Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Uni Eropa Serukan Israel Batalkan Rencana Caplok Tepi Barat

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 23:42 WIB

Uni Eropa Serukan Israel Batalkan Rencana Caplok Tepi Barat

Sejumlah orang mencoba membakar foto Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan saat melakukan protes terhadap Uni Emirat Arab yang membuat kesepakatan baru dengan Israel, di depan Kubah Batu, di Kota Tua Yerusalem, Jumat (14/8). Foto-Reuters/Ammar Awad via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Uni Eropa (EU) memang menyambut kesepakatan kontroversial untuk normalisasi hubungan Israel dan Uni Emirat Arab (UAE).

Di lain sisi, pihaknya menyerukan Tel Aviv untuk membatalkan rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat.

“Saya menyambut baik normalisasi Israel-UAE; keduanya menguntungkan & penting bagi stabilitas regional,” kata Perwakilan Tinggi EU untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell di Twitter, Jumat (14/8) waktu setempat.

Borrell menekankan bahwa menangguhkan aneksasi adalah langkah positif. Dia meminta Israel untuk meninggalkan rencana tersebut.

“EU berharap untuk melanjutkan negosiasi Israel-Palestina tentang solusi dua negara berdasarkan parameter yang disepakati bersama,” kata Borrel.

Kesepakatan untuk menormalisasi hubungan UAE-Israel diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (13/8). Kesepakatan itu digadang dapat mencegah rencana kontroversial Israel untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang diduduki.

Sebuah pernyataan bersama oleh AS, UAE, dan Israel mengatakan “terobosan” itu akan mempromosikan “perdamaian di kawasan Timur Tengah”.

Kesepakatan tersebut juga disebut sebagai “bukti diplomasi dan visi yang berani dari ketiga pemimpin”, mengacu pada Trump, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al-Nahyan, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kelompok-kelompok Palestina mengecam perjanjian baru itu. Palestina mengatakan itu tidak ada manfaatnya bagi kepentingan Palestina sekaligus mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

“Kesepakatan damai UAE dengan Israel merupakan “tikaman dari belakang yang berbahaya terhadap rakyat Palestina”,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Terinfeksi Covid-19, Desainer Kenzo Takada Meninggal Dunia
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 WNI 17 Oktober: Bertambah 7 Kasus, Jadi 1.644
apahabar.com

Internasional

Berikan Penghormatan untuk Korban Pembantaian, Ini yang Dilakukan Geng Suku Asli Australia di Depan Masjid Christchurch
apahabar.com

Internasional

Bank Sentral Eropa Perkenalkan Mata Uang Digital ke 19 Negara
apahabar.com

Internasional

Sampah Luar Angkasa Bertabrakan dan Dekati Bumi Jumat, Bahaya?
apahabar.com

Internasional

HUT RI Ke-75 di Ceko, Pameran ‘Indonesia Dulu dan Kini’ Disiapkan
apahabar.com

Internasional

Domba Termahal di Dunia Terjual Rp7,1 Miliar
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Hentikan Sementara Penerbangan Internasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com