Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega Sadis! Begal Mobil Carteran di Pelaihari Buang Jasad Korban ke Hutan Sawit BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Waspada! Virus Selain Covid-19 Merebak, Sudah 2 Warga Banjarmasin Meninggal

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 16:10 WIB

Waspada! Virus Selain Covid-19 Merebak, Sudah 2 Warga Banjarmasin Meninggal

Banjarmasin mencatatkan peningkatan jumlah kasus DBD pada tahun ini. Foto ilustrasi: Medcom.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Belum reda ancaman Covid-19, warga Banjarmasin diminta waspada akan bahaya virus lain.

Virus satu ini adalah demam berdarah dengue (DBD). Virus dengue umumnya dibawa oleh nyamuk aedes aegepti.

Ancaman DBD tengah mengintai warga Banjarmasin. Delapan bulan belakangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin menemukan 38 kasus DBD.

DBD salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian dan terjadi karena lingkungan yang kurang bersih. Dari 38 pasien yang ditemukan, dua korban di antaranya bahkan telah meninggal dunia (MD).

“Dua yang meninggal dunia akibat DBD ini merupakan adalah warga di kelurahan Basirih dan Kuin Raya,” ujar Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi kepada apahabar.com, Selasa (25/8).

Dinkes turun tangan melakukan fogging di dua kelurahan itu. Termasuk puluhan titik lainnya, lokasi di mana DBD mengintai.

“Sudah kita lakukan fogging ke semua wilayah yang ditemukan kasus,” ucap Machli.

Memang fokus pemerintah saat ini lebih menangani penularan virus Corona, namun bukan berarti, pihaknya tak memiliki strategi untuk menangani virus yang sudah menjadi langganan setiap tahunnya.

“Kita juga minta masyarakat terlibat melakukan pemberantasan sarang jentik nyamuk dengan menerapkan 3M plus,” imbuhnya.

Ya, kasus demam berdarah kerap terjadi karena perilaku hidup masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.

Untuk mencegah merebaknnya wabah DBD, masyarakat diminta untuk menerapkan 3M plus; menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan limbah barang bekas agar tak menjadi sarang nyamuk.

Sementara, yang dimaksud plusnya; memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan, periksa tempat-tempat penampungan air, meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, dan menanam tanaman pengusir nyamuk

Machli mengimbau ke masyarakat yang menemui gejala-gejala awal DBD untuk langsung dibawa ke layanan kesehatan. Hal ini agar pertolongan pertama bisa segera diberikan. Pasalnya, terlambat sedikit saja, kata dia, penyakit yang juga belum ditemukan obatnya ini bisa berujung pada kematian.

“Kebanyakan menyerang anak-anak. Jika temui gejala seperti demam tinggi harus segera dibawa ke Puskesmas atau RS. Kalau terlambat bisa menyebabkan kematian,” katanya.

Wabah DBD di Banjarmasin berpotensi meningkat dari jumlah kasus. Di 2019, Dinkes Banjarmasin hanya menemukan 38 kasus DBD, dengan 1 korban jiwa.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kalsel Masuk Radar KPK, Dua Sektor Ini Jadi Sorotan!
apahabar.com

Kalsel

Laka Tunggal, Anggota Panwascam Banjarmasin Tengah Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Kalsel Resmikan Aula Dr Gunawan Suswantoro
apahabar.com

Kalsel

Listrik Padam Se-KalselTeng, PLN Didesak Ganti Rugi ke Warga

Kalsel

Semarak Agustusan di Batola, Balogo hingga Lomba Jukung Berlatar Jembatan Ambruk
apahabar.com

Kalsel

Siap-siap, Satlantas Polres HST Mulai Operasi Patuh Intan
apahabar.com

Kalsel

Demo Omnibus Law Banjarmasin, Massa Enggan Ditemui Anggota Dewan
apahabar.com

Kalsel

AMAN dan Pemkab HST Percepat Pengakuan Hak dan Hutan Adat Meratus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com