Mengejutkan, Kakak Haji Isam Ungguli Popularitas Cuncung dan Mila Karmila di Pilbup Tanbu 2020 Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium

Tenaga Medis di Banjarmasin Peroleh Insentif Covid-19, Simak Besarannya

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 19:04 WIB

Tenaga Medis di Banjarmasin Peroleh Insentif Covid-19, Simak Besarannya

Tenaga medis di garda terdepan penanganan Covid-19 akhirnya diguyur penghasilan tambahan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tenaga medis di garda terdepan penanganan Covid-19 akhirnya diguyur penghasilan tambahan.

Baca Juga : 10 Pegawainya Positif, Pemkot Banjarmasin Klaster Baru Covid-19?

Beruntung hingga Senin (3/8), pemberian insentif khusus di Kota Banjarmasin sudah tersalurkan.

Tak tanggung tanggung, pencairan untuk tenaga medis ini nilainya mencapai Rp3,2 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi mengungkapkan dana sebesar itu disalurkan hanya kepada tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan para pengidap Covid-19.

Adapun pembayaran dicairkan sejak Maret hingga Mei 2020 atau hingga tiga bulan.

“Mereka yang terlibat sudah kita bayarkan intensifnya. Ini kita anggarankan di Bantuan Tak Terduga (BTT),” ujar Machli dihubungi apahabar.com, Senin (3/8).

Machli menerangkan besaran penyaluran intensif ini beraneka ragam. Bergantung profesi yang digeluti tenaga kesehatan tersebut.

Keputusan tersebut berdasar petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Khusus doktor spesialis mendapatkan Rp15 juta. Doktor umum dan gigi Rp10 juta.

Di bawahnya terdapat bidan dan perawat Rp7,5 juta. Lalu tenaga medis lainnya Rp5 juta.

Selain itu terdapat santunan kematian bagi tenaga kesehatan meninggal karena Covid-19 sekitar Rp300 juta.

“Ini kita bayarkan ketika verifikasi lolos. Badan verifikasi internal berupa Inspektorat yang kita libatkan,” ucapnya.

Lebih jauh, APBD Kota Banjarmasin turut disalurkan membantu tenaga kesehatan di garda terdepan penanganan Covid-19. Meski nilainya lebih rendah ketimbang dana yang dicairkan pemerintah pusat.

Misalnya untuk doktor spesialis Rp10 juta, doktor umum Rp5 juta, kepala puskesmas, bidan dan doktor lainnya Rp3,5 juta.

Lalu tenaga kesehatan lainnya dibayar berdasarkan daftar hadir mengikuti tracking lapangan pasien virus Corona, mengacu kebijakan Wali Kota Ibnu Sina.

“Satu per kegiatan Rp100 ribu. Jika mereka dalam sebulan ikut 20 kali, maka menerima Rp2 juta,” pungkasnya.

Para tenaga medis itu dinilai layak mendapat apresisasi berupa insetif. Pasalnya, mereka menjadi objek paling berisiko terpapar Covid-19.

Hingga awal bulan lalu, sedikitnya sudah tiga tenaga medis di Kalsel yang gugur karena Covid-19.

“Kita sangat apresiasi karena insentif ini imbalan jasa bagi tenaga medis yang berjuang,” ucap kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Reklame Cabutan Kembali Tayang, Wali Kota-Kasat Pol PP Beda Persepsi
apahabar.com

Kalsel

Sosok Mardani H Maming Sumber Inspirasi Semua Pihak
apahabar.com

Kalsel

Bagikan 1000 Masker, KNPI Kalsel Desak Ketegasan Pemerintah dan Penegak Hukum
apahabar.com

Kalsel

Lewat Sekolah Pintar, KPU Kalsel Bertekad Didik Pemilih
apahabar.com

Kalsel

Dinilai Belum Maksimal, PSBB Banjarmasin Bakal Dievaluasi
apahabar.com

Kalsel

Curhat Warga Tapin Setelah 3 Pekan di Rumah Isolasi Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Hasil Swab Masif di Batola, Penyebaran Covid-19 di Bawah Ambang Batas Aman
apahabar.com

Kalsel

Utang Dibayar Nyawa di Banjarmasin, Satu Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com