya tersebut kemudian dibawa ke Banjarmasin dan selanjutnya dijual lagi ke Surabaya.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Ahc25 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Terkonfirmasi Covid-19 Terus Bertambah, Gubernur Kalteng Ingatkan 4M
apahabar.com

Kalteng

Ini Penjelasan BMKG Terkait Gempa Muara Teweh dan Sekitarnya
apahabar.com

Kalteng

DLH Kapuas Targetkan Semua Desa Miliki MPA
apahabar.com

Kalteng

33 Warga Binaan Kasus Narkotika di Lapas Muara Teweh Dapat Remisi Idul Fitri
apahabar.com

Kalteng

Cemburu Buta, Suami di Teweh Hajar Istri hingga Bonyok
apahabar.com

Kalteng

Polresta Palangka Raya Panen Perdana Hasil Perkebunan Sendiri
apahabar.com

Kalteng

Diminta Uang Belanja, Seorang Suami di Muara Teweh Ancam Bakar Rumah
apahabar.com

Kalteng

Ketua Komisi III DPRD Kalteng Buka-bukaan Soal WTP dan Penyimpangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com