Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Tiga Pesantren di Kapuas Dibantu Budidaya Ikan Sistem Bioflok

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 19:14 WIB

Tiga Pesantren di Kapuas Dibantu Budidaya Ikan Sistem Bioflok

Budidaya ikan sistem bioflok bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kapuas. Foto-Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Tiga pesantren di Kabupaten Kapuas, Kalteng, mendapatkan bantuan budidaya ikan dengan sistem bioflok dari pemerintah daerah setempat.

Tiga pesantren tersebut adalah Pesantren Babussalam, Pesantren Al-Amin Sei Tatas dan Pesantren Muhajirin Antang Kuala Kapuas.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kapuas, Darmawan, mengatakan, tujuan bantuan tersebut untuk memberikan edukasi bagi anak didik dan memenuhi konsumsi kebutuhan pesantren serta dapat dijadikan untuk bisnis dikalangan pesantren.

Dijelaskan Darmawan, bantuan bioflok tersebut merupakan program budidaya baru dan sekarang banyak diminati oleh masyarakat, karena sistem ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas.

Bioflok sendiri adalah kumpulan dari berbagai organisme baik bakteri, jamur, protozoa, ataupun algae yang tergabung dalam sebuah gumpalan (floc). Dalam budidaya perikanan, gumpalan-gumpalan bahan organik ini nantinya akan menjadi pakan bagi komoditi yang dibudidayakan.

Menurut Darmawan bioflok merupakan salah satu sistem dengan pemberian bibit ikan yang ada di dalam kolam bundar dan tidak menyusahkan.

Kemudian sangat praktis, karena kolam berlapis terpal yang tidak mudah rusak dan produksi ikan lebih tinggi dari pada kolam galian tanah.

‚ÄúPadat tebarnya lebih tinggi dibanding dengan budidaya di kolam tanah. Kalau bioflok dengan diameter 3 meter saja bisa menghasilkan 3 ribu ekor bahkan kalau dimaksimalkan bisa sampai 5 ribu ekor, jauh beratus kali lipat dibandingkan dengan kolam galian tanah,” ujarnya.

“Selain itu tingkat keberhasilannya juga lebih tinggi, hanya saja pengolahan airnya yang rumit,” pungkas Darmawan.

Editor: Syarif

Reporter: AHC25 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Desember Dibuka untuk Umum, Jembatan Muara Teweh Jalani Uji Pembebanan
apahabar.com

Kalteng

Gegara Like FB, 3 ASN di Palangka Raya Diproses Bawaslu
apahabar.com

Kalteng

Maut di Pesta Perkawinan Barunang Kapuas Kalteng, Pemuda Saka Karangan Tewas Bersimbah Darah
apahabar.com

Kalteng

Gegara Judi Kupu, Wanita asal Gawing Kapuas Kena Tangkap

Kalteng

Resmi, Rahmad Jainudin Pimpin Pansus Hak Interplasi DPRD Kapuas Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Sebaran Covid-19 di Gumas Jadi Perhatian Khusus Gubernur Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Gedung BPSDM Kalteng Tidak Lagi Rawat Pasien Covid-19
apahabar.com

Kalteng

2 Hektare Lahan di Kumai, Terbakar atau Dibakar?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com