Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April Hore! Tanah Laut Segera Miliki Stadion Berkapasitas 10.000 Penonton Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Walau Belum Ekstrem, Harga Gas Melon di Marabahan Mulai Naik

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 19:55 WIB

Walau Belum Ekstrem, Harga Gas Melon di Marabahan Mulai Naik

Aktivitas usaha mikro yang mulai menggeliat, ikut memicu perubahan harga elpiji 3 kilogram. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Kendati belum menyentuh Rp40 ribu, harga gas elpiji 3 kilogram di sejumlah pengecer di Marabahan mulai merangkak naik.

Setidaknya dalam dua pekan terakhir di beberapa pedagang eceran, harga yang ditawarkan antara Rp28 ribu hingga Rp35 ribu.

Sementara sebelumnya harga tabung 3 kilogram atau biasa disebut gas melon itu sebesar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.

“Dalam beberapa minggu terakhir, saya menjual elpiji 3 kilogram seharga Rp28 ribu. Namun stok saya pun sudah kosong,” papar Hj Ida, salah seorang pengecer elpiji di Kelurahan Marabahan Kota.

Sementara di Kelurahan Ulu Benteng, kisaran harga eceran per tabung 3 kilogram tidak jauh berbeda, “Saya menjual eceran seharga Rp30 ribu,” jelas salah seorang pengecer bernama Umrah.

“Malah ada pengecer lain yang menjual seharga Rp35 ribu. Harga eceran juga tergantung stok dan jarak dengan pangkalan,” sambungnya.

Keterbatasan stok dan peningkatan harga di pengecer, sudah dalam penanganan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Barito Kuala.

“Sedianya kuota per bulan untuk Batola tidak pernah dikurangi Pertamina. Sampai sekarang kuota yang tersedia tetap sebesar 7.002 metrik ton,” tukas Kabid Perdagangan Diskopperindag Batola, Surono, Selasa (25/8).

“Terkait kenaikan harga di pengecer, kami tak bisa melakukan penataan. Penyebabnya pengecer tidak termasuk rantai distribusi. Berbeda kalau agen dan pangkalan yang menjual elpiji di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” tambahnya.

HET elpiji 3 kilogram sendiri sebesar Rp17.500. Namun sesuai Perbup Batola Nomor 188.45/241/KUM/2017, HET pangkalan di Kuripan, Tabunganen dan Tabukan sedikit lebih tinggi.

Perbedaan itu mempertimbangkan kesulitan jangkauan transportasi darat, terutama dari SPBE/filling station menuju kecamatan dimaksud.

“Oleh karena kuota tidak berubah, kami meyakini perubahan harga ini ikut disebabkan peningkatan permintaan,” jelas Surono.

“Hal yang memicu peningkatan permintaan itu antara lain aktivitas usaha mikro. Sempat vakum di awal-awal pandemi, sekarang perlahan aktif lagi,” imbuhnya.

Di sisi lain, masih banyak warga berpendapatan lebih dari Rp1,5 juta per bulan yang menggunakan elpiji 3 kilogram.

Padahal sesuai peruntukan, gas melon dikhususkan warga berpenghasilan di bawah Rp1,5 juta per bulan atau kurang mampu.

“Perlu kerjasama semua pihak agar elpiji bersubsidi tepat sasaran. Salah satunya agen yang mewajibkan pangkalan agar menyediakan elpiji 5,5 kilogram atau non subsidi,” beber Surono.

“Tanpa kewajiban tersebut, pangkalan akan terus menyediakan elpiji bersubsidi. Akibatnya masyarakat yang mampu pun terpaksa ikut membeli gas bersubsidi, lantaran elpiji non subsidi tak tersedia atau minim stok,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

vaksinasi Covid-19

Kalsel

Apresiasi Tinggi, Banjarmasin Ajukan Penambahan Vaksin Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Klaim Pasokan LPG ‘Melon’ ke Kalimantan Selatan Aman

Kalsel

Sambut Libur Panjang, Satgas Covid-19 Ingatkan Penerapan Prokes
apahabar.com

Kalsel

Tak Tersentuh Internet, Sekolah di Kusan Hilir Sukses Gelar UNBK
apahabar.com

Kalsel

Resmi! Menkes Setujui PSBB Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Jadi Tuan Rumah Porprov, 2 Stadion di HSS Dibenahi
apahabar.com

Kalsel

Pelajar SMKN 1 Banjarmasin Ini Ungkap Rahasianya Raih Nilai Tertinggi Tingkat SMK se Kalsel
Banjarmasin

Kalsel

Bongkar Ratusan Bangunan Biang Banjir di Veteran, Satgas: Tak Ada Istilah Tercecer!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com