Razia Tambang Batu Gamping di Jaro, Polisi Tabalong Amankan Ekskavator dan Truk Nekat Takbir Keliling di Kalsel, Simak Sanksi yang Bakal Diterapkan Polisi Subuh Hilang Kontak, Seorang Pria di Telaga Biru Banjarmasin Ditemukan Jadi Mayat Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku

UMKM Terpuruk, Bos Minyak di Kalsel Tawarkan Solusi

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 19:42 WIB

UMKM Terpuruk, Bos Minyak di Kalsel Tawarkan Solusi

H Abadi HS. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Penyebaran Covid-19 membuat aktivitas ekonomi lesu, termasuk Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM).

Pasalnya, aktivitas masyarakat telah dibatasi oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus.

Demi membangkitkan UMKM, Bendahara Asosiasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumandiri) Kalsel, H Abadi HS punya beberapa usulan.

Pertama, pemerintah daerah janganlah menutup mata atas turunnya transaksi perdagangan UMKM. Pemerintah wajib berperan supaya UMKM bisa bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, Abadi meminta pemerintah memberikan restrukturisasi utang kepada UMKM.

Restrukturisasi yang diberikan ini berbentuk pengurangan bunga hingga penundaan pembayaran cicilan, bantuan modal kerja dalam bentuk pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga insentif pajak.

Ini untuk usaha yang terkena dampak paling lama 6 bulan. “Kita tidak menyalahkan virus. Minimal pemerintah turun tangan dengan menawarakan bunga lunak kepada pelaku UMKM,” ujar pengusaha minyak di Kalsel ini ketika dihubungi apahabar.com.

Kemudian, ia mengungkapkan uluran tangan pemerintah berupa bantuan sosial (Bansos) untuk pelaku usaha UMKM harus tepat sasaran.

Sebab sasaran ini menyentuh dalam kategori miskin dan kelompok rentan miskin yang terdampak wabah Covid-19.

Dengan begitu, Ketua Bidang Jaringan pengusaha nasional (Jaknas) Kalsel ini kembali meminta pemerintah terus mengupayakan agar ada pertambahan jumlah UMKM yang masuk dalam program bantuan sosial.

“UMKM yang tidak bisa lagi berusaha, yang kebanyakan harus didorong untuk masuk ke program bantuan sosial yang kita golongkan mereka kelompok miskin baru sehingga mereka masuk jaminan sosial,” ucap pria yang pernah berkeinginan maju di Pilwali Banjarmasin ini.

Terakhir, Abadi menyarankan pemerintah dan swasta di Kalsel harus memberikan bantuan permodalan untuk UMKM.

Sekaligus, pemerintah mendorong masyarakat untuk belanja produk UMKM. Ini diharapkan masyarakat dapat diajak bekerja sama dengan mau belanja produk UMKM.

“Semua itu bisa meringankan beban UMKM sekitar 5 persen dan supaya mereka kreatif dimasa wadah,” pungkas pria kelahiran 1985 ini.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bersaing dengan Swasta, Pelindo Berbenah Diri
apahabar.com

Ekbis

Virus Corona Diduga Memicu Anjloknya Tamu Asing dan Ekspor Kalsel ke Tiongkok
apahabar.com

Ekbis

Menaker Minta Investor Amerika Kembangkan SDM Indonesia
Alat Berat

Ekbis

Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M
apahabar.com

Ekbis

Sejak Darurat Covid-19, Masker Kulit dari Garut Mulai Diminati Pasar
apahabar.com

Ekbis

Jadi Pengusaha Itu Harus Direncanakan
apahabar.com

Ekbis

Ingin Mudik Naik Kapal, Simak Jadwal dan Harga Tiketnya!
apahabar.com

Ekbis

Menhub Tak Ingin Garuda dan Sriwijaya Air Pecah Kongsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com