Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Tertinggi di Kalsel, Banjarmasin Minim Klaim Santunan Kematian

- Apahabar.com Jumat, 21 Agustus 2020 - 17:33 WIB

Tertinggi di Kalsel, Banjarmasin Minim Klaim Santunan Kematian

Dari 140 warga yang dilaporkan meninggal akibat Covid-19, di Banjarmasin baru satu warga yang disebut mencairkan santunan kematian. Foto: Tribunnews.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Sampai hari ini, sudah terdapat 140 warga Banjarmasin meninggal akibat Covid-19. Jumlahnya tertinggi se-Kalimantan Selatan.

Para keluarga korban Covid-19 itu berhak menerima santunan pemerintah. Bantuan ini berupa dana sebesar Rp15 juta. Penyalurannya melalui rekening ahli waris.

Namun, hingga Jumat (21/8), bantuan ini dilaporkan belum terserap seluruhnya.

Bahkan, menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin, Iwan Ristianto, baru satu ahli waris yang mengklaim bantuan itu.

“Ini kasus yang meninggal pertama warga Pekapuran, Mei lalu,” ujar Iwan dihubungi apahabar.com.

Bahkan, sambung dia, dari semua korban Covid-19 se-Kalimantan Selatan, baru Banjarmasin yang telah menerima santunan kematian.

Terdapat sederet alasan mengapa warga Banjarmasin kurang memanfaatkan bantuan ini.

Dominan karena banyak dari ahli waris yang kurang melengkapi berkas administrasinya.

Misalnya dalam usulan yang diajukan, ahli waris tak menyertakan surat pernyataan yang bersangkutan meninggal karena Covid-19.

Surat pernyataan itu mesti dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas tempat tinggal pasien.

“Banyak kami kembalikan berkasnya karena belum lengkap. Setelah kami verifikasi, lalu diserahkan ke Dinsos Provinsi. Kemudian baru diajukan ke Kemensos,” ucapnya.

Kendati demikian, tercatat sudah ada 25 ahli waris yang masuk dalam usulan calon penerima bantuan.

Karena sosialisasi terkait bantuan ini sudah maksimal, seharusnya sudah tidak ada lagi alasan ahli waris tidak mengetahui program bantuan ini.

“Sudah kami sampaikan secara berjenjang. Tim medis juga sudah banyak mengetahui,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

2 Pasien Sembuh Covid-19 di Kalsel Jalani Perawatan Selama 19 Hari
CPNS Kalsel 2021

Kalsel

CPNS Kalsel 2021 Kembali Dibuka, Formasi Guru Paling Banyak
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Cuaca Ekstrem dan Ombak Tinggi Ancam Perairan Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Jaring Warga Tak Pakai Masker, Polres HST Beri Teguran hingga Sanksi Sosial
apahabar.com

Kalsel

Jelang Ramadan; Toko Ini Didatangi Ratusan Pembeli Setiap Hari
apahabar.com

Kalsel

TNI-Polri di Amuntai Tanam Pohon, Dandim : Cegah Banjir 
apahabar.com

Kalsel

Geger!!! Buruh Pembuat Bata Tewas Mengapung
apahabar.com

Kalsel

Guru Zuhdi Tutup Usia, PWNU Kalsel Instruksi Warga Nahdliyyin Salat Gaib di Rumah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com