Sudah Ditemukan, Jasad Korban Longsor di Batu Bini HSS Dievakuasi Besok Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi

Tanpa Rapid Test, ODGJ-PSK Banjarmasin Tak Bisa Masuk

- Apahabar.com Kamis, 27 Agustus 2020 - 13:30 WIB

Tanpa Rapid Test, ODGJ-PSK Banjarmasin Tak Bisa Masuk

Para anak jalanan (anjal), orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan pekerja seks komersial (PSK) yang hendak dimasukan ke Rumah Singgah wajib rapid test. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin memperketat prosedur masuk ke Rumah Singgah akibat pandemi Covid-19.

Para anak jalanan (anjal), orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan pekerja seks komersial (PSK) yang diamankan, mereka harus menyertai surat hasil rapid test dari rumah sakit atau layanan kesehatan.

Mereka yang tak membawa bukti hasil pemeriksaan Covid-19 tak akan diizinkan untuk masuk ke rumah penampungan itu.

Kepala Dinsos Banjarmasin Iwan Ristianto menyampaikan kebijakan ini agar para petugas dan penghuni yang sudah ada bebas dari ancaman Covid-19.

“Bukan maksud mendiskriminasi orang, tapi kita jaga-jaga kalau misalnya penghuni terpapar bagaimana cara penanganannya. Apalagi petugas kita yang kena,” ujar Iwan ketika dihubungi apahabar.com, Kamis (27/8).

Rumah Singgah Banjarmasin memiliki sebanyak 7 orang petugas. Semuanya dari Dinsos.

Sehari-hari, mereka-lah yang berjaga secara bergantiang para penghuni Rumah Singgah.

“Kalau mereka kena, siapa lagi yang merawat penghuni di dalam itu,” ucapnya.

Meski demikian, Iwan memastikan kini Dinsos telah menyiapkan alat rapid test.

Walhasil, para ODGJ, PSK, atau anak jalanan hasil tangkapan Satpol PP bisa langsung diperiksa sebelum masuk ke Rumah Singgah.

Petugas kesehatan di Puskesmas dipanggil secara khusus untuk melakukan rapid test. Anggaran rapid test tanggung jawab Dinkes.

“Kita surati untuk permohonan rapid test. Jika sibuk kita bawa penghuni ini ke Puskesmas,” jelasnya.

Sebagai informasi, sebelum pandemi Covid-19 jumlah penghuni Rumah Singgah mencapai 38 orang.

Memasuki pandemi, penghuninya mulai bertambah menjadi 52 orang. Umumnya mereka adalah ODGJ, dan orang terlantar yang terkena PHK.

“Jadi mereka kita diamkan di Rumah Singgah dulu karena tak bisa pulang kampung,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Haris-Ilham Mendaftar ke KPU Banjarmasin Diarak Mobil Bak Terbuka
apahabar.com

Kalsel

Banjir di Desa Tanah Habang Mulai Surut, Warga Enggan Mengungsi
apahabar.com

Kalsel

Korsleting Listrik, Jemaah Haul Guru Sekumpul Panik
apahabar.com

Kalsel

OTG Mengancam, Gedung DPRD Banjarbaru Resmi Ditutup
apahabar.com

Kalsel

Lomba Mancing Ikan Merebutkan Piala Paman Birin Siap Dihelat
apahabar.com

Kalsel

Aturan Baru SBMPTN, Dinilai Lebih Mudah
apahabar.com

Kalsel

Warga Riau Keturunan Banjar Pulang Kampung, Hadiri Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Sungai di Banjarmasin Sudah Tercemar Berat!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com