Detik-Detik Longsor Maut di Desa Batu Bini HSS Timbun 4 Pencari Batu Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Tangkap Kakak Beradik Pemilik 2,1 Kg Sabu-Sabu Selama Idulfitri, PDAM Bandarmasih Pastikan Pasokan Aman Dewan Minta Pemkot Banjarbaru Lebih Peka Permasalahan Warganya, Simak Penjelasan Wali Kota Motif Pembunuhan Dipocong di Tabat HST Terungkap, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 11:18 WIB

Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI

Petugas berjaga saat helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di kawasan pelabuhan di Beirut, Ibu Kota Lebanon. Foto: (AFP/STR)

apahabar.com, BEIRUT – Dua ledakan besar mengguncang Beirut, ibu kota Lebanon, Selasa (4/8). 73 tewas dan ribuan lainnya luka-luka.

Video ledakan yang mengguncang bangunan dan menebarkan kepanikan warga itu beredar luas di media sosial.

Kepulan asap berwarna oranye membumbung ke langit setelah ledakan kedua di kawasan pelabuhan setempat. Ledakan diikuti gelombang kejut mirip tornado.

Dari laporan otoritas setempat, korban luka-luka jumlahnya mencapai 4 ribu orang.

Presiden Lebanon Michel Aoun, dilansir Antara, mengatakan sebanyak 2.750 ton amonium nitrat ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan.

“Penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut tidak dapat diterima, karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan,” ujarnya.

Amonium nitrat adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk pupuk dan menjadi campuran zat dalam konstruksi pertambangan.

Pemerintah setempat langsung menggelar rapat dadakan merespons ledakan. Status darurat selama dua pekan tengah direncanakan.

Kemungkinan angka korban meninggal dunia masih akan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi oleh petugas yang mencari korban di bawah reruntuhan bangunan.

“Apa yang kami saksikan di sini adalah sebuah malapetaka dahsyat. Korban bergelimpangan, kerusakan terjadi di mana-mana,” ujar kepala Palang Merah Lebanon, George Kettani, dalam wawancara dengan Mayadeen.

Beberapa jam usai ledakan, yang terjadi sekitar pukul 6 petang waktu setempat, api masih menyala di wilayah pelabuhan sehingga terlihat cahaya kemerahan menjelang malam.

Sebagian korban luka dibawa ke luar Beirut untuk perawatan karena rumah sakit di kota itu telah penuh oleh sebagian korban lain. Ambulans dari kota-kota sekitar juga dikerahkan untuk membantu evakuasi.

Di antara ribuan korban itu, Kompas melansir, seorang warga negara Indonesia mengalami luka.

“Salah satu korban luka adalah WNI yang telah berhasil dikontak KBRI dan saat ini dalam kondisi stabil serta dapat berkomunikasi dengan baik,” demikian keterangan tertulis resmi Kementerian Luar Negeri, pagi tadi, dilansir Kompas.com

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pertama, Hakim Militer Diberhentikan Lantaran Selingkuh
Mujahidin

Nasional

Tangani Mujahidin Indonesia Timur di Poso, Pasukan Khusus TNI Siap Diberangkatkan
apahabar.com

Nasional

Polisi Tetapkan FA Tersangka Kasus Penipuan Proyek Asian Games 2018
apahabar.com

Nasional

Aktivis Lingkungan dan Masyarakat Pesisir Sepakat Tolak Raperda RZWP3K Kaltim
apahabar.com

Nasional

Bisnis MLM, Halal atau Haram?
apahabar.com

Nasional

Video Syur Mirip Syahirini, Polisi Ungkap Motif Pelaku
Demokrat

Nasional

Esok, Demokrat Moeldoko Lengkapi Hasil KLB ke Kemenkumham
Bupati Situbondo

Nasional

Bupati Situbondo Trending Twitter, Warganet Curiga Keterlibatan Buzzer
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com