Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Usir Covid-19, Perempuan India Sembah Dewi Corona

- Apahabar.com Kamis, 13 Agustus 2020 - 09:00 WIB

Usir Covid-19, Perempuan India Sembah Dewi Corona

Ilustrasi wanita di India. Foto-Scott Dexter via Wikimedia Commons

apahabar.com, ASANSOL – Saat dunia tengah bertarung melawan Covid-19, perempuan dari desa Benggala Barat India memutuskan untuk dengan cara mereka sendiri.

Di Nichupara Basti, Kota Asansol, para wanita ini berkumpul untuk menenangkan Corona Mai, atau dewi Corona.

Hal ini dilakukan para wanita di Benggala barat karena menurut mereka, virus corona merupakan ciptaan dari Shintala Devi. Dalam beberapa budaya, dia dianggap sebagai dewi pelepas. Mereka juga berdoa padanya agar sembuh dari berbagai penyakit seperti cacar dan campak.

“Kami telah memutuskan untuk menyembah Corona devi setiap Senin dan Jumat sampai dia merasa puas,” kata Sabita Prasad, 56 tahun, sambil menyalakan dupa.

Bagi wanita Nichupara Basti, dewi Corona tidak berbentuk. Dia bisa menjadi angin yang mengguncang rumah beratap genteng mereka di malam hari, matahari, air di kolam di dekatnya.

Mereka berdoa di depan dewi Corona dan mengatur pooja kecil di tepi kolam chinnamasta di sana. Para wanita dari berbagai usia mulai berkumpul jam 08.00-09.00 waktu setempat untuk berdoa.

Pada bulan Juni lalu, mereka meminta wanita-wanita di desa tersebut bergabung untuk berdoa kepada dewi Corona.

Mengutip The Hindu, mereka duduk di rumput dan meletakkan sederet bunga di depan mereka. Dupa dinyalakan, dan buah-buahan, sayuran, ghee, dan gula merah dipersembahkan kepada sang dewi.

“Kami berharap dewi Corona memastikan bahwa virus corona meninggalkan kita selamanya,” kata Nita Das, salah satu wanita yang mengikuti acara tersebut.

Mereka mengukir tanah dan meletakkan semua persembahan di dalam lalu menutupnya. Mereka melantunkan doa saat melakukannya – suasananya berat dengan bau dupa dan bunga; mata mereka terpejam dalam konsentrasi penuh doa, dan mantra-mantra memecah udara.

“Persembahan dan nyanyian kami akan membuat kami terbebas dari virus,” tambah Nita.

Namun Nilanjan Mukherjee, wanita yang berasal dari dekat Rabindranagar tak setuju dengan hal ini. Pasalnya, dia tak setuju dengan hal itu karena pelanggaran jarak fisik.

“Kalau terus begini, kita akan segera tertular penyakit itu alih-alih sembuh,” ujarnya. (CNN)

Editor: Syarif

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Minum Suplemen Peningkat Sistem Imun Sebaiknya Ada Jeda, Simak Kata Pakar
apahabar.com

Gaya

Nasib Fotografer di Tengah Pandemi, Bang Jay Pilih Jadi Youtuber
apahabar.com

Gaya

Anjuran dan Tips Berjemur Secara Aman
apahabar.com

Gaya

Makan Kimchi Diklaim Turunkan Risiko Tertular Covid-19, Benarkah?
apahabar.com

Gaya

Kopdar JBI South Borneo, Hindari Keramaian di Tengah Corona
apahabar.com

Gaya

Sabina Altynbekova, Atlet Muslim Berparas Cantik
apahabar.com

Gaya

Jadi Penyebab Istri Ustaz Maulana Meninggal, Ini 4 Fakta Kanker Usus
apahabar.com

Gaya

Selama Ramadan, Traffic internet naik 20 persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com