Kronologi Lengkap Ambruknya Pilar Jembatan HKSN Banjarmasin Versi Pemerintah VIDEO: Detik-Detik Evakuasi Pekerja Proyek Jembatan HKSN Banjarmasin Pilar Ambruk, Jembatan HKSN Banjarmasin Jadi Tontonan Warga Pilu Bocah Difabel Yatim di Kotabaru, Sekolah Lagi Berkat Bantuan Polisi Dermawan Breaking News: Pengundian Nomor Urut Pilkada Tanbu, Cuncung-Alpiya Datang Paling Awal

Tuntutan Massa Tak Temui Titik Terang, Guru Syarkawi: Kebenaran Akan Terlihat

- Apahabar.com Kamis, 27 Agustus 2020 - 21:33 WIB

Tuntutan Massa Tak Temui Titik Terang, Guru Syarkawi: Kebenaran Akan Terlihat

Massa aksi melakukan orasi di depan gedung DPRD HST, Kamis (27/8).Foto-apahabar.com/HN Lazuardi.

apahabar.com, BARABAI – Tuntutan dari ratusan massa dari dua desa yang menggeruduk DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) belum menemui titik terang.

Mereka menuntut agar tokoh masyarakat, Guru H Syarkawi angkat kaki dari Desa Batu Tunggal, Kecamatan Hantakan, HST.

Kurang lebih satu jam atau sejak pukul 14.30 hingga pukul 15.30, massa aksi dari dua desa yakni Desa Baru Kecamatan Batu Benawa dan Batu Tungal, Kecamatan Hantakan berakhir penjadwalan ulang pertemuan dengan Komisi I DPRD HST.

Rencananya dijadwalkan pertemuan pada Selasa (1/9) depan.

“Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Komisi I insyaallah akan duduk bersama pembakal (Kepala Desa setemat-Red) dengan pemerintah, agar tidak terjadi jalan pintas seperti yang mereka sampaikan tadi,” kata Ketua DPRD HST, H Rachmadi usai memimpin dengar pendapat dengan massa aksi di ruang rapat paripurna, Kamis (27/8) sore.

Sementara itu, penanggung jawab aksi warga Desa Baru, H Aidi mengatakan, alasan ingin mengusir warganya disebabkan perilakunya di masyarakat. Dia menikahi seorang gadis berumur 25 tahun tanpa izin atau sepengetahuan orang tua dan wali.

Baca juga :  Rekonstruksi Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST, Keluarga Latifah Kecewa

Bahkan si gadis tersebut, kata Aidi, dibawa ke Martapura Kabupaten Banjar untuk dinikahi.

“Jika ingin kawin, temui orang tuanya. Setelah diterima, diadakan mas kawinnya, baru penentuan kawin. Kan begitu ketentuannya. Jadi kami resah dengan hal itu,” kata Aidi.

Kasus itu, kata Aidi, masyarakat sebelumnya ingin melakukan mediasi. Haya saja, yang bersangkutan tidak pernah mendatangi ketika dipanggil.

“Kami berniat hanya membuka pintu maaf, bukan memarahi atau niat jahat,” ucap Aidi.

Karena itu, lanjut Aidi, dengan niat baik, warga datang Kantor DPRD tadi. Tujuannya untuk minta dijembatani. Mudah-mudahan Selasa nanti penyelasaiannya,” harap Aidi.

Dikonfirmasi terpisah, Syarkawi menjelaskan tidak tau soal aksi masyarakat yang mengadu ke DPRD HST.

“Saya tidak mengerti juga (prihal aksi massa ke DPRD),” kata Syarkawi kepada awak media saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Tuntutan massa itu, kata Syarkawi tidak menjadi masalah terhadap dirinya.

“Yang benar akan terlihat yang salah akan terlihat. Kita lihat saja nanti. Mungkin orangnya yang itu-itu saja, yang wisata dulu (polemik obyek wisata di Desa Baru Agustus 2019 lalu-red),” tutup Syarkawi.

Baca juga :  Pengundian Nomor Urut Pilgub Kalsel : BirinMu yang Terbaik, H2D Ingin Nomor Kemenangan

Diwartakan sebelumnya, ratusan warga dari dua desa di Hulu Sungai Tengah (HST) mendatangi gedung DPRD setempat, Kamis (27/8).

Membawa spanduk, mereka berorasi di depan gedung DPRD yang dijaga ketat 200 anggota Polres HST. Mereka menuntut Guru Syarkawi agar meninggalkan Desa Batu Tunggal Hantakan.

Tak lama berorasi, anggota Komisi III DPRD HST, Tajudin menyerukan agar massa masuk ke ruang rapat paripurna.

Satu persatu massa aksi memasuki ruang rapat dengan pemeriksaan ketat anggota Polres HST. Serta wajib memenuhi protokol kesehatan.

Adapun spanduk yang dibawa tersebut tertulis;

Guru Syarkawi Melakukan perkawinan tanpa diketahui orang tua atau walinya.

Bila tidak disetujui orang tuanya, bawa lari saja anaknya. Nikahnya sah saja. Selamatkan anak gadis dari predator.

Guru Syarkawi memecah belah masyarakat Kampung Waki.

Guru Syarkawi memberikan contoh yang tidak baik di masyarakat.

Guru Syarkawi hanya mau bertegur sapa dan bersalaman kepada orang tertentu.

Guru Syarkawi wajib lengser.

apahabar.com

Spanduk yang dibawa massa aksi terpampang di dinding pagar gedung DPRD HST, Kamis (27/8). Foto-apahabar.com/HN Lazuardi.

Editor: Aprianoor

Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

6 Warga Sembuh, Batola Juga Tambah 6 Pasien Positif
apahabar.com

Kalsel

Rutan Kandangan Over Kapasitas, Dihuni Narkoba dan Koruptor
apahabar.com

Kalsel

Pasca Pencoblosan, Banua Kondusif
apahabar.com

Kalsel

Pilkada Kalsel: Jika Positif Narkoba, Pasangan Sahbirin-Muhidin dan Denny-Difriadi Dinyatakan Gugur
apahabar.com

Kalsel

Peduli Kebakaran di Kotabaru, Masyarakat HST Pasok Bantuan ke Pulau Sebuku
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel: Total 6.836 Kasus Positif, 4.232 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Positif Covid-19, Pemprov Kalsel Masifkan Karantina Khusus
apahabar.com

Kalsel

Tiga Perusahaan Kayu Lapis di Banjarmasin Didatangi Polisi, Ada Apa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com