13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel Titah Jokowi di Mataraman Kalsel: Segera Perbaiki Jembatan BREAKING! Jokowi Tiba di Kalsel, Langsung Blusukan Bagi Sembako Hujan Deras, Ribuan Korban Banjir Nantikan Kedatangan Jokowi di SDL Geger! Kakek Tak Bernyawa di Bak Truk Trisaksti Banjarmasin

Uni Eropa Serukan Israel Batalkan Rencana Caplok Tepi Barat

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 23:42 WIB

Uni Eropa Serukan Israel Batalkan Rencana Caplok Tepi Barat

Sejumlah orang mencoba membakar foto Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan saat melakukan protes terhadap Uni Emirat Arab yang membuat kesepakatan baru dengan Israel, di depan Kubah Batu, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (14/8). Foto-Reuters/Ammar Awad via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Uni Eropa (EU) memang menyambut kesepakatan kontroversial untuk normalisasi hubungan Israel dan Uni Emirat Arab (UAE).

Di lain sisi, pihaknya menyerukan Tel Aviv untuk membatalkan rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat.

“Saya menyambut baik normalisasi Israel-UAE; keduanya menguntungkan & penting bagi stabilitas regional,” kata Perwakilan Tinggi EU untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell di Twitter, Jumat (14/8) waktu setempat.

Borrell menekankan bahwa menangguhkan aneksasi adalah langkah positif. Dia meminta Israel untuk meninggalkan rencana tersebut.

“EU berharap untuk melanjutkan negosiasi Israel-Palestina tentang solusi dua negara berdasarkan parameter yang disepakati bersama,” kata Borrel.

Kesepakatan untuk menormalisasi hubungan UAE-Israel diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (13/8). Kesepakatan itu digadang dapat mencegah rencana kontroversial Israel untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang diduduki.

Sebuah pernyataan bersama oleh AS, UAE, dan Israel mengatakan “terobosan” itu akan mempromosikan “perdamaian di kawasan Timur Tengah”.

Kesepakatan tersebut juga disebut sebagai “bukti diplomasi dan visi yang berani dari ketiga pemimpin”, mengacu pada Trump, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kelompok-kelompok Palestina mengecam perjanjian baru itu. Palestina mengatakan itu tidak ada manfaatnya bagi kepentingan Palestina sekaligus mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

“Kesepakatan damai UAE dengan Israel merupakan “tikaman dari belakang yang berbahaya terhadap rakyat Palestina”,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

KTT APEC Sepakati Visi Putrajaya 2040 dan Deklarasi Kuala Lumpur
apahabar.com

Internasional

Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Iran Minta Maaf
apahabar.com

Internasional

Enam Mayat WNI di Pantai Johor Malaysia, Diduga Pekerja Ilegal
apahabar.com

Internasional

Pelaku Penembakan Keji di Masjid Selandia Baru Terancam Hukuman Seumur Hidup
apahabar.com

Internasional

Duh, Kasus Covid-19 di AS Tembus Angka 2 Juta Lebih
apahabar.com

Internasional

Abaikan Usul Trump, Pilpres AS Tetap Berlangsung 3 November
apahabar.com

Internasional

Masukkan Soal Ras dan Etnis, Twitter Perluas Aturan Ujaran Kebencian
China

Internasional

Ada Kampung Percontohan Anti-Covid-19 di Wuhan China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com