Keren! Al-Mazaya Islamic School Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi Covid-19 POPULER SEPEKAN: Polisi Tewas Tenggelam di Sungai Martapura, hingga 2 Kasus Kriminalitas di Hulu Sungai Wakil Ketua DPRD HST Kecelakaan di Angkinang, Mobil Ringsek Parah! LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan

Wapres: Kecerdasan Buatan Solusi untuk Negara Jadi Pelaku Industri 4.0

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 13:15 WIB

Wapres: Kecerdasan Buatan Solusi untuk Negara Jadi Pelaku Industri 4.0

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan pidato sambutan dalam acara Pengenalan Kampus Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya Jakarta, Senin (31/8). Foto-Asdep KIP Setwapres

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan kecerdasan buatan menjadi solusi untuk negara menjadi pelaku dalam Revolusi Industri 4.0, sehingga Indonesia tidak lagi menjadi pasar di industri tersebut.

“Kecerdasan buatan menjadi jalan keluar agar negara tidak sekadar menjadi pasar, melainkan juga sebagai pelaku dari Revolusi Industri 4.0,” kata Ma’ruf Amin saat menyampaikan sambutannya dalam acara Pengenalan Kampus Unika Atma Jaya Jakarta, Senin (31/8).

Menurut dia, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan model bisnis baru, dan itu dapat diciptakan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.

Pembangunan di masa mendatang, menurut Wapres, sangat dipengaruhi oleh disrupsi di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Menguatnya pemanfaatan kecerdasan buatan, penggunaan big data, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi akan menyebabkan pembangunan tidak lagi linear, tapi bersifat eksponensial yang berkembang secara pesat,” katanya.

Menurut dia, luasnya jaringan kerja sama antara perguruan tinggi dan sektor industri juga menjadi pendukung bagi keberhasilan pembangunan.

“Kerja sama dengan berbagai pihak terkait harus terus dilakukan dalam berbagai bidang untuk menghasilkan karya-karya terbaik bangsa,” katanya.

Selain itu, untuk dapat menjadi pelaku industri 4.0, Indonesia harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas unggul. Memiliki SDM berkualitas tersebut, kata Ma’ruf, salah satunya ditandai dengan banyaknya jumlah pekerja yang merupakan lulusan perguruan tinggi.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), angka penduduk Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas tergolong rendah.

“Dari 137,90 juta penduduk usia 15 tahun yang bekerja, menurut data angkatan kerja Februari 2020 hanya sekitar 14,22 juta orang atau hanya 10,3 persen di antaranya yang merupakan lulusan perguruan tinggi,” katanya.

Oleh karena itu, Ma’ruf Amin berharap seluruh mahasiswa dan tenaga pengajar di lingkungan kampus Unika Atma Jaya dapat membawa perubahan lebih baik di lingkungan masyarakat melalui penerapan ilmu, pengetahuan, dan keteladanan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ini Cara Mengukur Indeks Personal ASN
apahabar.com

Nasional

Data Kematian Saat Pandemi Disorot, Rumah Sakit Diminta Jujur
Penduduk Miskin

Nasional

Penduduk Miskin RI 27,55 Juta Orang, Terbanyak di Jawa
apahabar.com

Nasional

Persekusi Jurnalis di Munajat 212 Berlanjut ke Laporan Polisi
apahabar.com

Nasional

Mobil Via Vallen Dibakar, Polisi Temukan Peralatan Dukun
apahabar.com

Nasional

Rapat Empat Menteri, Indonesia Upayakan Nego Saudi
apahabar.com

Nasional

Jasad Ustaz Arifin Ilham Mengeluarkan Aroma Harum
apahabar.com

Nasional

Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Kotak Suara Pemilu di Jambi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com