3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Warga Takisung dan Pelaihari Kena Imbas Kelangkaan Elpiji

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:47 WIB

Warga Takisung dan Pelaihari Kena Imbas Kelangkaan Elpiji

Ilustrasi. Foto-Kompas

apahabar.com, PELAIHARI – Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kalimantan Selatan terus melebar. Sudah beberapa 3 hari, warga di Kecamatan Takisung dan Pelaihari pun meraskan imbasnya.

“Sudah kurang lebih satu minggu langka di Takisung. Sudah keliling tapi susah dapat gas, rata-rata habis di pangkalan,” kata Syahrul Sekdes Ranggang Dalan, Rabu (26/8).

Ia menjelaskan, keluhan itu tidak hanya ia rasakan, warga lain juga banyak yang mengeluh. Termasuk desa tetangga seperti Desa Ranggang Dalam dan Luar.

Pengecer Gas elpiji 3 Kilogram di desa setempat mengaku sudah dua mingguan ini gas tidak ada. “Tapi informasi dari pangkalan akhir bulan ini datang. Harganya sekitar 24.000,” sebut Acil Iras.

Hal yang sama dirasakan Bule Ningrum, pemilik warung makan Kantin Pemda Tala mengaku hari sama sekali tidak ada gas elpiji. “Sudah Keliling Pelaihari hingga sore ini tidak dapat,” katanya.

“Kalau pun ada, harganya sampai Rp. 40.000 per tabung di eceran,” timpal Mama Ira.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Tanah Laut Supinal Anwar kaget mendengar terjadi kelangkaan.

Ia menjelaskan terjadinya kelangkaan gas epiji 3 kilogram kemungkinan faktor geliat usaha kecil meningkat di tengah kebiasaan baru masa Covid-19, apalagi ada pelanggaran kegiatan aktivitas bagi warga.

Sebab kalau dari Pertamina ke agen, agen ke pangkalan distribusi gas LPG ini lancar. “Hasil komunikasi kami ke Pertamina, agen dan pangkalan tidak ada masalah distribusi, mengalir seperti biasa,” kata Supinal kepada apahabar.com, Rabu (26/8).

Seperti di daerah pesisir kebutuhan gas ini cukup tinggi sebab disana banyak usaha rumahan bahkan sebagian gas ini ada juga digunakan nelayan untuk menghemat bbm solar.

“Nanti akan berkoordinasi lagi terkait kabar kelangkaan Gas El Piji ini di masyarakat,” katanya.

Kedepan pihaknya akan kembali melanjutkan kegiatan operasi pasar elpiji yang telah dilaksanakan dua bulan terakhir ini. Apalagi harganya sesuai het pertamina Rp19.000, respon masyarakat terhadap operasi sangat tinggi.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Ahc14 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

30 Personil Diterjunkan, Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Pierre Tendean
apahabar.com

BNN Kota Banjarmasin

Lomba Takbiran Tradisional Meriahkan Malam Takbiran di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Sabu dan Ineks Rp 1 M Milik Bos Narkoba Banjar Dimusnahkan
apahabar.com

Kalsel

Razia Masker di Banjarmasin, Seorang Bacalon Kepala Daerah Terjaring!
apahabar.com

Kalsel

Info Covid-19 Kalsel: 2 PDP Negatif, Ini Rincian 10 Positif Baru
apahabar.com

Kalsel

Pipa PDAM Intan Banjar Bocor di Jalan Mr Cokrokusumo
apahabar.com

Kalsel

Gelar Salat Ied, Masjid di Banjarmasin Padamkan Lampu
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu, Positif Bertambah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com