Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Waspada Ancaman Hacker Saat Kampanye Virtual Pilkada 2020

- Apahabar.com Sabtu, 29 Agustus 2020 - 10:15 WIB

Waspada Ancaman Hacker Saat Kampanye Virtual Pilkada 2020

Ilustrasi. Foto-Istockphoto

apahabar.com, JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19, diyakini banyak kandidat melakukan kampanye virtual. Nah, kesempatan ini bisa saja dimanfaatkan peretas (hacker).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengakui kemungkinan kampanye lebih banyak diganti dengan pertemuan-pertemuan digital. Kekuatiran serang hacker pun tak ditampik Arief Budiman.

“Jangankan tahapan pemilu, lah wong kita ini webinar saja, kita ini rakor saja, itu kadang-kadang di tengah aksi kita itu muncul serangan-serangan, gambar-gambar unik dan aneh,” sebutnya.

Arief mengatakan KPU, Bawaslu, dan Kominfo perlu bekerja sama mengawal pilkada di tengah ancaman tersebut. Sebab menurutnya, serangan siber terhadap penyelenggaraan pemilu kian meningkat setiap tahun.

Dia berpendapat serangan siber pada 2004-2014 hanya menyasar situs-situs penyelenggara pemilu. Lalu mulai 2014, serangan siber bertambah banyak dan cenderung menyasar pribadi penyelenggara.

“Kalau sekarang itu sudah nyerang akunnya Arief Budiman di mana ya, email-nya Arief Budiman di mana ya, Whatsapp-nya Arief Budiman nomor berapa ya,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Menkominfo Johnny G. Plate menyambut baik ajakan KPU. Ia berjanji untuk mendukung penyelenggaraan pilkada, terutama di ruang digital.

“Saya menyampaikan kesungguhan Kominfo, dukungan Kominfo beserta seluruh jajaran untuk bersama-sama dengan penyelenggara dan ekosistem Pilkada 2020 untuk memastikan kesuksesannya,” ujar Johnny.

Pilkada Serentak 2020 akan digelar 9 Desember dengan menyerentakkan pilkada di 270 daerah. Tahapan kampanye pilkada kali ini akan berlangsung 71 hari pada 26 September hingga 5 Desember. (CNN)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ombudsman RI: Siapa yang Ambil Untung dari Rapid Test?
apahabar.com

Nasional

Covid-19 Tembus 20 Ribu Kasus, Cuncung: Tingkatkan Kewaspadaan!
apahabar.com

Nasional

Baku Tembak di Papua: 1 Prajurit TNI Tewas, 2 Polisi Terluka
Vaksin Covid-19

Nasional

Simak Perpres 14/21, Masyarakat Menolak Vaksin Covid-19 Terancam Sanksi
apahabar.com

Nasional

TNI Butuh Rp118 Triliun dalam Pemindahan Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Bicara Soal Penghapusan, Tjahjo: Pusat Tak Urusi Tenaga Honorer
apahabar.com

Nasional

Sederet Manfaat Omnibus Law versi Kemenkumham: Tak Melulu Soal Investasi
apahabar.com

Nasional

8 Rumah Sakit di Bogor Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com