Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Wapres: Pandemi Jangan Diperkeruh Polemik Kehalalan Vaksin

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 15:48 WIB

Wapres: Pandemi Jangan Diperkeruh Polemik Kehalalan Vaksin

Ilustrasi vaksin virus corona. Foto-iStockphoto/sittithat tangwitthayaphum via CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berpesan supaya persoalan pandemi jangan sampai diperkeruh dengan polemik terkait kehalalan vaksin, yang saat ini masih dalam proses uji klinis.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8).

“Hal itu bisa menimbulkan gejolak di masyarakat yang concern pada status halal vaksin. Wapres berpesan jangan sampai problem pandemi ini diperkeruh oleh polemik kehalalan vaksin,” kata Masduki.

Untuk memastikan agar vaksin Covid-19 dapat dengan aman diberikan kepada masyarakat, lanjut Masduki, Wapres meminta berbagai lembaga sertifikasi halal untuk proaktif dalam melakukan sertifikasi kehalalannya.

“Wapres menekankan proses pemeriksaan pemenuhan standar halal vaksin harus berjalan seiring dengan tahapan uji klinis dan produksi, sehingga tidak mengganggu jadwal vaksinasi,” tambahnya.

Selain memastikan proses halal tidak menghambat uji klinis, produksi, dan distribusi vaksin, Wapres juga memastikan vaksin yang beredar jangan sampai belum bersertifikat halal.

Sebelumnya, pada rapat bersama PT Bio Farma di Jakarta, Kamis (27/8), Ma’ruf Amin meminta proses sertifikasi halal terhadap vaksin Covid-19 harus berjalan cepat.

“Untuk halal itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Kalau memang produk itu sangat dibutuhkan, maka ada jalan keluarnya untuk memperoleh sertifikat halal itu. Kuncinya vaksin dan vaksin itu harus di-backup oleh sertifikat halal,” kata Ma’ruf Amin.

Ma’ruf meminta kepada lembaga-lembaga pemberi sertifikasi halal untuk berkoordinasi dan bergerak cepat bersamaan dengan proses produksi dan uji klinis terhadap vaksin Covid-19.

Lembaga-lembaga yang dimaksud tersebut antara lain Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Komestika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Komisi Fatwa MUI.

PT Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal China, Sinovac, untuk memproduksi vaksin Covid-19, yang saat ini sedang dilakukan uji klinis tahap ketiga.

Setelah uji klinis tahap ketiga lolos, maka vaksin Covid-19 akan siap diproduksi massal dengan melalui izin edar dan sertifikasi halal.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tak Puas, Ratusan Perempuan Banjar Pilih Menjanda..!!
apahabar.com

Nasional

Ketahui! Bea Masuk Remdesivir untuk Pasien Covid-19 0%
apahabar.com

Nasional

Hore, 180 Juta Vaksin Covid-19 Hadir di Indonesia Akhir Tahun
apahabar.com

Nasional

Natuna Memanas, TNI Siagakan 5 Kapal Tempur hingga Marinir
apahabar.com

Nasional

Pelaku UMKM Kalsel Blak-blakan Sebutkan Prestasi Jokowi Selama 4,5 Tahun
apahabar.com

Nasional

Pakar UGM: Jangan Buru-Buru Klaim Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Wagub Papua: Kasus Nduga Murni Kriminal
apahabar.com

Nasional

Presiden Nantikan Kontribusi ITB untuk Kemajuan bangsa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com